Kajianberita.com
Beranda Headline Para Jenderal Purnawirawan Malu dengan Sikap Moeldoko yang Mencoba Membegal Partai Demokrat

Para Jenderal Purnawirawan Malu dengan Sikap Moeldoko yang Mencoba Membegal Partai Demokrat

Komunitas para jenderal purnawirawan yang merasa malu dengan ulah Moeldoko, kemudian justru memberi dukungan kepada AHY sebagai Ketua Demokrat dan cawapres pendamping Anies Baswedan

Ulah mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang begitu ngotot ingin duduk sebagai Ketua umum Partai Demokrat membuat para jenderal purnawirawan merasa sangat malu. Betapa tidak, MOeldoko tidak pernah menjadi kader partai, tidah pernah menjadi pengurus, tiba-tiba ingin berkuasa penuh terhadap partai itu.

Langkah memalukan Moeldoko ini yang membuat sejumlah jenderal meluapkan ‘kekesalahannya’ dengan memberi dukungan penuh dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat. Tidak hanya itu, mereka juga berharap AHY bisa maju mendampingi Anies melaju sebagai bakal calon presiden.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan terdapat puluhan jenderal purnawirawan yang merasa malu dengan Moeldoko karena terus melakukan upaya membegal Partai Demokrat.

Hal ini disampaikan lantaran Moeldoko berupaya mengajukan proses peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) terkait kepengurusan Partai Demokrat.

“Bersama kami, Partai Demokrat, bersama Ketum AHY, ada puluhan jenderal purnawirawan yang merasa malu dengan kelakuan anda yang tidak patut dicontoh. Jenderal tapi jadi begal partai,” kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (6/4).

Herzaky meminta agar Moeldoko tidak bersikap seolah tak tahu menahu soal PK yang diajukan ke MA itu. Ia lantas menantang Moeldoko untuk menggugat kuasa hukumnya jika memalsukan tanda tangannya untuk ajukan PK ke MA.

Ia mengklaim rakyat saat ini sudah sangat paham karakter dan perilaku tidak baik Moeldoko.

“Tidak menunjukkan teladan dan nilai-nilai ksatria sebagai seorang prajurit,” kata dia.

Herzaky menilai seharusnya Moeldoko merasa malu melihat banyak partai baru lolos verifikasi sebagai peserta pemilu 2024. Sebaliknya, ia menilai Moeldoko tak mampu membuat parpol sendiri namun mencoba kudeta parpol lain.

“Anda jenderal, KSP, tapi tidak mampu buat partai sendiri. Malah mau jadi begal partai orang,” kata dia.

Belum ada pernyataan Moeldoko terkait hal ini. Moeldoko dan Kepala Departemen Komunikasi Demokrat kubu Moeldoko, Saiful Huda belum merespons saat dihubungi.

Saat ditanya wartawan Senin (3/4) lalu, Moeldoko bahkan enggan menjelaskan tentang upaya terbaru PK yang dilayangkan bersama Jhoni Allen Marbun ke MA soal kepengurusan Partai Demokrat. Moeldoko menyampaikan bahwa pertanyaan terkait PK yang ia layangkan belum saatnya untuk dijawab.

Selain itu, dia juga mengaku tidak mengerti terkait pernyataan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut ada empat novum atau bukti baru yang menjadi dasar dalam PK yang kembali dilayangkan kubu Moeldoko itu.

“Yang tadi pertanyaan itu nanti belum dijawab sekarang. Terima kasih, sorry mas ya,” kata Moeldoko di Gedung Krida Bhakti, Jakarta, Senin (3/4).

“Ora ngerti aku, ora ngerti!” imbuhnya.

Sementara orang-orang   dekat Moeldoko terus berupaya membela pimpinanya itu. Mereka justru menuding AHY dan SBY yang mencoba merebut Partai Demokrat dari mereka. Tuduhan ini mereka sampaikan tanpa punya alasan yang jelas. Meski demikian mereka tetap berharap MA bisa memenangkan Moeldoko.

Kalangan pengamat politik  berkeyakinan, upaya Moeldoko yang ingin merebut Partai Demokrat adalah bagian strategi untuk menjatuhkan kekuatan Partai Demokrat yang cenderung meningkat belakangan ini. Pengamat yakin, Moeldoko tidak bermain sendiri. Kepala Staf Presiden (KSP) ini diduga mendapat dukungan dari penguasa.

Terbukti sampai sekarang posisinys sebagai KSP tetap kokoh meski Moeldoko menunjukkan perbuatan yang diluar akal sehat. Terkesan pemerintah justru mendukung aksi memalukan Moeldoko itu.  (*)’

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan