Kajianberita.com
Beranda Nasional Arief Puyuono Bela PN Jakpus Tunda Pemilu dan Anggap ‘Suara Tuhan’, Dr Eva : Tuhan Siapa Pak?

Arief Puyuono Bela PN Jakpus Tunda Pemilu dan Anggap ‘Suara Tuhan’, Dr Eva : Tuhan Siapa Pak?

Dokter Eva berikan komentar terkait vonis penundaan Pemilu oleh PN Jakpus. (Kajianberita/Instagram)

JAKARTA- Putusan penundaan pemilu oleh Pengadilan Negeri (PN) jakarta Pusat (Jakpus) masih menyisakan beragam cerita. Dari ramainya komentar negatif hingga hadirnya dukungan.

Terkini, dukungan terhadap putusan PN Jakpus justru hadir dari Politikus Gerindra Arief Puyuono yang menyebutkan putusan untuk menunda pemilu sudah tepat.

“Ini baru suara Tuhan yang tidak menginginkan Indonesia berantakan jika menggelar pemilu tahun depan karena kita masih butuh Jokowi untuk pimpin Indonesia,” kata Arief dalam keterangannya, Kamis (2/3/2023) lalu.

BACA JUGA : AHY Anggap Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu di Luar Akal Sehat

Arief menilai, putusan itu membuat Indonesia memiliki waktu untuk mendapatkan tokoh yang mumpuni memimpin tanah air.

“Saya, kan, pernah ngomong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk transparan membuka sistem informasi partai politik (SIPOL) menunjukkan ada tekanan yang kuat dan menakutkan bagi KPU. Tekanan dan ketakutan ini akan membahayakan proses pemilu dan akan mengancam stabilitas negara dan proses politik dimasa depan,” kata dia.

Ucapan Arief Puyono pun langsung disambut seorang Pegiat Media Sosial yang juga berprofesi sebagai Dokter, Eva Sri Diana.

Dokter Eva turut mengomentari pernyataan Arief Poyuono soal vonis penundaan Pemilu oleh PN Jakpus.

“Maaf, Tuhan siapa Pak?,” timpal Dokter Eva dalam keterangannya, Minggu (5/3/2023) kemarin.

Dokter Eva mengatakan, pada perkara Partai Prima dalam mencari pembenaran untuk mencoba melanggar konstitusi, ada yang memanfaatkan kesempatan.

BACA JUGA : Mahfud MD Yakin ada Aktor Utama Dibalik Putusan PN Jakarta Pusat yang Menunda Pemilu

“Ada yang ambil kesempatan dalam kasus Partai Prima Cari pembenaran untuk coba langgar konstitusi,” lanjutnya.

“Urusan salah verifikasi 1 partai, kok malah proses Pemilu yang disuruh ulang? Hajat besar rakyat Indonesia kok seperti mau diakalin. Rakyat tidak sedungu itu, Miris,” sambung dia lagi. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan