Kajianberita.com
Beranda Headline Lagi, Penyidik KPK Dicopot Karena Menentang Keinginan Firli Menjerat Anies Baswedan di Kasus Formula E

Lagi, Penyidik KPK Dicopot Karena Menentang Keinginan Firli Menjerat Anies Baswedan di Kasus Formula E

Brigjen Endar Priantoro mengakui kalau pencopotanya dari KPK karena berbeda pendapat dengan Firli Bahuri soal Formula E. Firli sendiri ngotot ingin menjerat Anies dalam kasus Formula E itu

Keinginan ketua KPK Firli Bahuri untuk menjerat Anies Baswedan terkait dalam Kasus korupsi penyelenggaraaan Formula E semakin terlihat jelas. Siapapun yang menentang keinginan itu, langsung dipindahkan. Salah satu anggota penyidik yang baru dipindahkan adalah  Brigjen Endar Priantoro.

Usai dikembalikan posisinya ke Mabes Polri, Brigjen Endar Priantoro akhirnya mengakui kalau pencopotanya dari KPK karena berbeda pendapat dengan Firli Bahuri soal Formula E di DKI Jakarta.

Endar enggan menjawab tegas keterkaitan hal tersebut, namun menyatakan perbedaan pendapat dalam gelar perkara atau ekspose merupakan hal yang lazim.

“Kalau soal perbedaan pendapat kan biasa sebenarnya, perbedaan pendapat dalam satu forum ekspose, tapi ya enggak pernah ada keputusan, enggak pernah ada kan berarti masih ada beda pendapat, dan memang sampai sekarang masih belum ada keputusan apakah naik [penyidikan] atau tidak,” ujar Endar di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Senin (3/4).

Endar menyatakan dirinya bekerja secara profesional dan objektif dalam menangani suatu perkara. Ia tidak menampik fakta ada kebetulan yang mengaitkan antara pencopotan dengan pendapat berbeda dalam ekspose Formula E.

“Kalau masalah perbedaan pendapat itu apakah terkait dengan ini ya mungkin kebetulan atau enggak tahu ya, karena yang kebenaran yang suruh pindah saya sama pak Karyoto [Deputi Penindakan dan Eksekusi],” ucap Endar.

Berdasarkan informasi yang diterima Kajianberita.com, Endar dan Karyoto tidak ingin menaikkan status Formula E ke tahap penyidikan karena belum menemukan niat jahat atau mens rea.

Sikap itu berbeda dengan Komisioner KPK Firli Bahuri, Alexander Marwata dan Johanis Tanak yang disebut ‘ngotot’ agar status Formula E dinaikkan ke tahap penyidikan. Dari kejadian itu, pimpinan KPK mengusulkan pembinaan karier terhadap Endar dan Karyoto ke institusi asal Polri pada November 2022 silam.

Selain itu, Endar dan Karyoto dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK atas dugaan melawan perintah atasan. Laporan dilayangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang belum diketahui namanya. KPK telah membantah surat rekomendasi ke Polri atas nama Endar dan Karyoto terkait isu Formula E.

Adapun Karyoto saat ini telah dipromosikan sebagai Kapolda Metro Jaya. Posisi Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK kini diisi oleh Brigjen Asep Guntur Rahayu sebagai pelaksana tugas.

Sementara nasib Endar di KPK masih menggantung. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih ingin mempertahankan Endar di KPK, namun Firli Cs menginginkan sebaliknya yakni memulangkan yang bersangkutan.

Setidaknya sudah tiga penyidik KPK yang dipaksa Firli pindah ke Lembaga asalnya. Selain dari Polri, ada juga penyidik dari kejaksaan yang dipaksa keluar dari KPK karena tidak melihat ada alasan yang jelas dalam menentukan Kasus Formula E.

Bukan rahasia lagi kalau Firli sangat bersikeras untuk menjerat Anies terlibat dalam Kasus korupsi Formula E. Dengan demikian nantinya Anis akan terhalang maju pada Pemilu Presiden.

Langkah Firli ini disebut-sebut sejalan dengan langkah Kepala Staf Presiden Moeldoko yang berusaha menguasai Partai Demokrat demi untuk menghalang-halangi Anies maju sebagai calon presiden. Padahal semua orang tahu, Moeldoko sama sekali tidak pernah menjadi kader apalagi pengurus Partai Demokrat.  (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan