Kajianberita.com
Beranda Khazanah Berikut Penjelasan, Doa dan Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

Berikut Penjelasan, Doa dan Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

ilustrasi-unsplash-masjid pogung dalangan

MEDAN – Malam Nisfu Syaban termasuk malam yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Malam Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 di bulan Syaban berdasarkan kalender Islam. Tahun ini, Nisfu Syaban jatuh pada Rabu, (8/3/2023).

Malam tersebut adalah malam yang memiliki banyak sekali keutamaan, mulai dari pengampunan dosa hingga mendapatkan keberkahan.

Setiap tahunnya, Nisfu Syaban jatuh di hari yang berbeda menurut kalender Masehi. Hal ini terjadi karena Nisfu Syaban harus mengikuti perhitungan kalender Hijriyah.

Dilansir dari nu.or.id, berdasarkan keterangan dalam kitab Qut al-Qulub karya Al-Imam Abu Thalib al-Makki, bahwa para sahabat Nabi memberikan perhatian lebih saat malam Nisfu Syaban, dengan mengisi pelbagai amal ibadah, dan memperbuat kebajikan.

Pasalnya, malam tersebut mengandung pelbagai keistimewaan di banding malam-malam lain. Pada pelbagai literatur keislaman, akan mudah didapati pelbagai penjelasan ulama salafus shalih terkait kemuliaan dan keistimewaan malam Nisfu Syaban.

Pertama, malam Nisfu Syaban dinamakan dengan lailatul bara’ah (malam penuh kesucian). Pasalnya, pada malam itu mengandung pelbagai kebaikan, kemudahan rezeki, dan diampuni pelbagai dosa manusia.

Dalam sebuah hadits Rasulullah menjelaskan, kemuliaan dari malam Nisfu Syaban yang dimanfaatkan oleh kalangan sahabat untuk berdoa dan meminta ampunan pada Allah. Sebab karena kesucian malam nisfu Syaban tersebut, Allah menurunkan rahmatnya pada orang yang memohon ampunan pada-Nya. Kedua, malam nisfu Sya’ban adalah malam penuh ampunan (malam lailu ghufran).

Sebab pada malam penuh ampunan itu, Allah akan mengampuni seluruh dosa hamba-Nya. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Thabrani, yang bersumber dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah bersabda:

يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: “Allah swt melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya kecuali kepada orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.” (ampunan).
Ketiga, malam Nisfu Sya’ban adalah malam diterima segala permintaan (lailatu al ijabah). Sudah tak menjadi rahasia lagi, bahwa malam Nisfu Syaban termasuk dalam malam yang penuh dengan kucuran kebaikan dari Allah.

Selain mendapatkan ampunan, seseorang yang menghidupkan malam Nisfu Syaban juga akan mendapatkan kemuliaan, berupa dikabulkan permintaannya. Keistimewaan lainnya adalah malam sangat agung dan di dalamnya mengandung kebaikan pada orang-orang yang menghidupkan malam tersebut.

Pada malam Nisfu Syaban, ummat dapat berdoa kepada Allah untuk panjang umur, murah rezeki, dan tetap iman. Ummat juga biasanya membaca tiga kali Surat Yasin di sela doa tersebut.

Sayyid Utsman bin Yahya menyebutkan doa berikut ini yang dibaca saat malam nisfu Sya’ban.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata sementara perkataan-Mu adalah benar di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki.

Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan