Kajianberita.com
Beranda Internasional Cadangan Emas Putih Terbesar Kedua Ditemukan Iran

Cadangan Emas Putih Terbesar Kedua Ditemukan Iran

Lithium

MEDAN – Cadangan lithium terbesar kedua di dunia ditemukan di Iran.

Lithium merupakan elemen kunci dalam baterai untuk perangkat dan kendaraan listrik.

Lithium ditemukan di Hamedan, provinsi pegunungan di barat negara itu.

“Untuk pertama kalinya di Iran, cadangan lithium telah ditemukan,” tegas seorang pejabat di Kementerian Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Mohammad Hadi Ahmadi, dikutip CNBC International, Selasa (7/3/2023).

Kementerian Iran yakin deposit tersebut menyimpan 8,5 juta ton lithium.

Jika angka yang diklaim akurat, itu akan menjadikan deposit tersebut sebagai cadangan litium terbesar kedua yang diketahui di dunia.

Saat ini cadangan terbesar pertama ada di Chili. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (AS) negara itu menampung 9,2 juta metrik ton logam.

Perlu diketahui lithium sering juga disebut “emas putih”. Saat ini, mineral itu menjadi buruan industri kendaraan listrik yang berkembang pesat.

Sebagai informasi, Iran bak menjadi ‘anak tiri’ di dunia saat ini.

Negara itu tengah dibebani oleh sanksi internasional yang berat selama beberapa tahun dan dihadapkan dengan mata uang yang melonjak, yang mencapai titik terendah terhadap dolar pada akhir Februari.

Jika berita deposit lithium Iran benar, ini akan menjadi penyelamat ekonomi negara yang terpukul.

Iran akan mendapat manfaat besar dari kemampuan untuk mengekspor sumber daya yang berharga tersebut, meskipun mitra dagangnya kemungkinan akan terbatas karena terhadap sanksi tersebut.

Sementara analis di Goldman Sachs melihat harga lithium semakin turun.

Dalam dua tahun ke depan, Goldman memperkirakan pasokan litium tumbuh rata-rata sebesar 34% dari tahun ke tahun, dipimpin oleh Australia dan China, yang memiliki beberapa pasokan logam terbesar di dunia.

“Selama 9-12 bulan ke depan, kami secara progresif lebih konstruktif pada logam dasar, sementara mengharapkan penurunan harga lithium bersama kobalt dan nikel,” menurut sebuah laporan dari meja penelitian komoditas bank dari akhir Februari.

“Oleh karena itu, sementara pemulihan penjualan EV ke 23Q2-Q3 untuk sementara dapat mengangkat sentimen dan mendukung penurunan harga logam baterai, kemungkinan lonjakan pasokan dan kelebihan kapasitas hilir akan menurunkan harga lithium selanjutnya dalam jangka menengah,” tulis bank tersebut. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan