Kajianberita.com
Beranda Headline Selain Rp500 miliar Milik Rafael, PPATK Temukan Transaksi Senilai Rp300 Triliun di Kemenkeu

Selain Rp500 miliar Milik Rafael, PPATK Temukan Transaksi Senilai Rp300 Triliun di Kemenkeu

Menko Polhukam Mahfud MD minta Menteri Keuangan, KPK dan PPATK mengungkap transaksi janggal yang mencapai Rp300 triliun di lembaga Kemenkeu

Pasca terungkapnya dana misterius senilai rp 500 miliar milik Rafael Ulun Trisambodo di dalam rekeningnya, Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan banyak transaksi keuangan yang janggal di lingkungan pejabat Kementerian Keuangan. Nilai transaksi itu sangat fantastis, mencapai Rp 300 triliun.

PPATK sudah berkoordinasi dengan para pihak terkait transaksi janggal itu, sehingga mereka pun berkesimpulan, permainan kotor di sektor pajak bukan  hal baru lagi di lingkungan Kementerian keuangan. Kasus Rafael menjadi pemicu masalah ini terbongkar ke permukaan.

Seperti diketahui,  Rafael adalah  pejabat Ditjen Pajak yang anaknya Mario tersangkut masalah kekerasan terhadap David, bocah 17 tahun yang merupakan putra dari pengurus GP Anshor. Kasus kekerasan itu kemudian berbuntut dengan ketungkapnya siapa sosok Rafael selalu ayah Mario, hingga akhirnya semua  kalangan menguluti harta kekayaan mereka.

Terbukti sudah kalau kekayaan Rafael sangat mencengangkan. Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Rafael mengaku  punya harga sekitar Rp 54 miliar. Namun dalam pemeriksaan KPK, harta yang dimilikinya jauh lebih besar dari nilai itu.

Tak pelak lagi, Rafael pun dicerca dengan berbagai pertanyaan terkait pencucian uang. Sampai saat ini ia masih harus berurusan Panjang dengan KPK. Hasil pemeriksaan Rafael inilah yang kemudian mengungkap adanya ‘geng pemain utama’ di Kementerian Keuangan. Geng itu hidup mewah dengan harta berlimpah.

PPATK telah memeriksa sistem keuangan di kalangan pejabat Kemenkeu itu. Dari  sinilah terungkap adanya transaksi mencapai Rp 300 triliun. Sebuah angka yang sangat fantastis.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap kalau temuan itu sangat mengejutkan.

Mahfud mengatakan transaksi janggal ini berbeda dengan transaksi dari rekening pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo beserta keluarganya sebesar Rp500 miliar.

“Saya juga sudah menyampaikan laporan lain di luar yang Rp500 miliar (temuan PPATK),” kata Mahfud di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Rabu (8/3).

“Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi, terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan, yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai,” ujarnya menambahkan.

Mahfud mengaku sudah menyerahkan informasi itu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.

“Kemarin ada 69 orang (pegawai Kemenkeu berharta tak wajar) dengan nilai hanya enggak sampai triliunan. Hanya ratusan, ratusan miliar. Sekarang hari ini sudah ditemukan lagi kira-kira 300 T, harus dilacak,” ujarnnya.

Belum ada tanggapan atau keterangan resmi dari Kemenkeu terkait pernyataan Mahfud ini.  Sebelumnya Kemenkeu menemukan harta tak jelas milik 69 pegawai. Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh mengatakan telah memeriksa anomali harta kekayaan pegawai internal itu.

Di sisi lain, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat mutasi rekening milik pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Rafael Alun Trisambodo tembus Rp500 miliar selama periode 2019-2023.

Mutasi itu dilakukan dari 40 rekening milik Rafael dan keluarganya. Mutasi rekening memuat informasi pelbagai transaksi yang dilakukan oleh pemilik rekening, seperti kredit, debit dan saldo rekening yang ada pada tanggal tertentu. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan