Kajianberita.com
Beranda Headline Konser Dihadiri Ribuan Penonton Boleh, Berbuka Puasa Bersama Dilarang, Ada Apa dengan Jokowi?

Konser Dihadiri Ribuan Penonton Boleh, Berbuka Puasa Bersama Dilarang, Ada Apa dengan Jokowi?

Presiden Jokowi saat menonton konser band rock asal Inggris, Deep Purple, di Solo, Jateng, Jumat (10/3/2023).

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan surat edaran yang melarang para pejabat menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama selama Ramadan 2023 ini.  Kebijakan itu telah pula diikut dengan terbitnya surat dari Sekretaris Kabinet, Pramono Anung yang isinya meminta Menteri Dalam Negeri menindaklanjuti kebijakan itu ke berbagai daerah.

Dengan begitu, larangan berbuka puasa bersama menjadi sebuah kebijakan yang berlaku nasional. Gubernur, Bupati dan para pejabat di seluruh negeri diminta tidak menyelenggarakan acara apapun yang ada kaitannya dengan berbuka puasa bersama.

“Ini adalah perintah dari Presiden Joko Widodo,” ujar Pramono Anung.

Alasannya, karena pandemic Covid-19 masih belum sepenuhnya tuntas di negeri ini. Joko Widodo sepertinya sangat takut kalau Covid-19 akan marak lagi kalau acara berbuka puasa Kembali menjadi trending selama ramadan ini.

Saya dan banyak orang tentunya sangat terkejut dengan seruan ini. Betapa tidak, presiden  begitu gamblang menunjukkan kepada public tentang tingkahnya yang berjoget ria, bersenang- senang,  bahkan turut bernyanyi saat menontont konser music yang dihadiri ribuan orang.

Pada 11 Februari lalu misalnya, Jokowi bersama istrinya iriana, anaknya Kahiyang, serta menantunya Bobby Nasution menonton konser music Dewa19 di Pardede Hall, Medan, berbaur dengan ribuan masyarakat yang begitu antusias menyaksikan acara itu.

Tidak puas cuma menonton Dewa-19, tatkala Deep Purple menggelar konser di Solo 11 Maret lalu, Jokowi, istrinya dan sejumlah pejabat negara secara khusus terbang dari Jakarta hanya untuk menonton acara tersebut. Jumlah penonton yang hadir di acara itu bahkan mencapai belasan ribu orang.

Selama menonton konser music itu, Jokowi sama sekali tidak memakai masker. Ia duduk begitu rapat dengan penonton lainnya. Sesekali ia berdiri untuk ikut bernyanyi bersama penonton. Seru sekali tentunya.

Pun ketika Band Noah menggelar konser di Medan pada Sabtu 18 Maret lalu,  Ibu Negara Iriana terbang langsung dari Jakarta untuk menyaksikan acara tersebut. Ia hadir ditemani anaknya Kahiyang dan menantunya Bobby Nasution.

Iriana duduk paling depan di barisan tribun Medan International Convention Center. Istri Presiden Jokowi ini tampak cantik menggunakan setelan baju kasual berwarna pink. Ia duduk tepat di sebelah Kahiyang di kursi yang tidak jauh dari podium utama.

Sepanjang konser, Iriana asyik berjoget dengan menggerakkan kedua tangannya. Momen semakin spesial ketika Ariel Noah mendekat ke mereka. Ia pun menyanyikan beberapa lagu di depan Iriana, seperti lagu Bintang di Surga maupun Semua Tentang Kita.

Saat Iriana asyik berjoget santai, Kahiyang dengan outfit gelap juga tampak sesekali mengabadikan momen ketika Ariel mendekat ke arah dirinya. Kahiyang  juga beberapa kali ikut melantunkan lagu-lagu hits Noah. Ibu Negara dan keluarganya tampak akrab berbaur dengan ribuan penonton yang hadir di ruangan itu.

Surat Edaran terkait larangan acara berbuka puasa bersama

Selama menonton konser-konser itu, Joko Widodo dan Ibu Iriana sama sekali tidak pernah mempersoalan ancaman Covid-19. Lagipula Jokowi memang sudah menyampaikan seruan kepada masyarakat bahwa ancaman Covid-19 sudah  mereda di negeri ini.  Wajib maskter tidak berlaku lagi.

Seruan Jokowi soal tidak wajib pakai masker disampaikannya lagi pada 23 Februari lalu. Bahkan di dalam ruangan sekalipun, Jokowi menegaskan kewajiban memakai masker tidak berlaku lagi.

“Karena memang PPKM sudah dicabut jadi sudah tidak wajib lagi pakai masker, apa lagi di luar ruangan,” ujarnya.

Seruan Jokowi itu mendapat dukungan dari sejumlah pejabat negara dan ahli medis.  Sampai-sampai ada pejabat negara yang mengatakan, yang masih pakai masker di masa sekarang ini  dianggap agak sakit.

Semua orang tentu menyambut suka cita pengumuman itu. Wajar saja jika Jokowi dan ibu Iriana tak pernah ragu bergabung dengan ribuan massa dalam sebuah ruangan tertutup, tanpa memakai masker sama sekali. Jokowi telah menunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa Covid-19 tidak lagi menjadi ancaman.

Namun kejutan terjadi di bulan Ramadan ini dengan munculnya seruan kepala negara bahwa acara berbuka puasa tidak boleh dilakukan oleh para pejabat negara. Alasannya, pandemic Covid-19 masih mengancam. Masyarakat harus hati-hati!

Seruan Jokowi ini sangat berbeda dengan prilaku yang ditunjukkannya saat menonton konser music bersama ribuan massa. Kala itu sama sekali tidak ada ketakutan dirinya terhadap ancaman Covid-19. Namun untuk acara berbuka bersama, yang mungkin hanya dihadiri puluhan orang, Jokowi menganggap berbahaya.

Tentu saja kebijakan ini membuat bingung banyak orang. Ada apa dengan Jokowi?

Itulah pertanyaan yang muncul di ruang public. Apakah dalam benaknya bahwa Covid-19 akan berubah lebih ganas saat acara ramadan? Sementara untuk konser music dengan situasi yang lebih gemuruh dengan penonton yang berjubel, Covid-19 sama sekali tidak menghadirkan ancaman.

Sekali lagi, ada apa dengan Jokowi? Apakah dia berpikir bahwa Covid-19 sangat benci dengan acara berbuka puasa bersama sehingga virus ini siap menyerang semua orang yang hadir di acara itu? Sementara untuk acara konser music, virus ini tak berkutik. Atau mungkin saja virus ini  larut bersama penonton menikmati suara soundsystem yang begitu hingar bingar.

Entahlah. Tidak jelas bagaimana jalan pikiran presiden ini. Membingungkan. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sampai merasa heran.

“Lho, konser music sepertinya sudah bebas. Mengapa berbuka puasa bersama tidak bisa?” ujarnya.

Keheranan Edy ini sangat wajar sebab dalam sebulan terakhir ini konser music seakan begitu merajalela di Indonesia. Selain penampilan band Dewa 19, Deep Purple,  dan Noah yang ditonton keluarga Jokowi, ada pula mega konser Blackpink yang sukses mengguncang Jakarta raya.  Sebelumnya, Raisa sempat pula menggoyang stadiun Gelora Bung Karno.

Tapi anehnya, acara berbuka puasa kok dilarang. Ada apa dengan Jokowi?

Nalar saya sulit untuk memahami pelarangan ini. Ketika saya mendengar orang-orang di pasaran mengatakan Jokowi terkesan alergi dengan acara berbuka puasa bersama, saya hanya bisa tersenyum. Saya menganggap tuduhan itu tidak benar, tapi tidak punya argument untuk membantah. Apalagi tatkala orang-orang itu  membandingkan dengan aksi Jokowi saat menonton konser music.

Sementara di sejumlah grup WhatsApp, berbagai kritikan keras mencuat menanggapi seruan Jokowi itu. “Buang saja ke tong sampah surat edaran itu! Anggap angin lalu saja!” ujar seorang sahabat.

Malah ada suara lebih lucu lagi yang menyarankan agar acara berbuka puasa bersama sebaiknya diwarnai dengan konser music hingga larut malam. Tak usah dengan acara do’a atau sholat berjamaah.  Mungkin kalau itu yang dilakukan, surat edaran terkait larangan berbuka puasa bersama tidak pernah ada.

Apakah harus begitu aturan yang diterapkan di negeri ini? Saya pun bingung.

Saya hanya berharap, para pejabat atau siapun yang ingin menggelar acara buka puasa bersama, sebaiknya dijalankan saja. Tak perlu takut. Ada banyak sekali foto-foto Jokowi dan Iriana yang bernyanyi riang saat menonton konser music selama sebulan terakhir ini.

Sebaiknya cetak foto itu besar-besar dan pampangkan di pintu masuk ruangan tempat acara berbuka puasa diselenggarakan. Mungkin  virus Covid-19 akan lari tunggang langgang saat melihat foto itu. Dengan begitu, tradisi berbuka puasa bersama tetap bisa berjalan.

Akan lebih bagus lagi kalau pejabat di negeri ini menggelar buka puasa bersama anak-anak yatim, orang miskin dan warga terlantar lainnya. Mari jadikan Ramadan sebagai momen berbagi.  Dalam kondisi Sekarang ini, siapapun ahli medisnya, saya yakin pasti akan mengatakan  bahwa acara berbuka puasa bersama jauh lebih aman ketimbang menonton konser Deep Purple dan Dewa-19..!***

Ahmady, warga pinggiran Desa Namorambe, Deli Serdang, Sumut

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan