Kajianberita.com
Beranda Ekonomi Dapatkan Subsidi Motor Listrik Rp 7 Juta dari Pemerintah Melalui Bank Himbara

Dapatkan Subsidi Motor Listrik Rp 7 Juta dari Pemerintah Melalui Bank Himbara

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA – Bagi yang tertarik membeli motor listrik sekarang waktu yang tepat. Pemerintah memberikan subsidi motor listrik sebesar Rp 7 juta kepada masyarakat.

Hal ini diungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melansir CNN, Senin (6/3/2023).

Dia bilang, pemerintah menargetkan subsidi disalurkan untuk 200 ribu unit motor listrik baru pada tahun ini.

Jika tertarik membeli, Agus mengatakan masyarakat bisa mendatangi dealer motor listrik dengan membawa KTP.

Pihak dealer akan memeriksa NIK calon pembeli, apakah berhak mendapatkan bantuan atau tidak. Dalam hal ini, satu NIK hanya berhak mendapatkan subsidi untuk satu unit motor.

“Calon pembeli datang dan dealer akan memeriksa NIK pada KTP. Di situ akan dilihat apakah dia berhak mendapat bantuan, apabila setelah dicek dalam sistem mereka memang berhak mendapat bantuan maka pembeli akan langsung mendapat potongan harga,” kata Agus di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Senin (6/3/2023).

Selanjutnya, kata Agus, pihak dealer akan menginput data sesuai prosedur dan mengajukan klaim subsidi ke bank Himbara. Yakni empat bank BUMN yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN serta Bank BRI.

“Bank Himbara memeriksa kelengkapan, apabila semua selesai, Himbara akan membayar penggantian insentif ke produsen. Jadi bantuan ini diberikan ke produsen,” imbuhnya.

Pemerintah resmi memberi subsidi kendaraan listrik, khususnya motor listrik senilai Rp7 juta per unit. Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu mengumumkan subsidi itu ditujukan untuk 200 ribu unit pembelian motor listrik baru tahun 2023.

“Motor listrik yang mendapatkan (subsidi) adalah yang diproduksi di Indonesia dengan TKDN 40 persen lebih,” ujar Febri.

Produsen listrik yang memenuhi kriteria tidak boleh menaikkan harga jual selama masa pemberian bantuan

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi konversi motor berbahan bakar fosil ke motor listrik senilai Rp 7 juta per unit untuk 50 ribu unit.

“Target penerima bantuan ini diutamakan UMKM, khususnya penerima KUR dan penerima BPUM (Banpres Produktif Usaha Mikro) dan juga bisa pelanggan (listrik) 450-900 VA. Hal ini untuk mendorong produktivitas usaha pelaku UMK,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan subsidi berlaku mulai 20 Maret 2022.

“Saya akan menyampaikan ini akan efektif 20 Maret tahun ini,” ujar Luhut. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan