Kajianberita.com
Beranda Sumut Insiden Berdarah di Warung Tuak, Seorang Pria Tewas Dua Rekannya Terluka

Insiden Berdarah di Warung Tuak, Seorang Pria Tewas Dua Rekannya Terluka

Insiden Berdarah di Warung Tuak di Taput. Satu tewas dua lainnya terluka. (Kajianberita/Ilustrasi)

SUMUT – Insiden berdarah warnai warung tuak di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut).

Seroang pria tewas dan dua rekannya mengalami luka serius atas penyerangan yang dilakukan sekelompok pemuda.

Korban tewas Andreas Fransiskus Hutasoit, 26 tahun, warga Desa Siborongborong I, Kecamatan Siborongborong, Taput.

Sedang korban luka Candro Lubis, 26 tahun, warga Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, dan pemilik Warung Tuak Goklas Hutasoit, 27 tahun, warga Desa Siborongborong I, Kecamatan Siborongborong.

Insiden berdarah terjadi di Warung Tuak milik Goklas Hutasoit di Desa Siborongborong I, Kecamatan Siborongborong, Taput, pada Minggu, (5/3/2023) pukul 21.00 WIB.

Kepala Polres Taput, AKBP Johanson Sianturi dalam keterangan resminya Selasa, (7/3/2023) kemarin mengatakan, insiden berdarah itu berawal dari penyerangan yang dilakukan sekelompok pemuda ke Warung Tuak tersebut.

BACA JUGA : Nyaris Tewas Dianiaya Anak Pejabat Pajak, Begini Kondisi Terkini David!

Awalnya, kata Johanson, ada selisih paham antara Cepi Hutasoit, Candro Lubis dan Ramlan Hutasoit dengan beberapa orang saat ketiganya mengendarai motor di Jalan Butar, Desa Siborongborong I.

Tiga pemuda itu melakukan penganiayaan ringan terhadap orang yang tak dikenal tersebut.

“Namun selisih paham ini berakhir dengan perdamaian,” ungkap Johanson.

Setelahnya, tiga sekawan itu pergi ke Warung Tuak milik Goklas Hutasoit.

Di situ, tiga pemuda itu minum tuak bersama pemilik warung dan juga korban Andreas Fransiskus Hutasoit.

Tak lama setelah itu, kelompok yang berselisih paham dengan tiga pemuda itu mendatangi Warung Tuak tersebut.

Kelompok yang datang sekitar 6 orang dengan mengendarai 2 unit motor.

Begitu bertemu, terjadi perkelahian kembali dan kelompok yang mendatangi ini melakukan penganiayaan dan melukai tiga orang yakni Andreas Fransiskus Hutasoit, Candro Lubis dan Goklas Hutasoit.

 

Kemudian, kelompok yang belum diketahui identitasnya ini pergi meninggalkan Warung Tuak itu.

Sedangkan korban yang mengalami luka dibawa ke Rumah Sakit Santa Lucia Siborongborong.

Namun karena luka parah, pihak rumah sakit pun merujuk Andreas Fransiskus Hutasoit dan Candro Lubis ke salah satu rumah sakit di Kota Medan.

Naas, dalam perjalanan, Andreas Fransiskus Hutasoit menghembuskan nafas terakhirnya. Sedang Candro Lubis kini masih menjalani perawatan intensif di Medan.

Dari kasus itu, Polres Taput telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi.

BACA JUGA : Dua Jasad Perempuan Tewas Dicor di Bekasi, Polisi Ungkap Kronologi

“Identitas pelaku penyerangan ke Warung Tuak yang menyebabkan seorang tewas, sudah kota kantongi. Diimbau kepada para pelaku segera menyerahkan diri ke Polres Taput,” tutup Johanson. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan