Kajianberita.com
Beranda Headline Sukses dalam Menangani Pandemi Covid-19,  Sumut masuk Nominasi PPKM Award

Sukses dalam Menangani Pandemi Covid-19,  Sumut masuk Nominasi PPKM Award

Gubernur Edy Rahmayadi besama tim penanggulangan Covid-19 Sumut saat diwawancarai oleh TIm juri dari PPKM Award melalui zoom meeting Kamis 9 Maret 2023

Pandemi Covid-19 yang menyerang secara global sempat membuat Indonesia sempoyongan. Pandemi itu bahkan menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional terpuruk hingga minus 2,07 persen pada 2020. Menariknya, dari 34 Provinsi di Indonesia, Sumut termasuk wilayah yang cukup berhasil dalam penanganan Covid-19 itu.

Meski di daerah ini juga cukup banyak korban, tapi secara persentasi, masih rendah disbanding sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Atas prestasi itu,  Provinsi Sumut masuk nominasi dalam  kategori yang sukses untuk pengendalian Covid-19 di Indonesia. Dengan demikian Provinsi Sumut berpotensi mendapatkan award untuk prestasi itu.

Hal itu terungkap dalam zoom meeting interview antara tim juri PPKM Award bersama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang tim penanganan Covid-19 Sumut, Kamis (09/03/2023).

Tim Juri PPKM Award yang terdiri dari Fatma Lestari, Hani Basuki dan lainnya mewawancarai Edy Rahmayadi guna mempertanyakan strategi yang dilakukan Pemprov Sumut dalam pengendalian Covid-19 sejak 2020 hingga 2022.

“Saya rasa ini tidak mudah dan strategi yang apa yang sudah dilakukan Pemprov Sumut, sehingga pencapaian pengendalian pandemi ini dapat berjalan dengan baik. Kami ketahui di tahun 2021, Sumut mengalami tekanan dengan melonjaknya pasien Covid-19,” ujar Hani Basuki.

Kepada Tim Juri, Gubernur Edy Rahmayadi memaparkan berbagai upaya dan strategi yang telah dilakukan Pemprov menangani Covid-19 di Sumut.

Edy mengatakan, Pemprov Sumut di awal pandemi juga merasa kewalahan dan dihantui rasa ketakutan, terutama bagi dokter dan juga tenaga medis lainnya yang berada di garda terdepan.

“Terlebih lagi jumlah penduduk Sumut yang berkisar 16 juta orang, sangat sulit untuk dikendalikan. Namun karena peran dari universitas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, kami berkumpul dan bermusyawarah sehingga memperoleh keputusan untuk melakukan new normal,” ujarnya.

Keputusan new normal dilakukan dengan melaksanakan konsep regulasi penanganan Covid-19 dengan program 5M, yakni masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, jaga jarak, jauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi dengan yang lain.

Kemudian strategi selanjutnya, jelas Gubernur Edy Rahmayadi, adalah mengeluarkan anggaran yang dikhususkan pada penanganan Covid-19 yang diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebanyak 14% atau sekitar Rp 364 miliar.

Dijelaskan Gubernur dy Rahmayadi, keputusan new normal diambil dengan tidak melakukan lockdown karena pertimbangan ekonomi rakyat. Meskipun kepanikan terjadi akibat setiap harinya ada saja yang meninggal karena Covid-19.

Sumut juga cukup sukses dalam mendorong antusias warga mendapatkan vaksin.  Dari data yang diperoleh, vaknisasi pada lansia dosis satu sebanyak 95,5%. dan dosis dua 77,86%. Edy juga mengaku sengaja bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba melanggar aturan PPKM itu.

Ia bahkan termasuk melarang upaya sekelompok pemimpin masyarakat yang memaksa hendak mengadakan sekolah tatap muka di saat pandemic itu  masih marak. Sikap tegasnya itu yang membuahkan prestasi sehingga Sumut masuk nominasi untuk PPKM Award.

Ada 15 provinsi di Indonesia yang masuk nominasi PPKM Award ini. Tiga di antaranya Provinsi di Sumatera.  Salah satunya adalah Provinsi Sumatera Utara. Adapun pengumuman pemenang untuk penghargaan ini akan disampaikan pada 20 Maret mendatang. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan