Kajianberita.com
Beranda Headline Warga Aceh Ini Juara II Lomba Azan Tingkat Dunia di Arab Saudi, Peroleh Hadiah Rp 4 Miliar

Warga Aceh Ini Juara II Lomba Azan Tingkat Dunia di Arab Saudi, Peroleh Hadiah Rp 4 Miliar

Profil Sosok Dhiyauddin, Warga Aceh yang Jadi Juara 2 Lomba Azan di Arab Saudi, Buat Juri Menangis

Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh, Dhiyauddin, berhasil menyabet juara dua dalam lomba azan yang digelar di Arab Saudi. Dilansir dari Al Arabiya, Dhiyauddin memperoleh hadiah uang senilai 1 juta riyal Arab Saudi atau sekitar Rp 4 miliar.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Dhiyauddin adalah WNI yang mengikuti lomba azan di Arab Saudi yang dinamakan Otr El Kalam.

Dalam video yang diunggah akun Otr El Kalam di Twitter pada 27 Maret, azan yang dikumandangkan Dhiyauddin sampai membuat salah satu juri menangis.

Adapun juara pertama lomba azan Otr El Kalam itu disabet oleh warga Arab Saudi bernama Muhammad al-Sharif.  Al-Sharif mendapatkan hadiah sebesar 2 juta riyal Arab Saudi atau sekitar Rp 8 miliar.

Selain lomba azan, dalam kompetisi Otr El Kalam juga terdapat lomba melantunkan ayat Al-Qur’an.

Juara pertama lomba melantunkan ayat Al-Qur’an disabet oleh Younes Shahmoradi dari Iran, mendapatkan hadiah 3 juta riyal Arab Saudi atau sekitar Rp 12 miliar. Sedangkan juara kedua lomba melantunkan ayat Al-Qur’an adalah Abdulaziz al-Faqih dari Arab Saudi, mendapatkan hadiah 2 juta riyal Arab Saudi atau sekitar Rp 8 miliar.

Dilansir dari Al Arabiya, lomba tersebut diinisiasi oleh Otoritas Entertainmen Umum Saudi pada 2019. Lomba melantunkan ayat Al-Qur’an dan azan tersebut diselenggarakan untuk mencari bakat-bakat “luar biasa” di kedua bidang tersebut.

Ketika babak final digelar, lomba tersebut menerima enam sertifikat rekor dunia dari Guinness Book of Records. Di antara rekor yang dipecahkan adalah lomba melantunkan ayat Al-Qur’an terbesar di negara-negara peserta, kompetisi azan terbesar, serta hadiah terbesar dalam lomba melantunkan ayat Al-Qur’an dan adzan.

Kompetisi Otr Elkalam tahun ini merupakan edisi kedua yang ditayangkan oleh TV Arab Saudi. Acara tersebut menggelar dua kompetisi yaitu membaca Al-Quran dan mengumandangkan azan.

Babak penyisihan dimulai pada akhir Januari 2023 dan diikuti 50.000 lebih kontestan dari 165 negara. Dari jumlah itu, hanya 50 peserta yang lolos ke babak berikutnya. Mereka lalu berkompetisi dalam mengumandangkan azan dan membaca ayat suci Al-Qur’an.

Dikutip dari PRNAsia, kompetisi ini menyediakan total hadiah sebesar 3,3 juta dolar AS atau setara Rp49 miliar.

Profil Singkat Ustaz H Dhiauddin LC MA

Ustaz H Dhiauddin LC MA adalah seorang ulama yang  berasal dari Aceh Barat. Dhiauddin yang merupakan putra asli Aceh Barat itu adalah anak dari pasangan Tgk H Nazaruddin Basyah dan Nurwahidah SAg.

Dhiauddin saat ini berdomisili di Desa Peunaga Paya, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Sebelum musibah tsunami melanda Aceh, keluarga tersebut bermukim di Gampong Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan. Mereka merupakan keluarga qari dan qariah.

Sang ayah H Nazaruddin Basyah merupakan qari nasional asal Aceh Barat dan bakat sang ayah itulah yang mengalir deras dalam tubuh Dhiauddin saat ini.

Tgk Nazaruddin Basyah yang ditemui Selasa (4/4/2023) mengisahkan bahwa putranya kelahiran 1989 itu punya track record mumpuni dalam jenjang dunia pendidikan.

Dhiauddin mengenyam pendidikan dasar di SD Peunaga, kemudian melanjutkan sekolah di MTsN Model Meulaboh, dan Madrasah Aliah Program Kusus (MAPK) di Banda Banda Aceh. MAPK merupakan kumpulan pelajar berbakat dan berprestasi atau jalur sekolah unggulan.

Disebutkan, setelah tamat dari MAPK, Dhiauddin melanjutkan kuliah S1 langsung ke Mesir Kairo, dan setelah itu melanjutkan S2 di Malaysia.

Saat ini yang bersangkutan sedang melanjutkan program Doktoral di Universitas Malaysia. Menurut video yang diunggah akun Instagram KBRI Riyadh, @indonesiainriyadh, Dhiyauddin saat ini menjadi muazin di Malaysia.

Dikisahkan Tgk H Nazarudin, anaknya mengikuti perlombaan azan internasional di Arab Saudi tersebut berawal dari keisengan, artinya, hanya sebatas untuk coba-coba.

Pendaftarannya dilakukan secara online serta mengirimkan rekaman azan ke pihak panitia. Lalu Tim Penilai meloloskan Dhiauddin untuk mengikuti lomba tersebut.

Nazarudin mengatakan anaknya itu mendapat undangan dari penyelenggara perlombaan azan tingkat internasional itu sebulan menjelang diselenggarakan perlombaan tersebut pada tahun 2023.

Dari situlah Dhiauddin memutuskan ikut berkompetisi secara langsung sesuai undangan panitia dengan kata lain, Ustaz Dhiauddin lulus dalam proses audisi awal.

“Semula ia mengatakan kepada saya keikutsertaannya pada kontes itu hanya sekedar coba-coba dan tidak berharap banyak. Ternyata, Alhamdulillah, mendapat panggilan untuk tahapan selanjutnya”.

“Jujur, saya tidak berpikir anak saya itu akan lolos ke final. Kini ia sudah masuk 4 besar dan akan tampil lagi pada 17 Ramadhan nanti,” kata Tgk Nazaruddin mengutip laporan dari anaknya Dhiauddin.

Dhiauddin meminta doa dan dukungan kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat Aceh Barat agar dimudahkan jalannya menuju yang terbaik, dan semua itu tak lepas dari ridha Allah SWT.

H Nazarudin berharap anaknya tersebut dapat mengharumkan nama Indonesia khususnya Aceh Barat di perlombaan tersebut.

“Kita doakan saja semoga ia berhasil,” kata Nazaruddin seraya berharap anaknya bisa mengabdi di Aceh Barat.

Setelah menamatkan pendidikan doktornya kelak, Nazaruddin berharap anaknya menjadi pengajar pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Meulaboh dan bisa berkumpul bersama keluarga besar di Meulaboh. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan