Kajianberita.com
Beranda Headline Mimpi Anak Sergai ini Main di Piala Dunia U-20 Digagalkan Oleh Blunder Politik PDIP

Mimpi Anak Sergai ini Main di Piala Dunia U-20 Digagalkan Oleh Blunder Politik PDIP

Arkhan Fikri saat bermain bersama tim nasional kala menghadapi Vietnam

Di antara deretan putra putri terbaik bangsa yang bermimpi main di Piala Dunia, salah satunya adalah   Arkhan Fikri putra Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdangbedagai.  Remaja yagn lahir pada 28 Desember 2004 merupakan pemain muda yang sangat berbakat.

Sejak kecil ia memang sudah menunjukkan bakat hebat dalam sepakbola.  Hobi itu dia pelajari dari sang ayah, Tomy Hanro  yang juga suka bermain bola.

Bahkan sejak kecil sejumlah Penghargaan telah diraih Arkhan Fikri. Tidak heran jika ayah dan ibunya sangat mendorong  agar Arkan terus focus mengembangkan bakatnya dalam sepakbola.

Arkhan kecil awalnya dibawa berlatih di lapangan milik perkebunan di desa nya. Berkat kenalan ayahnya Tomy, Arkhan akhirnya dapat ikut bermain bola antar daerah.

“Dulu kecil awak lah yang latih dia di lapangan perkebunan Mandaris, main sama orang situ, latihan kemudian kalau ada tanding di daerah lain dia ikut saya yang bawak,” ujarnya.

Selesai SMP, Tomy membawa Arkhan masuk dalam akademi Kwarta Medan pada tahun 2017. Di usia yang masih menginjak 15 tahun, Arkhan kemudian diajak membela PSSA Asahan untuk bermain diajang sepak bola nasional.

“Jadi saat itu ikut kompetisi tingkat Sumut, Arkhan masuk tim Kwarta Medan. Saat tingkat regional Kwarta kalah lawa PSSA Asahan. Namun pada saat itu Asahan yang akan tanding tingkat nasional mewakili Sumut membawa Arkhan untuk bergabung dengan tim,” ujar Tomy.

Tomy mengatakan, dalam turnamen tingkat nasional itu, tim PSSA Asahan keluar sebagai juara dengan pemain terbaik diraih oleh putranya.  Sejak itu karir sepak bola Arkhan terus meningkat. Arkhan lalu bergabung dengan tim muda U-16 Liga 1 Barito Putra. Dan pada pertengahan tahun lalu, Arkhan resmi direkrut Arema FC untuk kontrak selama lima tahun.

saat bersamaan, Arkhan Fikri juga  dipanggil untuk mengisi skuat tim nasional U-18. Dia kemudian masuk dalam skuad tim nasional U-20 yang harusnya berlaga di Piala Dunia.

“Dari situ dia bisa masuk tim nasional, dan sudah ikut tanding bersama negara negara luar. Dan sekarang dia juga masuk dalam skuad Arema FC,” ujar Tomy.

Tomy mengatakan, putranya itu sangat disiplin dan mempunyai semangat yang kuat selama meniti karir di sepak bola.  Apalagi sejak kecil Arkhan sudah bercita-cita ingin menjadi pemain bola profesional.

Bahkan, sejak SMP Arkhan selalu berpindah-pindah sekolah dan sudah terbiasa jauh dengan kedua orang tuanya demi bisa mendapatkan Latihan terbaik dalam sepakbola.

“Dia sekolah pindah pindah, ikut klubnya, SMP di Medan, SMA dia di Kalimantan dan SMA di Jawa karena klub bola ganti ganti. Dan dia sudah jauh dengan kami untuk mengejar impiannya,” tuturnya Tomy.

Arkhan saat menandatangi kontrak lima tahun bersama Tim Arema FC sejak tahun lalu

Sebagai orang tua, Tomy pun berharap agar masa depan sepak bola Indonesia semakin baik agar anak anak yang ingin mengembangkan diri melalui sepak bola dapat terwujud.

“Kalau harapan kita agar sepak bola Indonesia semakin baik bagus agar orang bisa hidup dan berkembang melalui sepak bola,” tutupnya.

Arkhan tentu saja sangat gembira sekali Ketika dipanggil bergabung tim nasional U-20 setelah ia sukses bermain apik saat bergabung dalam Tim Nasional U-17 dan U-18. Ketika ia diputuskan akan bermain pada Piala Dunia U-20 di Indonesia, Arkhan terus memperkuat porsi latihannya.

Siang malam ia berlatih untuk mengasah ketrampilan dalam mengocek bola. Ia memang sudah memasang tekad untuk menunjukkan permainan terbaik pada Piala Dunia nanti. Dari Piala Dunia itu, Arkhan berharap bisa melanjutkan karir di Eropa atau di Jepang.

Namun siapa sangka, harapan Arkhan dan teman-temannya untuk  bermain di Piala Dunia terkubur sudah setelah PDIP menolak kehadiran Israel ikut bermain pada Pialal Dunia itu. Akibat protes dari politisi PDIP itu, FIFA akhirnya mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah. ‘

Apa boleh buat, tim Nasional U-20 Indonesia secara otomatis gagal tampil di Piala Dunia.

Arkhan tentu saja kecewa dengan kegagalan itu. Sampai-sampai teman-temannya menunjukkan sikap kecewa terhadap politisi PDIP yang dituding sebagai penyebab gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah.

Dengan batalnya Piala Dunia bermain di Indonesia, maka Tim nasional U-20 akhirnya resmi dibubarkan. Arkhan pun terpaksa kembali ke klubnya Arema FC. Menjelang lebarah ini, Arkhan berencana pulang kampung merayakan idul fitri bersama keluarga.

Setelah itu ia akan berlatih lagi dan berharap kembali terpilih dalam tim nasional U-23 dan tim nasional senior. Kelak Arkhan berharap bisa berkesempatan bermain di Piala Dunia yang sebenarnya tanpa ada gangguan politik dari siapapun. (Faz/trib)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan