Kajianberita.com
Beranda Headline Terungkap Sudah, Maling yang Jual Mobil Curian ke Polisi adalah Adik Kandung Sendiri

Terungkap Sudah, Maling yang Jual Mobil Curian ke Polisi adalah Adik Kandung Sendiri

Syahrizal menunjukkan foto mobil Kijang Innova miliknya yang hilang, belakangan diketahui mobil itu digunakan oleh Aipda DP anggota Polsek Pantai Cermin.

Kasus hilangnya  mobil kijang innova milik Syahrizal, warga Jalan Suka Maju, Kecamatan Percut Seituan, akhirnya terungkap jelas. Senin dini hari (6/3/2023)  petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil  menangkap maling mobil mobil itu yang menjual hasil kejahatannya pada Kanit Sabhara Polsek Pantai Cermin, Aipda DP. Ternyata maling itu adalah adik kandung Syahrizal, si pemilik mobil itu sendiri.

Kasus ini sempat menghebohkan, karena mobil curian itu sempat dipakai  oleh Kanit Sabhara Polsek Pantai Cermin, Aipda DP. Syahrizal bahkan telah mengadukan Aipda DP kepada Polrestabes Medan. Tak bisa disangkal, DP pun harus menjalani sidang etik.

Akibat keterlibatannya menggunakan mobil curian itu, DP kini tidak lagi bertugas Kanit Sabhara Polsek Pantai Cermin, tapi sudah dipindahkan ke POlres Serdang Bedagai. Tidak jelas apa jabatannya di sana. Kemungkinan lebih banyak dibidang administrasi.

Namun DP telah berperan besar membeberkan asal musal mobil itu.  Ia mengatakan kalau mobil itu diperolehnya dari Pantek.

Baca Juga: Hendak Jual Mobil Curian, Oknum Polisi ini Jalani Sidang Etik di Propam Polda Sumut

Polrestabes Medan akhirnya memburu orang yang dimaksud.  Siapa sangka, Pantek yang dimaksud adalah adik kandung dari Syahrizal sendiri. Pantek saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan.

Syarizal kehilangan mobilnya saat diparkir di depan rumahnya pada Sabtu (1/10/2022) silam. Selama berbulan-bulan ia terus mencari informasi tentang mobilnya itu.

Betapa terkejutnya Syahrizal setelah mendapat informasi kalau mobilnya sedang dipakai seorang polisi yang bertugas di Polsek Pantai Cermin. Informasi inilah yang membuat kasus itu kian heboh, karena Aipda DP, sosok polisi yang pernah memakai mobil itu harus menjalani sidang etik.

Dari hasil pemeriksaan, Aipda DP mengaku sebenarnya ingin menjual mobil itu atas permintaan temannya Pantek.  Namun ternyata mobil itu tidak laku juga, sehingga ia kemudian mengembalikannyanke Pantek.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Sengkarut ini kadung terungkap saat Aipda DP masih menggunakan mobil itu, sehingga citra polisi sempat tercemar. Beruntung, setelah tertangkapnya Pantek, kasus ini menjadi terang benderang. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan