Kajianberita.com
Beranda Headline Dari Tujuh Kandidat Dirut Bank Sumut, Tiga di antaranya dari Internal, Mengapa Mereka Gagal?

Dari Tujuh Kandidat Dirut Bank Sumut, Tiga di antaranya dari Internal, Mengapa Mereka Gagal?

Suasana Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Sumut yang memutuskan struktur baru di bank itu

Medan – Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Sumut telah memastikan  sosok direktur utama yang baru yang akan memimpin perusahaan itu dalam beberapa tahun ke depan.  Dia adalah Babay Parid Wazdi, banker yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur UKM dan Syariah Bank DKI.

Babay menjadi yang terbaik dari tujuh kandidat yang ikut seleksi tahap akhir pada 3 Maret lalu. Padahal enam kandidat lainnya bukanlah sosok-sosok yang sembarangan.  Umumnya mereka adalah banker berpengalaman dengan pendidikan yang tinggi. Bahkan ada yang  berpengalaman bertugas di bank asing.

Sebut saja misalnya Denny Sorimulia Karim, banker yang lama berkarir di Bank Banten. Ia pernah menjabat sebagai pelaksana Dirut di bank tersebut. Sebelumnya Denny juga pernah berkarir sebagai Direktur Bisnis di Bank Mega Syariah dan sejumlah bank swasta lainnya, antara lain Standard Chartered Bank, Bank Danamon dan CIMB Niaga.

Ada pula nama  Asnandar Muda Lubis, merupakan banker yang berpengalaman selama 24 tahun di bidang perkreditan PT Bank Negara Indonesia (persero). Banker ini menyelesaikan pendidikannya S1 dari Universitas Sumatera Utara dan kemudian menyelesaikan management bisnis S2 di IPB Bogor.  Jabatan terakhir Asnanda adalah sebagai Vice Presiden  di PT BNI (Persero) pusat.

Sosok Agus Syabarrudin juga tidak kalah menterengnya. Ia merupakan mantan Dirut Bank Banten yang memiliki sederet prestasi moncer di dunia perbankan. Pria kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1966 memiliki karir cukup mentereng di berbagai bank asing, bank swasta maupun bank plat merah.

Ia pernah bekerja sebagai sebagai Bills & Operation Officer DBS Buana Tat Lee Bank Jakarta Branch, Financial Control Supervisor Algemene Bank Nederland De Amsterdamsche Rotterdamsche, Head of Business Development ABN AMRO, bertugas di Bank Syariah Mandiri, PT. Bank Danamon Indonesia,  Bank Kalsel, dan terakhir sebagai  Dirut Bank Banten.

Yang menarik, dari tujuh kandidat yang mengikuti seleksi akhir, tiga di antaranya merupakan pejabat internal Bank Sumut. Mereka adalah Hadi Sucipto yang menjabat sebagai Direktur Pemasaran. Hadi bahkan ditunjuk sebagai  Plt Dirut Bank Sumut setelah Dirut sebelumnya, Rahmad Fadillah Pohan, diberhentikan. Hadi merupakan sosok banker yang mengembangkan karir sejak awal di Bank  Sumut.

Baca Juga: Gubernur Edy Dorong Penyegaran di Bank Sumut, Babay Dirut dan Afifi Lubis Komut

Nama lainnya adalah  Achmad Ferry Affandi, Pemimpin Divisi Dana dan Jasa PT Bank Sumut. Sama seperti Hadi, Achmad juga membangun karir bankirnya di Bank Sumut sejak lama. Demikian juga Julian Helmi Lubis, Pimpinan Unit Usaha Syariah di bank itu.

Selama berkarir di Bank Sumut, Julian banyak terlibat menjalin Kerjasama dengan berbagai lembaga terkait  penguatan keuangan syariah. Ia yang merintis usaha untuk menyalurkan dana-dana yang sifatnya social dari PT Bank Sumut, di antaranya zakat dan wakaf.

Secara logika, tiga nama terakhir ini adalah figure-figur yang sangat memahami situasi internal PT Bank Sumut. Tidak heran jika banyak yang memperkirakan salah satu di antara mereka yang bakal terpilih jadi Dirut Bank Sumut.

Nyatanya, yang terbaik dalam seleksi itu adalah Babay Parid Wazdi, banker yang sama sekali tidak pernah mengembangkan karir di Sumatera. Babay sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kredit UMK dan Syariah Bank DKI.

Babay  merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, lulus pada 2007. Awalnya ia bercita-cita sebagai petani. Namun mengaku nyasar ke perbankan. Ia mendapatkan gelar master bidang Management Business dari International University of Japan pada tahun 2011. Sebelumnya ia pernah  berkarir di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2014-2015) sebelum akhirnya berlabuh di Bank DKI.

Lantas mengapa Babay yang terpilih? dan mengapa kandidat dari internal PT Bank Sumut kalah dalam seleksi?

Gubernur Edy Rahmayadi mengaku tidak tahu menahu mengenai hal itu. Ia mengatakan semuanya tergantung hasil seleksi.

“Saya tidak campur tangan soal proses seleksi. Ada ketua Tim Panitia seleksi yang mengurus semuanya, yaitu Sekda. Tim seleksi ini yang memproses para kandidat melalui berbagai test hingga muncul satu nama yang dianggap terbaik. Maka itu yang diusulkan,” jelas Edy Rahmayadi.

baca Juga: Ini Dia Sosok  Babay Parid Wazdi yang Diunggulan Sebagai Dirut Bank Sumut

Munculnya nama Babay bukan berarti kandidat lain yang memadai.  Sebagai pemegang saham utama, Pemprovsu mengaku hanya butuh satu nama, sehingga mau tidak mau enam kandidat lainnya harus dieliminasi.

Tentang munculnya nama Afifi Lubis sebagai Komisaris Utama yang diusulkan Pemprovsu, tentu saja tidak lepas dari pengalamannya sebagai ASN senior. Afifi juga dikenal sebagai pejabat yang bersih dan disiplin, sehingga layak menjadi tandem Babay memimpin di Perbankan itu.

Semoga di bawah komando yang baru ini, PT Bank Sumut semakin maju dan berkembang. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan