Kajianberita.com
Beranda Headline Lampu Pocong Bobby tidak Hanya Sarat Masalah, Tapi Memperburuk Kota Medan

Lampu Pocong Bobby tidak Hanya Sarat Masalah, Tapi Memperburuk Kota Medan

Salah satu pemandangan di Pusat Kota Medan yang memperlihatkan lampu pocong terbengkalai

Proyek Lampu hias di tengah Kota Medan yang tidak kunjung selesai kini telah mendapat julukan baru, yakni Lampu Pocong Bobby. Jukukan itu diberikan karena konstruksi lampu itu dianggap mirip seperti setan pocong. Dan Bobby adalah walikota yang memimpin proyek itu.

Atas dasar itu, banyak warga Kota Medan menjulukinya sebagai Lampu Pocong Bobby.

Keberadaan Lampu pocong itu bukan hanya melahirkan banyak masalah karena tidak kunjung selesai, tapi juga membuat pemandangan kota Medan menjadi unik. Banyak warga menilai, keberadaan lampu itu tidak memberi manfaat apapun bagi wajah Kota Medan.

Sampai-sampai Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE yang merupakan rekan satu partai Bobby menyebut proyek lampu itu sebagai program memalukan. “Sama sekali tidak ada manfaatnya,” ujar Hasyim.

Banyak nya kritik warga terhadap Lampu Pocong itu rupanya membuat Bobby gerah juga. Ia mencoba mencari alasan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan apapun dalam proyek lampu itu.

Oleh karena itu, Bobby meminta inspektorat untuk memeriksa proyek lampu jalan.  Bobby mengakui,  permintaannya itu lantaran masih banyak masyarakat Kota Medan yang mengkritik dan mengoreksi pekerjaan tersebut.

Pemeriksaan ini dikatakan Bobby Nasution bertujuan, untuk mengetahui proyek  sudah sesuai dengan spek  dan konsep yang ditetapkan.

“Lampu jalan ini kami minta  untuk inspektorat Kota Medan memeriksa pekerjaannya. Sebab masih banyak masyarakat yang mengkritik proyek ini,” jelasnya, Kamis (30/3/2023).

Namun banyak warga menilai langkah Bobby itu sangat aneh. Pasalnya, Inspektorat adalah lembaga yang berada di bawah naungannya. Oleh karena itu sangat sulit dipercaya kalau inspektorat akan berani mengkritik Bobby.

Warga berharap seharusnya yang menilai proyek itu adalah Badan pemeriksa Keuangan (BPK). Sayang nya, BPK belum bisa mengaudit  proyek lampu jalan itu, sebab  pembayaran belum 100 persen dilakukan sehingga yang bisa memeriksa proyek ini inspektorat Pemko Medan.

Bobby sendiri mengakui kalau ia sudah memanggil tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memegang proyek tersebut. Antara lain, Dinas Pertamanan dan Kebersihan yang sudah dileburkan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Kontruksi (SDABMBK) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Medan.

“Hasil pemanggilan itu, tiga  OPD ini tidak ada yang memberikan jawaban yang jelas, makanya saya minta Inspektorat untuk memeriksanya,” tukasnya

Untuk diketahui Pemko Medan membangun lampu jalan di delapan ruas jalan di Kota Medan dengan total biaya Rp 25,7 miliar. Sementara untuk setiap tahunnya, Pemko Medan harus mengeluarkan biaya listrik guna penerangan jalan hingga Rp 253 miliar per tahun.

Semua biaya itu terbuang percuma, sebab program Bobby itu bukan hanya membuat pemborosan keuangan daerah, tapi juga merusak perwajahan Kota Medan. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan