Kajianberita.com
Beranda Politik Indikasi Penundaan Pemilu 2024 Dianggap Nyata, Waketum Demokrat : Niat Penguasa

Indikasi Penundaan Pemilu 2024 Dianggap Nyata, Waketum Demokrat : Niat Penguasa

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Kabur Harman. (sumber Instagram)

JAKARTA – Upaya penundaaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terindikasi nyata. Indikasi tersebut dari adanya usulan dari berbagai tokoh yang mengamini adanya penundaan pemilu, termasuk para menteri.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, mengatakan berbagai indikasi penundaan Pemilu 2024 itu dilakukan agar dapat melenggangkan kekuasaan saat ini, agar bisa berkuasa lebih dari 2024.

Tanpa menyebut nama, ia meyakini jika usulan penundaan pemilu pasti muncul dari niat penguasa.

“Apakah ada itu? Ada. Saya bisa buktikan. Saya bisa tunjukkan indikasi-indikasinya,” kata Benny saat acara diskusi BroNies salah satu ormas pendukung Anies, di Jakarta yang dilansir dari Liputan6.com, Senin (13/3/2023).

Baca Juga : Demokrat Sumut Siap Menangkan Anies Sebagai Calon Presiden

“Apa indikasi yang paling nyata? Ketua umum-ketua umum partai politik udah ngomong, kan gitu, pembantu-pembantu menteri juga. Kalau pembantu presiden ngomong berarti niat itu datang dari presiden. Masa mau bohong-bohongan lagi,” sambungnya.

Benny juga menanggapi isu terkini atas vonis majelis PN Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan dari Partai Prima melawan KPU. Putusan itu meminta tahapan Pemilu 2024 tidak dilanjutkan dan kembali melakukan tahap verifikasi ulang.

“Jadi kalau semua itu hakim PN pusat yang menunda pemilu emang dia datang begitu saja? Ini kerja sistematis dari kelompok tadi. Jadi menurut saya pada saat ini ada kelompok yang diorganisasikan secara rapi dengan dukungan moral yang sangat kuat untuk menunda pemilu untuk melanggengkan kekuasaan,” ujarnya.

Baca Juga : Anies Kembali Bertemu dengan AHY di Kantor Demokrat Siang ini, Bahas Deklarasi?

Benny juga kembali menyinggung sebuah cerita dikala Presiden Soekarno yang ternyata juga menginginkan menjadi presiden seumur hidup. Atas adanya usulan-usulan dari sejumlah tokoh kepada Presiden Pertama tersebut.

Adanya fakta sejarah ini, dinilai Benny, seperti yang terjadi saat ini. Ketika adanya percobaan melanggengkan kekuasaan dengan memakai suara orang-orang di sekitar penguasa, seperti yang terjadi kepada Soekarno.

“Persis itu yang dilakukan sekarang ini. Presiden tiga periode, perpanjangan masa jabatan presiden ditanya, tidak. Tetapi orang orang sekitarnya tetap menyuarakan perpanjangan masa jabatan, menunda pemilu dengan alasan yang tidak masuk akal lagi,” ungkapnya.

Benny pun berharap masyarakat dapat membuat sebuah gerakan agar tetap menolak adanya upaya-upaya menunda pemilu. Sebab, mau sebaik apa pun penguasa, pemilu harus tetap dijalankan selama lima tahun sekali sebagaimana amanat konstitusi. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan