Kajianberita.com
Beranda Headline Pemerintah Tetapkan Harga Beli Beras Nasional, Segini Besaran Harga per Zona

Pemerintah Tetapkan Harga Beli Beras Nasional, Segini Besaran Harga per Zona

Presiden Joko Widodo kembali menetapkan HET untuk harga pangan. Akankah dipatuhi pedagang?

Harga beras yang terus melambung membuat masyarakat kian menjerit. Pemerintah mulanya sempat membantah fakta harga beras yang tinggi ini.  Namun setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, pemerintah tidak bisa lagi menutup mati. Mereka tidak bisa membohongi realitas di lapangan.

Untuk mengatasi harga beras yang terus melambung,  Pemerintah,  melalui  Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengungkapkan kalau pihaknya telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) serta harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras.

Arief mengatakan ketetapan itu berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diambil dalam ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/3).

“Salah satu yang diminta oleh Pak Presiden untuk diselesaikan segera dan sudah selesai adalah mengenai HPP, harga pembelian pemerintah, kemudian yang satu lagi harga eceran tertinggi,” ujar Arief dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Untuk harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 5 ribu dan GKP di tingkat penggilingan Rp 5.100. Sementara itu, untuk gabah kering giling (GKG) ditetapkan di harga Rp 6.200 dan GKG di gudang Perum Bulog Rp 6.300.

Kemudian beras di gudang Perum Bulog dengan derajat sosoh 95 persen, kadar air 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, butir menir maksimum dua persen, harganya Rp 9.950.

Adapun untuk perhitungan harga eceran tertinggi (HET), pemerintah menetapkannya berdasarkan sistem zonasi. Zona satu meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi. Zona dua untuk Sumatera selain Lampung dan Sumatra Selatan. Harga itu juga termasuk di NTT, Kalimantan. Zona tiga untuk Maluku dan Papua.

Sumatera Utara termasuk wilayah zona dua.

Untuk HET beras medium, zona satu Rp10.900, untuk zona dua Rp11.500, untuk zona tiga Rp11.800. Kemudian untuk beras premium, zona satu Rp 12.900, zona dua Rp 14.400, dan zona tiga Rp 14.800.

“Ini Pak Presiden meminta untuk segera diumumkan sedangkan perundangannya dalam proses sehingga ini dapat diberlakukan segera,” tandasnya.

Apakah HET itu dipatuhi?

Langkah Pemerintah menetapkan HET untuk beras itu bisa jadi bakal membuat aib pemerintah teruak lagi. Pasalnya, bukan sekali ini saja Pemerintah menetapkan   HET untuk barang kebutuhan pangan. Sebelumnya Pemerintah juga telah menetapkan HET untuk minyak goreng sebesar Rp 14.000 per liter.

Namun kenyataanya di lapangan, pedagang tidak ada yang mau menjual minyak goreng seharga yang dijanjikan Pemerintah itu. Saat ini harga minyak goreng curah sudah mencapai  Rp 18.000 per liter.

Apakah HET untuk beras yang ditetapkan Pemerintah akan kembali diabaikan para pedagang di pasar?

“Jika harga tersebut tidak benar adanya, maka itu menjadi bukti kalau Pemerintahan sekarang sungguh tidak tahu malu. Selalu berjanji kepada masyarakat, tapi tidak bisa direalisasikan,” ujar Rizal, seorang warga di Medan. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan