Kajianberita.com
Beranda Olahraga Kisah Kasih SBY dan Ani Yudhoyono di balik Kejayaan Tim Voli Lavani Allo Bank

Kisah Kasih SBY dan Ani Yudhoyono di balik Kejayaan Tim Voli Lavani Allo Bank

SBY dan AHY bersama seluruh tim Lavani dan pendukung saat merayakan kemenangan Lavani Allo Bank menjuarai proliga 2023. Ini adalah juara kedua berturut-turut diraih Lavani di tingkat nasional

Untuk kedua kalinya berturut-turut tim voli Jakarta Lavani Allo Bank berhasil menjuara liga voli nasional, Proliga 2023. Susilo Bambang Yudhoyono selaku pendiri dan pembina tim itu terlihat bahagia. Ia tentu saja cukup puas, sebab perjuangannya untuk membina talenta muda Indonesia berhasil menuai prestasi terbaik nasional.

Padahal Lavani adalah tim voli yang relative masih baru. Baru dua kali ikut berpartisipasi pada Proliga, tapi langsung menunjukkan prestasi membanggakan. SBY dibantu anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam membesut tim ini.

Dengan prestasi itu, tak heran jika skuat Lavani banyak yang dilirik masuk dalam tim voli nasional. Tim ini telah pula berhasil menggondol sejumlah prestasi di tingkat Asia Tenggara. Tim Voli nasional yang bermaterikan sejumlah pemain Lavani bahkan dikategorikan sebagai tim terbaik Asia tenggara saat ini, menggeser tim Thailand yang sebelumnya lebih mendominasi.

Sukses menjuarai proliga 2023, SBY berharap tim asuhannya itu mampu mempertahakan prestasi di tahun depan, mengingat persaingan di Proliga begitu ketat dengan hadirnya sejumlah pemain asing. Oleh karena itu ia bertekad akan menyiapkan porsi latihan yang lebih ketat, serta pelatih yang lebih berpengalaman.

Bagi SBY, mengembangkan Lavani merupakan bentuk cinta kasihnya kepada alumarhum istrnya, Kristiani Herrawati alias Ani Yudhoyono yang wafat pada 1 Juni 2019. Ada kisah romantic di balik kehadiran tim Lavani ini.

Bermula dari Tugas Prajurit

Sebagaimana diketahui, Kristiani Herrawati  atau Ani Yudhoyono adalah istri yang selalu mendampingi SBY di manapun ia bertugas sejak muda. Macam-macam cobaan hidup yang mereka alami dalam pernikahan itu. Dari urusan gaji kecil hingga pindah ke daerah konflik.

Pasangan itu pernah hidup di daerah terpencil, tinggal di wilayah konflik dan berbaur dengan masyarakat pedalaman. Di sela-sela waktu yang ada, Ani dan SBY kerap bermain voli bersama masyarakat desa. Ani dan SBY punya ketertarikan yang sama kepada olahraga voli.

Waktu-waktu yagn disi pasangan ini selama hidup di desa kerap diwarnai  dengan bermain voli. Suka duka selama hidup berpindah-pindah sebagai prajurit selalui dilalui Ani dengan penuh suka cita sampai SBY jadi Presiden Indonesia.

Pengorbanan itu membuat SBY terharu. SBY pun mendirikan klub bola voli untuk mengenang istrinya: Ani Yudhoyono. LaVani, namanya.

Tiada sosok panutan yang mengisi ruang besar dalam hidup Ani selain ibunya, Sunarti Sri Hadiyah. Tindak-tanduk ibunya sebagai istri Sarwo Edhie Wibowo yang seorang prajurit jadi bekal berharga. Kesaharian ibunya mengurus rumah tangga begitu mengispirasi Ani.

Ani Yudhoyono pun diajarkan ibunya untuk mencintai rumah. Pesan ibunya sangat jelas. Setinggi apapun kaum wanita, rumah adalah sesuatu yang harus disentuh. Tidak boleh tidak. Pun wanita harus andal dalam urusan manajerial rumah tangga.

SBY begitu bangga meneria piala kemenangan untuk tim yang didirikannya

Kemampuan mengelola uang dianggap paling panting. Apalagi mendedikasikan hidup sebagai istri prajurit sudah tentu bersentuhan dengan hidup pas-pasan. Kondisi itu harus dihadapi dan tak banyak mengeluh.

Bekal itulah yang kemudian diadopsi Ani ketika menikah dengan SBY pada 1976. Ia memahami risiko hidup sebagai istri seorang prajurit. Ia selalu siap sedia menerima kelebihan dan kekurangan suaminya. Pun ia siap untuk pindah kapan saja, sewaktu suaminya pindah tugas.

Segala macam cobaan hidup itu dijalani Ani Yudhoyono dengan suka cita. Kesetian itu membuahkan hasil. SBY mampu menaiki tangga kariernya di militer sampai menjadi seorang jenderal hingga menteri. Bahkan, kemudian SBY mampu menjadi orang nomor satu Indonesia. Dua periode pula. Periode pertama 2004-2009 dan periode kedua 2009-2014.

“Ketika saya mengarungi bahtera rumah tangga dengan SBY, saya hirup hawa dan seni kehidupan yang sama. saya larut dalam perjalanan tugas-tugas SBY dan mempraktikkan rumus kekuatan ibu. Saya mengikutinya kemana pun ia ditugaskan. Saya didik diri saya untuk tidak banyak mengeluh. Sebab, setiap keluhan saya adalah beban untuk SBY dalam menjalankan tugasnya.”

“Resiko jadi istri tentara, tak perlu dipertanyakan lagi. Kami pernah tinggal di tangsi, hidup darurat di Bali, bermukim lama di Dili dalam keadaan tak aman, hijrah ke Amerika, dan ke tempat-tempat lainnya. dalam banyak hal, secara alamiah, para istri prajurit telah dididik untuk tidak menuntut, tapi beradaptasi. Tidak mengeluh, tapi memahami, tidak menyerah, tapi memperkuat diri,” ungkap Ani Yudhoyono dalam buku Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati (2018).

LaVani adalah Love Ani

Kesetiaan keduanya abadi. Sebab, ajal saja yang mampu memisahkan SBY dan Ani. SBY dengan setia mendampingi Ani hingga ajal menjemputnya pada 1 Juni 2019. Istri yang dicintainya itu karena penyakit yang dideritanya –kanker darah– di National University Hospital (NUH), Singapura.

Kehidupan SBY dan keluarga terguncang hebat. SBY kehilangan sosok sahabat, motivator, dan juga istrinya. SBY pun memberikan ruang yang besar untuk kesedihannya. Kemudian, ia bangkit kembali secara perlahan-lahan.

Tim Voli Lavani Allo Bank saat beraksi di lapangan.

Ia pun mengakui Ani memiliki jasa besar dalam setiap perjalanan hidupnya. SBY kerap memujinya dalam tiap kesempatan. Puncaknya, SBY ingin memberikan sebuah penghargaan besar bagi Ani Yudhoyono. Ia mendirikan sebuah klub bola voli profesional. LaVani, namanya.

LaVani didirikan SBY pada 1 Desember 2019. Nama itu dipilih SBY sebesar-besarnya untuk mengenang dan mengekspresikan kecintaannya kepada Ani: Love Ani atau cinta Ani. Kehadiran LaVani pun membantu merebut hati pecinta bola voli Indonesia.

Klub yang masih seumur jagung dan dihuni talenta nasional itu dapat bersaing dengan klub voli besar, macam Jakarta Bhayangkara Presisi hingga Jakarta BNI 46. Puncaknya LaVani mampu menjelma sebagai juara back to back Proliga pada 2022 dan 2023. Suatu pencapaian yang luar biasa untuk LaVani.

“Pada tanggal 1 Desember 2019, saya dan teman-teman mendirikan klub bola voli yang selanjutnya diberi nama LaVani. Nama ini, yang berlafalkan ‘Love Ani’ atau ‘Sayang Ani’ adalah untuk mengenang dan mengekspresikan cinta abadi kepada istri tercinta Ani Yudhoyono, yang telah berpulang ke rahmatullah pada tanggal 1 Juni 2019.”

“Mayoritas atlet LaVani saat ini adalah para siswa SMA. Mereka berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau. Pelatihan dan pembinaan dipusatkan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Semoga LaVani dapat terus berkembang dan dapat memperkuat olahraga bola voli nasional kita,” terang SBY dalam Kanal Youtubenya kala memperkenalkan theme song LaVani Forever, 21 Juni 2020.  (voi/faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan