Kajianberita.com
Beranda Headline Ungkap Kematian Bripka Arfan Saragih, Polda Sumut Periksa  Kapolres dan Mantan Kapolres Samosir

Ungkap Kematian Bripka Arfan Saragih, Polda Sumut Periksa  Kapolres dan Mantan Kapolres Samosir

Kapolda Irjen Panca Putra Simanjuntak

Sejak mengambil alih kasus kematian Beripka Arfan Saragih, Polda Sumut terus bergerak mengurai perjalanan dan kasus yang dialami anggota Satlantas Polres Samosir itu. Sejumlah mantan Kapolres dan Kapolres aktif  Samosir diperiksa Propam Polda Sumut guna mendapat informasi lebih lanjut terkait kematian Arfan dan juga kasus penggelapan pajak kendaraan senilai Rp 2,5 miliar yang  dilakukannya.

Diketahui, penggelapan pajak yang dilakukan Bripka Arfan Saragih bekerjasama dengan empat pegawai honorer Bapenda UPT Samsat, Pangururan Samosir ini sudah berlangsung sejak tahun 2018 hingga tahun 2023 awal.

Tidak jelas siapa saja mantan kapolres  Samosir yang diperiksa Propam Poldasu. Namun menurut data yang ada, sejak tiga tahun terakhir perwira menengah yang pernah menjabat pada periode itu ialah AKBP Agus Darojat, AKBP M Saleh dan AKBP Joshua Tampubolon. Sedangkan Kapolres yang menjabat saat ini adalahj AKBP Yogie Hardiman.

Polda Sumut juga meminta keterangan dari  Kasat Lantas Polres Samosir dan Kanit Regident.

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan,  akan menindak tegas pejabat atau mantan Kapolres Samosir yang terlibat.

“Tim juga bekerja melakukan secara maraton pendalaman dan pemeriksaan terhadap satu Kapolres Samosir. Kedua, Kapolres sebelumnya yang berkaitan dengan dugaan bagaimana proses terjadinya penggelapan tersebut. Ketiga, Kasatlantas dan Kanit Regident,”kata Panca Putra Simanjuntak, Selasa (28/3/2023).

Dalam kasus ini Polda Sumut menangani dua perkara yakni penggelapan pajak kendaraan dan soal kematian Bripka Arfan Saragih.

Untuk penggelapan, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena polisi masih terus mengumpulkan bukti. Sejauh ini kurang lebih hampir 200 masyarakat yang melapor. Kemudian untuk kematiannya, Polisi memeriksa saksi baru yang melihat kendaraan Arfan tak jauh dari lokasi.

Polisi juga telah memeriksa kurir jasa pengiriman barang yang mengantarkan diduga racun ke Arfan.

Pemeriksaan Awal

Yang pertama diperiksa Propam Polda Sumut adalah Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman. Namun, pemeriksaan terhadap Kapolres Samosir baru sebatas mengenai mekanisme penggelapan pajak yang dilakukan Bripka Arfan Saragih.

Menyangkut soal kematian Bripka Arfan Saragih, AKBP Yogie Hardiman belum dimintai keterangannya.

“Diperiksa kapasitas sebagai Kapolres. Mengenai mekanisme kasusnya,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Selasa (28/3/2023).

Menurut Hadi, AKBP Yogie Hardiman diperiksa pada Senin 27 Maret 2023 kemarin. Selain Kapolres, Propam Polda Sumut juga memeriksa personel Sat Narkoba Polres Samosir, sebagai orang yang pertama kali menemukan Bripka Arfan Saragih.

Kemudian, pemeriksaan ini juga terkait laporan keberatan istri almarhum Bripka Arfan, bernama Jenni Simorangkir yang menduga suaminya bukan mati bunuh diri.

Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Polda Sumut segera memeriksa Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, terkait kematian Bripka Arfan Saragih.Pasalnya, sebelum Bripka Arfan Saragih ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, korban sempat diancam oleh Kapolres Samosir.

“Apakah benar Kapolres Samosir mengancam almarhum seperti yang diduga keluarga,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, Senin (27/3/2023).

Poengky mengatakan, pekan depan Kompolnas akan datang ke Sumut turut mengawasi tim yang dibentuk Polda Sumut dalam mengusut kematian dan penggelapan pajak yang dilakukan Bripka Arfan Saragih dan empat pegawai honorer Bapenda di UPT Samsat Pangururan, Samosir. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan