Kajianberita.com
Beranda Sumut Kasus Penganiayaan oleh Anak Kasat Nakoba Dilanjutkan, Polisi Diminta Tidak Lindungi Pelaku Utama

Kasus Penganiayaan oleh Anak Kasat Nakoba Dilanjutkan, Polisi Diminta Tidak Lindungi Pelaku Utama

Teuku Shehan, mahasiswa Kedokteran UISU saat menunjukkan foto luka yang dialaminya

Polrestabes Medan telah menaikkan status laporan Mahasiswa UISU, Teuku Shehan Arifa, yang diduga dianiaya Taruna Akmil berinisal Zuan Hendru ke tahap penyidikan.  Zuan Hendru adalah  putra dari Kasat Narkoba Polres Deli Serdang Kompol Zulkarnaen. Namun belum ada penetapan tersangka.

“Untuk perkara ini sudah di tahap penyidikan. Saksi yang sudah diperiksa ada enam orang. Ada tiga orang saksi lagi yang kita periksa untuk kelanjutannya,” kata PS Kasat Reskim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, Selasa (21/3/2023).

Fahtir menjelaskan ada satu orang terduga pelaku yang sejauh ini didapati dari hasil penyelidikan. Tetapi, ia menegaskan kalau pelaku bukanlah Zuan yang berstatus taruna Akmil, melainkan adik Zuan Bernama Zofan.

“Kalau nanti ada kaitannya dengan Taruna akan kita koordinasikan dengan POM TNI. Sampai sekarang belum ada yang mengarah ke sana,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Shehan menjelaskan peristiwa yang dialaminya terjadi pada Sabtu (18/3/2023) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kejadian, Shehan mengaku sedang mengendarai mobil bersama dua teman perempuannya melewati pintu keluar Komplek Tasbi I, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

“Tiba-tiba kami dicegat dua mobil. Lalu, ada dua orang keluar. Saya pun keluar dan menanyakan ada apa. Terus mereka bilang ada yang mau dibicarain,” kata Shehan saat diwawancarai di depan kantor Denpom 1/5 Medan, Selasa (14/3/2023).

“Tak lama saya dipukul oleh dua orang. Salah satunya Zuan. Luka yang saya dapati di pelipis mata sampai mendapat empat jahitan. Lebam di beberapa bagian wajah dan bibir saya pecah,” tambahnya.

Baca juga: Keluarga Shehan Bertekad Bawa Kasus Penganiayaan oleh Taruna Akmil ke Pengadilan

Shehan kemudian melapor ke Polrestabes Medan. Ia menuding Zuan telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap dirinya.

Belakangan ia tahu bahwa Zuan adalah Taruna Akmil yang sedang liburan di Medan. Oleh karena itu Shehan melanjutkan pengaduan ke Denpom Kodam I/BB.

Sementara itu Kasat Narkoka Polresta Deli Serdang Kompol Zulkarnain mengakui bahwa anaknya memang telah menganiaya Shehan. Penganiayan itu dipicu soal asmara. Hanya saja Zulkarnain mengatakan yang menganiaya Shehan adalah Zofan, bukan Zuan, anaknya yang taruna Akmil. Zuan dan Zofan adalah kakak beradik.

Tapi pernyataan itu dibantah oleh Shehan. Sebagai korban, ia melihat sendiri kalau yang menganiayanya  adalah Zuan. Pernyataan Zulkarnaen bahwa anaknya Zuan tidak menganiaya hanyalah upaya untuk menyelamatkan anaknya agar tidak terkena sanksi dari Akademi Militer. Apalagi Zuan saat ini sudah Kembali ke Magelang mengikuti pendidikan Akmil.

Shehan mengaku akan sangat kecewa sekali kalau Polisi berupaya melindungi Zuan. Ia ingin kasus ini diungkap sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Hukum harus ditegakkan secara adil. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan