Kajianberita.com
Beranda Nasional WN Ukraina Tinggal di Bali untuk Hindari Perang, Bikin KTP dan KK Bayar Rp 31 juta

WN Ukraina Tinggal di Bali untuk Hindari Perang, Bikin KTP dan KK Bayar Rp 31 juta

Rodion Krynin saat diperiksa di kantor polisi di Bali

Kasus terungkapnya WN Ukraina, Rodion Krynin, yang memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK)  berkebangsaan Indonesia atau WNI, mengungkap fakta baru. Rodion diketahui masuk ke Indonesia tahun 2020 lalu.

Alasan dia masuk ke Bali untuk menghindari perang Rusia-Ukraina. Rodion datang dengan visa tinggal kunjungan B.2.11 berlaku hanya sampai 5 Desember 2022 dan sudah over stay lebih dari 60 hari.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan, selama di Bali dia tinggal  bersama istri dan anak-anaknya. Namun Satake tak merinci apakah istri dan anaknya WNI atau bukan.

“Sehari-hari di Bali hanya berolahraga dan kebutuhannya dikirim oleh keluarganya di Ukraina,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/3).

Satake mengatakan, Rodion mendapatkan e-KTP Indonesia dari seseorang bernama Puji yang dikenalnya dari internet. E-KTP milik Rodion dibuat dengan menggunakan nama Alexander Nur Rudi. Perekaman data dilakukan sekitar Oktober 2022.

Menurutnya, Rodion membayar Puji sebesar Rp 31 juta untuk mendapat e-KTP itu. Rodion saat membuat e-KTP masih berstatus WN Ukraina dan hingga saat ini dia masih berstatus WNA.

KTP palsu yang dimiliki WNA di Bali

“Pembayaran dilakukan dua  kali. Setelah lunas kemudian dua  minggu setelah itu terlapor pergi ke Dukcapil Badung bersama Puji untuk melakukan perekaman sidik jari, foto dan rekam retina,” ujar Satake.

Setelah satu bulan, pada 26 Novemember 2022, Puji menyerahkan akta kelahiran, KK dan e-KTP ke Rodion.

KTP Rodion terungkap palsu ketika petugas Imigrasi melakukan razia WNA. Dia ditangkap di sebuah vila di Kuta, Kabupaten Badung pada Maret 2023 dan kini ditahan di Ruang Detensi Imigrasi Bali.  Rodian sempat menunjukkan KTP dan KK yang ia miliki, namun karena ia kurang paham bahasa Indonesia, petugas menjadi curiga.

Rodian kemudian dibawa ke kantor polisi. Dari situ semua terungkap kalau ia telah menyuap petugas untuk mendapatkan KTP dan KK itu. Polisi saat ini akan mengusut siapa saja yang terlibat dalam pembuatan KTP dan KK palsu itu. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan