Kajianberita.com
Beranda Headline Jelang Ramadhan, Minyak Goreng Tembus Rp18 Ribu per Liter, Tertinggi Sejak Oktober 2022

Jelang Ramadhan, Minyak Goreng Tembus Rp18 Ribu per Liter, Tertinggi Sejak Oktober 2022

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga minyak goreng curah dan kemasan masih tinggi, bahkan menembus Rp18 ribu per liter. Tercatat kenaikan sebesar 6,93 persen dari harga eceran tertinggi (HET) sejak Oktober 2022.

“Per 6 Maret 2023 harga rata-rata minyak goreng curah Rp15.048 per liter dan kemasan Rp18.143 per liter. Kenaikan harga telah terjadi sejak Oktober 2022 sebesar 6,93 persen terhadap HET,” ujar Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam Executive Forum Media Indonesia yang tayang secara virtual, Kamis (9/3).

Sarwo menegaskan pemerintah sudah melaksanakan rapat koordinasi bersama produsen minyak goreng pada 8 Februari 2023. Hasil rapat tersebut adalah menyepakati komitmen penyaluran minyak goreng ke BUMN Pangan sebesar 29 juta ton per bulan sejak April tahun ini demi menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Sementara itu, Sarwo merinci prognosa neraca pangan nasional periode Januari-Desember 2023 mencatat stok awal minyak goreng ada di angka 831 ribu ton. Sedangkan proyeksi perkiraan produksi dalam negeri tahun ini mencapai 4,9 juta ton.

Dengan kebutuhan bulanan 406 ribu ton dan tahunan mencapai 4,8 juta ton, Sarwo menjelaskan neraca minyak goreng tahun ini masih surplus 896 ribu ton, sehingga tidak diperlukan impor.

Di lain sisi, Badan Pusat Statistik (BPS) mewanti-wanti inflasi yang berpotensi melonjak pada Ramadan dan Idulfitri. BPS mengingatkan di momen tersebut harga komoditas berpotensi naik, termasuk minyak goreng hingga daging ayam.

“Berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, terlihat inflasi pada Ramadan perlu dikelola dengan mengendalikan harga-harga komoditas yang kemungkinan akan dominan mendorong inflasi, di antaranya bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, daging ayam ras, dan beberapa komoditas lainnya,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Rabu (1/3).

BPS mencatat inflasi Februari 2023 sebesar 5,47 persen (year on year/yoy). Sedangkan inflasi bulanan terealisasi sebesar 0,16 persen. Inflasi terjadi karena kenaikan berbagai harga bahan pokok hingga biaya transportasi di Tanah Air.

Penyumbang inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok transportasi sebesar 13,59 persen dengan andil 1,63 persen. Sedangkan penyumbang kedua terbesar inflasi tahunan Februari 2023 adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,23 persen dengan andil inflasi 1,87 persen.

Kenaikan harga minyak goreng ini tidak sesuai dengan janji yang diucapkan Jokowi beberapa waktu lalu. Sebelumnya ia pernah berjanji akan menekan harga minyak goreng di tingkat pasar sehingga harga jual bisa Rp14 ribu per liter.  Ampun dah.! (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan