Kajianberita.com
Beranda Headline Polisi Gelar Olah TKP dan Pra Rekonstruksi kasus Pencabulan 24 Santri di Padang Lawas

Polisi Gelar Olah TKP dan Pra Rekonstruksi kasus Pencabulan 24 Santri di Padang Lawas

Beberapa adegan yang diperagakan saat dilakukan olah TKP dan prarekonstruksi pencabulan 24 santri di Padang lawas

Kasus pencabulan 24 santri di salah satu pesantren cukup ternama di Padang Lawas yang melibatkan  dua oknum  guru mulai memasuki tahap penyidikan lebih dalam. Guna melengkapi berkas pemeriksaan dan keterangan korban, Polres Padang Lawas menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pra-rekonstruksi di lokasi kejadian.

Para santri laki-laki yang menjadi korban serta dua guru yang terlibat sebagai pelaku dihadirkan pada olah TKP itu.  Masing-masing pihak diminta menjelaskan kronologi kejadian, lengkap dengan tempat di mana pencabulan itu dilakukan.

Dari hasil olah TKP itu, Satreskrim Polres Padang Lawas terus melakukan pengembangan kasus pencabulan tersebut. Olah TKP dilakukan di Pesantren Al Mustajaabah, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Kamis (9/3/2023).

Pasa Prarekonstruksi tersebut diperankan sekitar  20 adegan, di antaranya saat pelaku memeragakan aksi pencabulan terhadap para korban di gubuk yang berbeda-beda.

Hasil dari pengembangan kasus pencabulan ini, terungkap kalau salah satu korban telah dicabuli sebanyak lima kali. Kedua pelaku, yakni SD dan MS melakukan tindakan pencabulan secara sendiri-sendiri dengan motif hampir sama, yaitu dengan berpura-pura memberikan pelajaran kepada santri hingga dini hari.

Dua guru tersangka kasus pencabulan santri  saat dimintai keterangannya oleh tim penyidik

Tindakan dua guru itu tentu sangat memalukan pesantren tersebut. Bahkan banyak orangtua yang kemudian memanggil pulang anaknya karena takut atas kejadian itu.

Sementara itu, salah seorang keluarga korban, M Hasibuan mengatakan, selain merusak mental para korban, perbuatan kedua pelaku juga telah mencoreng nama pesantren.

“ Kami meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini dan menjerat kedua pelaku dengan hukuman setimpal,” ujarM Hasibuan.

Usai gelar perkara di TKP pihak kepolisian dan unit Perlindungan Anak Polda Sumut dan Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Padang lawas melakukan pendampingan psikologi dengan memberikan trauma healing di halaman Pesantren Al Mustajaabah.

Usai dilakukan olah TKP, kedua guru yang menjadi tersangka kembali  digiring ke sel Polres  Padang Lawas. Selanjutnya polisi akan melakukan rekonstruksi kasus dalam waktu dekat. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan