Kajianberita.com
Beranda Ekonomi 8 Kelompok Tani Kedelai Batubara Diverifikasi CPCL

8 Kelompok Tani Kedelai Batubara Diverifikasi CPCL

Verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) bantuan benih kedelai di BPP Sei Balai Kabupaten Batubara, Kamis (9/3/2023). (kajianberita/istimewa)

BATUBARA – Sebanyak 8 kelompok tani (poktan)di 7 desa yang masuk dalam enam kecamatan di Kabupaten Batubara, sedang dilakukan tahap verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan kedelai oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ketapang TPH) Provinsi Sumatera Utara.

Adapun Poktan tersebut yakni Dosroha Desa Aek Nauli Kecamatan Medang Deras, Sidorukun Desa Mekar Baru, Dewi Sri dan Budi Desa Sukorejo, ketiganya di Kecamatan Sei Balai, KWT Limau Desa Perkebunan Limau manis Kecamatan Lima Puluh, Harapan Baru Desa Padang Genting Kecamatan Talawi, serta Cinta Maju Desa Sei Muka dan Makmur Desa Karang Baru, keduanya di wilayah Kecamatan Datuk Tanah Datar.

Plh Kepala Seksi (Kasi) Aneka Kacang dan Umbi Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketapang TPH Sumut, Hendrik Miraza, mengatakan jika dinyatakan lolos verifikasi, para poktan yang diverifikasi sudah bisa menerima bantuan pada awal April mendatang.

“Kabupaten Batu Bara menerima alokasi bantuan benih kedelai untuk pertanaman seluas 65,5 hektare,” kata Hendrik saat verifikasi CPCL di Desa Perkebunan Limau Manis Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara, Kamis (09/03/2023).

Kepala Desa Perkebunan Limau Manis Kecamatan Lima Puluh, Lisa Miranti, menyambut positif KWT Limau dipercaya untuk mendapatkan bantuan dari pihak Kementerian Pertanian.

Menurutnya, bantuan tersebut akan semakin memacu semangat anggota KWT Limau untuk memanfaatkan lahan tidak produktif di desa tersebut. “Selama ini kita memanfaatkan lahan tidak produktif untuk bertanam jagung dan tanaman palawija lainnya,” ujarnya.

Kendati belum pernah menanam kedelai, mereka meyakini, para anggota KWT Limau akan serius menekuni komoditas pertanian yang saat ini harganya cukup menjanjikan.

“Petani kami akan belajar dengan sungguh-sungguh soal bertanam kedelai, baik dari petani yang sudah menanam maupun dari petugas PPL (Penyuluh Pertanian Lapang, red) di wilayah ini,” sebutnya. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan