Kajianberita.com
Beranda Headline KPK Kembali Geledah Rumah Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Peranginangin

KPK Kembali Geledah Rumah Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Peranginangin

Mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang saat ini mendekam di penjara karena kasus gratifikasi. Kemarin rumahnya di Langkat kembali digeledah tim KPK

Kasus yang menimpa Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin, seakan tidak pernah habisnya. Setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi, Rencana juga bakal dijerat dengan beberapa kasus lainnya. Kabar terbaru,  pada Selasa kemarin (14/3/2023), KPK Kembali datang ke Langkat untuk menggeledah rumahnya.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri membenarkan penggeledahan itu. Ia mengatakan, ada lima lokasi yang digeledah oleh KPK. Satu diantaranya rumah pribadi Bupati Langkat Nonaktif itu.

“Ada lima lokasi, diantaranya, rumah tersangka TRP dan rumah pihak terkait dengan perkara ini,” ujar Ali Fikri, Rabu (15/3/2023) sore.

Selain rumah,  tim penyidik KPK juga menggeledah kantor PDAM Tirta Wampu Kabupaten Langkat. Dari kegiatan tersebut, tim berhasil mengamankan beberapa dokumen terkait beberapa perkara ini.  Namun tidak dijelaskan jenis perkara itu.

Setelah kantor PDAM, KPK juga menggeledah sejumlah kantor dinas di Kabupaten Langkat, termasuk   kantor Dinas PUPR. Penggeledahan berlangsung pada pukul 10.30 WIB.  Kedatangan KPK ini mendapatkan pengawalan ketat dari pasukan Brimob Polda Sumut.

baca Juga: Hukuman untuk Mantan Bupati Langkat Terbit Perangin-Angin Dikurangi, KPK Ajukan Kasasi  

Plt Kepala Dinas PUPR Langkat, Khairul Azmi membenarkan adanya penggeledahan itu.

“Iya KPK datangi kantor Dinas PUPR Langkat,” ujar Azmi. Tapi ia tidak tahu dokumen apa yang hendak dicari KPK dari kantor tersebut. Mencuat kabar kalau penggeledahan itu masih terkait soal gratifikasi.

“Kedatangan mereka soal kasus gratifikasi Pak Cana (Terbit), mereka mengecek kembali,” ujar Azmi.

Meski demikian, tak ada barang-barang maupun berkas yang dibawa tim KPK dari kantor Dinas PUPR Langkat.

Semetara itu, Terbit Rencana Peranginangin masih mendekam dipenjara setelah divonis 9 tahun oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta. Belakangan vonis itu dikurangi menjadi 7,5 tahun di tingkat banding.

Sebelumnya Terbit Rencana dituntut kasus penerimaan gratifikasi dari sejumlah pengusaha terkait proyek di Langkat. Ia juga bakal dijerat kasus pelanggaran HAM karena memenjarakan sejumlah orang di belakang rumahnya dengan dalih rehabilitasi korban narkoba. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan