Kajianberita.com
Beranda Sumut Top, Dalam Setahun Provinsi Sumut Mampu turunkan Angka Stunting 4,7 Persen

Top, Dalam Setahun Provinsi Sumut Mampu turunkan Angka Stunting 4,7 Persen

Provinsi Sumatera Utara termasuk wilayah yang mampu menurunkan angka stunting cukup tinggi di Indonesia. Terbukti,  terjadi penurunan angka prevalensi di wilayah  ini sebesar 4,7 persen dari 25,8 persen pada 2021 menjadi 21,1 persen di 2022, berdasarkan SSGI 2022.

Data ini terungkap dari pertemuan  antara Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat  menggelar pertemuan virtual dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatra Utara akhir Maret lalu. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjadi orang pertama yang melaporkan capaian dan langkah-langkah penanganan stunting serta pengentasan kemiskinan ekstrem yang sudah dan akan dilakukan.

Pada pertemuan itu Edy didampingi Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahit, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Ismael Sinaga dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A-KB) Manna Wasalwa Lubis.

Edy menjelaskan, mereka sudah memberi asupan makanan bergizi, bantuan modal usaha, hingga perbaikan rumah, untuk menurunkan angka stunting.

Hasilnya, terjadi penurunan angka prevalensi sebesar 4,7 persen. Meski diakui Edy, beberapa kabupaten masih membutuhkan penanganan yang lebih kuat.

Pihaknya menargetkan prevalensi terus menurun sampai 14 persen dalam dua tahun ke depan.

“Penanganan stunting terus diupayakan, baik dari segi pendataan dengan jemput bola sampai mengidentifikasi faktor kesehatan sebagai salah satu pemicu stunting,” kata Edy, dikutip dari rilis Diskominfo Sumut, Selasa (4/4/2023).

Beberapa fakta yang bisa dijadikan bahan evaluasi bersama adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang masih minim, belum maksimal memanfaatkan pelayanan dan tenaga kesehatan seperti puskesmas maupun posyandu.

Kurang baiknya sanitasi dengan menggunakan air sungai sekaligus jamban keluarga dan penggunaan bahan kimia untuk penambangan yang diduga kuat mengganggu Kesehatan.

Stunting merupakan  penyakit yang sifatnya mengganggu pertumbuhan anak sehingga efeknya anak tumbuh lebih pendek. Stunting tidak hanya menyebabkan gangguan pada fisik, tapi juga berpotensi memunculkan gangguan pada kecerdasan anak.

Pencegahan stunting adalah program nasional dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan