Kajianberita.com
Beranda Headline Ini Dia Sosok  Babay Parid Wazdi yang Diunggulan Sebagai Dirut Bank Sumut

Ini Dia Sosok  Babay Parid Wazdi yang Diunggulan Sebagai Dirut Bank Sumut

Babay Parid Wazdi bankir yang lama berkarir di bank DKI diunggulkan sebagai Dirut PT Bank Sumut

Proses seleksi untuk mendapatkan direktur utama PT bank Sumut masih berlangsung. Ada tujuh kandidat yang mengikuti seleksi itu. Namun dari ketujuh nama itu, satu nama sudah diunggulkan untuk menjabat sebagai direktu utama Bank Sumut. Dia adalah Babay Parid Wazdi.

Usulan Babay Parid Wazdi sebagai Dirut bank Sumut  muncul saat berlangsung  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Sumut, Senin (6/3/2023). Sekda Sumut Arief S Trinugroho yang mewakili Pemprovsu sebagai pemegang saham utama mengaku hal itu.

Arief mengatakan pengusulan Babay Parid Wazdi menjadi Dirut Bank Sumut telah melalui beberapa tahap dan akan melalui tahap terakhir Fit and Proper dari Otoritas Jasa Keuangan. Kemudian untuk Komisaris serta Direktur Bisnis juga masih akan melalui beberapa tahapan lagi.

“Tadi RUPS membahas soal pemberhentian komisaris dan kemudian mengusulkan komisaris  melalui beberapa tahapan lagi daan yang terakhir nantinya fit and proper oleh OJK, ” ucap Arief saat diwawancari awak media usai RUPS Luar Biasa Bank Sumut, Senin (6/3/2023).

Apabila nantinya telah ditanyakan fit dan proper oleh OJK, maka ketiganya akan disahkan dalam RUPS selanjutnya.

Arief menyampaikan untuk calon Dirut dan Direktur Bisnis sesuai hasil tahapan yang dilakukan. Hanya saja  kedua sosok  yang direkomendasikan harus memenuhi persyaratan.

“Jadi 1 untuk Dirut, 1 untuk Direktur Bisnis. Serta 1 dari eksternal dan 1 dari internal. Tetapi kita tidak perlu ada pembatasan harus eksternal dan internal. Semua tergantung hasil seleksi ” jelasnya.

Arief  mengatakan, meskipun Babay Parid Wazdi dari pihak eksternal, Arief mengatakan yang bersangkutan sudah sangat pengalaman di bidangnya.

Sosok Babay Parid Wazdi

Babay Parid Wazdi adalah sosok banker yang cukup berpengalaman bekerja di berbagai perbankan di Indonesia. Terakhir ia menjabat sebagai Direktur Kredit UMK dan Syariah Bank DKI.

Ketika ada pengumuman dibuka lowongan jabatan untuk Dirut Bank Sumut, Babay parid mengaku tertarik untuk melamarnya karena ingin mendapatkan tantangan baru di Provinsi Sumatera Utara.

Babay Parid bukanlah sosok yang mengenal  Sumatera Utara. Bankir yang lahir pada 22 Juli 1971 ini menghabiskan masa kecilnya hingga SMA  di Karawang, sebelum melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, hingga lulus pada 2007.

Ayah Babay meninggal sejak ia duduk di bangku SMA. Kuliah Babay pun  lebih banyak dibiayai oleh kakeknya. “Kamu masuk Fakultas Pertanian aja biar bisa jadi PPL,” kata Babay menirukan kakeknya. Sang kakek memang sangat berharap Babay dapat menjadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sebuah profesi yang keren, dalam pandangan kakeknya.

Di kampungnya,  pejabat PPL dianggap sangat keren karena setiap hari naik motor mendatangi petani.  Sang pejabat menanyakan kondisi petani sehingga begitu terhormat di mata masyarakat. Mungkin karena itulah kakek Babay terinspirasi cucunya menjadi PPL.

Ketika kuliah di Jogja, Babay bertemu dengan beberapa tokoh lulusan Fakultas Pertanian UGM, seperti Beddu Amang (Mantan Kabulog), Menteri Pertanian era Soeharto yakni Wardojo dan mantan Direktur BRI I Wayan Alit. Itulah yang membuat membuat wawasan Babay semakin terbuka. Ternyata dapat menjadi beragam profesi dari lulusan Fakultas Pertanian.

Setelah terinspirasi dari para tokoh, Babay sempat memutuskan untuk menjadi dosen. Ia pun mengirimkan surat lamaran kerja ke beberapa perguruan tinggi. Namun, nyatanya tak satu pun perguruan tinggi yang merespon lamarannya.

Beruntungnya, lamaran Babay justru diterima oleh sejumlah bank sehingga ia sibuk mengikuti tes kerja di beberapa bank. “Heran juga saya. Saya sarjana pertanian, tapi yang menerima saya kerja justru Perbankan,” kenangnya.

Karirnya gemilang. Pemilik gelar gelar Master di bidang Management Business dari International University of Japan pada tahun 2011, ini terus mengalami promosi hingga menjadi Team Leader Capability Development BB II Human Capital PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2014-2015). Kemudian ia dipromosikan menjadi Transaksional Banking Sales Manager Kanwil IV Jakarta Thamrin PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2015-2017).

Berlabuh di Bank DKI

Babay selanjutnya pindah menjadi Kepala Divisi International & Transaction Banking PT Bank Jabar, Banten TBK (2017-2018). Sejak 30 Oktober 2021 hingga kini berlabuh di Bank DKI.

Babay rajin menulis sehingga tulisannya banyak diterbitkan di media massa maupun media internal. ia banyak menulis tentang perbankan dan  keuangan. Ia bahkan telah menerbitkan buku tentang keuangan, serta ide-idenya tentang perbankan.

Di masa kepemimpinannya di Bank DKI, banyak sekali perkembangan positif yang dicapai perbankan itu.

Babay juga sangat fasih berbicara soal ekonomi makro. Ia sangat membahas tentang perkembangan ekonomi Jakarta sehingga mengalami pertumbuhan di atas nasional.

Boleh jadi pemikirannya yang cemerlang itu membuat Babay mendapat perhatian untuk tampil sebagai Dirut Bank Sumut menggantikan Dirut lama Rahmad fadillah Pohan yang diberhentikan dari jabatannya pada pertengahan Januari lalu.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan