Kajianberita.com
Beranda Ekonomi Harga Bawang Putih Masih Terus Nanjak, Tak Beri Keuntungan bagi Petani Sumut

Harga Bawang Putih Masih Terus Nanjak, Tak Beri Keuntungan bagi Petani Sumut

Harga bawang putih di Kota Medan mengalami kenaikan.

MEDAN – Harga bawang putih akhir-akhir ini terus mengalami kenaikan yang cukup tajam.

Kenaikan tersebut justru dinilai tak memberi keuntungan bagi petani khususnya di Sumatera Utara.

Mengingat kebutuhan bawang putih lebih banyak didatangkan dengan cara impor.

Harga bawang putih sebelumnya berada di posisi Rp20.000 per kilogram kini mencapai Rp28.000 per kilogram pada Maret 2023.

Kenaikan harga bawang putih itu bukan dipicu dari kenaikan demand, melainkan memang menjelang bulan Ramadan.

Namun, permintaan untuk sejumlah bahan kebutuhan pokok itu pada dasarnya belum mengalami kenaikan yang signifikan.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan harga bawang putih itu cenderung dipengaruhi oleh kenaikan harga di Negara produsen seperti China.

Adapun tren harga bawang putih sejak akhir tahun lalu mengalami peningkatan yang cukup tajam dan harganya ini lebih tinggi dibandingkan dengan akhir tahun kemarin.

“Saat ini harga bawang putih di Kota Medan ditransaksikan di kisaran harga Rp28.400 per kilogram (PIHPS). Sementara itu, pada Desember 2022 lalu harganya masih di posisi Rp23.200 per kilogram,” kata Gunawan di Medan, kemarin.

Gunawan menuturkan, untuk harga bawang putih dari Negara produsen juga mengalami kenaikan sejak Desember 2022 kemarin.

Namun, tidak menutup kemungkinan bawang putih dijual hingga mencapai Rp30.000 per kilogram.

Harga bawang putih tertinggi yang pernah terjadi dalam satu tahun terakhir, sempat mencapai titik tertingginya pada bulan Maret 2022 di kisaran 8.500-an Yuan per ton.

Harga bawang putih di Kota Medan kala itu rata-rata berada di kisaran angka Rp28.000 per kilogram.

Sehingga mungkin saja harga bawang putih yang saat ini sudah di 28 ribuan per kilogram menjadi harga yang tertinggi di tahun ini.

Walaupun untuk harga bawang putih sendiri juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.

“Kenaikan harga bawang putih sendiri tidak akan memberikan banyak keuntungan bagi petani Sumut. Karena mayoritas kebutuhan bawang putih di Sumut didatangkan dengan cara diimpor,” ujarnya.

Gunawan menuturkan, kenaikan harga bawang putih hanya akan memberikan dampak tekanan inflasi di wilayah ini.

Jadi petani kita tidak akan terusik dengan fluktuasi harga bawang putih tersebut.

Terpisah, salah satu pedagang di Pusat Pasar Medan, Sadrak Tamba mengungkapkan, harga bawang putih menjelang akhir pekan ini mengalami kenaikan dari Rp26.000 per kilogram kini mencapai Rp30.000 per kilogram.

“Kenaikan bawang putih disebabkan pasokan barang yang cenderung berkurang dari biasanya. Untuk per hari, pasokan bisa mencapai 100 kilogram, kini hanya sekitar 70 hingga 80 kilogram,” ungkapnya.

Sadrak menambahkan, diperkirakan kenaikan harga itu dikarenakan menjelang bulan Ramadan dimana sejumlah bahan pokok memang mengalami kenaikan. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan