Kajianberita.com
Beranda Headline Kasus Polisi Tewas di Samosir, Ternyata Minum Racun setelah Gelapkan Uang Warga hingga Rp 2,5 miliar

Kasus Polisi Tewas di Samosir, Ternyata Minum Racun setelah Gelapkan Uang Warga hingga Rp 2,5 miliar

Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman menunjukkan barang bukti penggelapan wajib pajak saat temu pers di Mapolres Samosir Selasa (14/3/2023).

Kasus kematian  Bripka Arfan Saragih, anggota Sat Lantas Polres Samosir, cukup menghebohkan warga Samosir dan sekitarnya. Pasalnya, polisi yang disebut-sebut berwajah tampan dan atletis itu cukup dikenal masyarakat. Arfan Saragih ditemukan tak bernyawa di Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, 6 Februari lalu.

Hasil autopsy kepolisian memastikan bahwa kematian Arfan Saragih karena bunuh diri. Polisi sama sekali tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

Beberapa pekan setelah kematian Arfan Saragih, muncul kegaduhan sebab ternyata selama hidupnya almarhum melakukan penggelapan dana  masyarakat di sekitar Samosir. Kasus itu terbongkat setelah banyak masyarakat datang ke polisi mempertanyakan surat pajak kendaraan mereka yang belum dikeluarkan.

Masyarakat itu semuanya mengaku sudah membayar pajak tersebut kepada Bripka Arfan Saragih.

“Dari sinilah kasusnya terbongkar bahwa semasa hidupnya Arfan terlibat memanipulasi uang biaya pengurusan pajak kendaraan warga,” kata  Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman. Terbongkarnya aksi tipu-tipu anak buahnya itu bermula dari adanya keluhan wajib pajak, yang merasa janggal dengan pembayaran pajak kendaraannya.

Hasil penelusuran Polres Samosir,  Bripka Arfan Saragih telah menipu 300 warga yang tengah mengurus pembayaran pajak kendaraan di UPT Samsat Pangururan. Kemungkinan almarhum tidak bekerja sendirian, bisa jadi ada komplotan yang bermain di balik semua ini.

Tim Penyelidik Sat Reskrim Polres Samosir, kata Kapolres, sebenarnya sudah mencium adanya gelagat yang tidak baik ini. Arfan sempat dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Namun belum lagi tuntas masalah itu, ia kemudian bunuh diri.

Temuan Polres Samosir, Bripka Arfan Saragih bunuh diri dengan cara meminum racun sianida yang dibelinya dari apotik. Jasadnya ditemukan di Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Samosir.

Saat ini Polres Samosir masih terus mendata jumlah warga yang menjadi korban penipuan Arfan Saragih.

“Ratusan orang sudah kami data, dan kami melakukan pemeriksaan internal dipimpin Kasi Propam,” kata AKBP Yogie, Selasa (14/3/2023).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil Propam dan Sat Reskrim Polres Samosir, didapati bahwa Bripka Arfan Saragih melakukan tindakan penggelapan pajak bersama rekannya bernama Acong. Selain itu, ada juga diduga pelaku lain berinisial ET, RB, JM,dan BS. Namun, keempat terduga lain ini belum dijadikan tersangka.

Polisi juga belum berhasil menangkap Acong, orang yang selama ini membantu Bripka Arfan Saragih melakukan penipuan dan penggelapan pajak.

Menurut AKBP Yogie, aksi tipu-tipu pelaku ini menggunakan modus dengan cara pelaku berpura-pura akan membantu korbannya membayar pajak. Korban diminta mengisi data, tapi ternyata dokumen yang diserahkan semuanya palsu.

Dari hasil rangkaian penyelidikan, aksi penggelapan pajak ini sudah berjalan sejak tahun 2018. Sayangnya, setelah Bripka Arfan Saragih tewas, barulah kasus ini terbongkar.

“Kompoltan ini mengisi data palsu. Dan total kerugian yang telah didata sebanyak lebih dari Rp 2,5 miliar,” katanya.

Berkaitan dengan Acong, polisi beralasan akan segera melakukan penangkapan setelah terbit surat daftar pencarian orang (DPO) terhadap pelaku. Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai sosok Acong ini.

Ratusan orang melapor ditipu

Menurut Kepala UPT Samsat Pangururan, Deni Meliala, suda ada 100 orang yang datang kepadanya menyampaikan keluhan. Rata-rata, mereka mengaku sudah membayar tagihan pajak melalui Bripka AS.

Halaman: 1 2
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan