Kajianberita.com
Beranda Lifestyle Para Orangtua, Yuk Cegah Anak Jadi Pelaku Bullying dengan Cara Ini

Para Orangtua, Yuk Cegah Anak Jadi Pelaku Bullying dengan Cara Ini

ilustrasi-unsplash-ben wicks

JAKARTA – Pada akhir Februari 2023, seorang siswa SD di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, bunuh diri akibat mengalami perundungan (bullying) di sekolahnya. Perundungan masih menjadi masalah umum yang terjadi pada anak-anak di sekolah.

Pada 2021, KPAI mencatat terjadi 53 kasus anak korban bullying di lingkungan sekolah dan 168 kasus perundungan di dunia maya. Sedangkan dari Januari hingga Oktober 2022, kasus perundungan di sekolah meningkat menjadi 81 kasus.

Permasalahan ini perlu ditanggapi secara serius, karena bisa berdampak besar bagi kesehatan mental dan perilaku anak, baik yang menjadi korban maupun pelaku.

Kebanyakan orang tua biasanya lebih berjaga-jaga agar anak-anak mereka tidak menjadi target bullying. Namun, tidak menyadari mengajarkan anak agar tidak melakukan tindak perundungan juga tidak kalah penting.

Orangtua sudah melakukan yang terbaik untuk mendidik anak bertumbuh menjadi anak yang baik. Namun, tidak ada salahnya juga untuk mengajarkan pada anak mengenai betapa seriusnya perilaku bullying, baik secara fisik maupun verbal.

Melansir dari Halodoc, ada cara mencegah anak menjadi pelaku bullying. Orangtua perlu memberitahu anak dengan serius bullying itu tidak boleh dan bisa membawa konsekuensi serius di rumah, sekolah, dan masyarakat bila terus dilakukan.

Bila anak kedapatan melakukan bullying di sekolah, cobalah untuk memahami alasan di balik perilakunya tersebut. Pada beberapa kasus, anak-anak merundung orang lain, karena mereka kesulitan mengelola emosi yang kuat, seperti kemarahan, stres atau rasa tidak aman.

Pada kasus lain, anak-anak belum tahu cara yang sehat dalam mengatasi konflik atau memahami perbedaan. Berikut beberapa cara mencegah anak menjadi pem-bully dari Halodoc:

1. Tanggapi Bullying dengan Serius

Pastikan anak memahami bahwa orangtua tidak akan menoleransi perilaku bullying, baik di sekolah atau di mana pun. Tetapkan konsekuensi yang akan diberikan untuk perilaku tersebut dan patuhi itu.

Bila orangtua menghukum anak, pastikan ia memahami tujuan dari hukuman tersebut. Misalnya, bila anak memukul saudaranya di rumah saat sedang bertengkar, segera hentikan hal itu.

Orangtua bisa mengajarkan pada anak cara yang lebih tepat untuk bereaksi saat sedang marah dan tanpa menggunakan kekerasan, seperti menjauh.

2. Ajari untuk Memperlakukan Orang Lain dengan Baik dan Sopan

Mengajarkan anak bahwa mengejek orang lain yang berbeda darinya, seperti dari ras, agama, penampilan, kebutuhan khusus, jenis kelamin atau status ekonomi adalah perilaku yang salah.

Tanamkan rasa empati kepada anak terhadap mereka yang berbeda. Orangtua bisa mencoba mengajak anak bermain di sebuah kelompok komunitas, di mana anak-anak di dalamnya berbeda darinya.

3. Perhatikan Pergaulan Anak di Sekolah

Orangtua harus mencari tahu apa yang mungkin memengaruhi perilaku anak di sekolah atau di manapun tempat anak melakukan bullying. Kemudian berbicaralah pada anak mengenai seperti apa pergaulan yang baik dan sehat.

Dorong juga anak untuk beraktivitas atau bermain di luar sekolah. Tujuannya agar mereka bisa bertemu dan mengembangkan persahabatan yang baik dengan anak-anak lain.

4. Jaga Komunikasi Tetap Terbuka dengan Anak

Orangtua harus meluangkan waktu untuk mengobrol dengan anak setiap hari. Misalkan mengenai pengalaman di sekolah hari ini, atau adakah pelajaran yang dirasa sulit oleh anak, dan lain-lain.

Menjaga komunikasi dengan anak, ibu bisa lebih memahami perasaan dan masalah yang dialami anak. Dengan begitu, orangtua bisa membantu anak untuk mengatasi masalah mereka dengan cara yang positif.

5. Dorong Anak untuk Berperilaku Baik

Berilah pujian pada anak bila ia berhasil melakukan perbuatan yang terpuji, atau ketika mereka bisa menangani situasi dengan cara yang positif.

Berikan kata-kata penyemangat agar bisa menjadi cara yang efektif untuk mencegah anak menjadi pem-bully, daripada disiplin yang negatif, sehingga anak terdorong untuk berprilaku bai.

6. Jadi Teladan yang Baik

Untuk menjadi menjadikan teladan yang baik, orang dewasa dalam hal ini orangtua harus menjadi contoh. Bagaimana orangtua memperlakukan orang lain dengan baik dan sopan, sehingga secara tidak langsung mencontohkan kepada anak harus memperlakukan orang lain.

Kemudian, anak bisa melihat bagaimana orang tua mereka mengelola stres dan konflik, serta bagaimana memperlakukan teman, rekan kerja dan keluarga mereka.

Nah, itulah cara mencegah anak dari perilaku tindakan bullying. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan