Kajianberita.com
Beranda Headline Merasa Jagoan Saat Menganiaya Warga, Kini Anggota Geng Motor Belawan ini Pucat Mirip Babi Putih

Merasa Jagoan Saat Menganiaya Warga, Kini Anggota Geng Motor Belawan ini Pucat Mirip Babi Putih

Anggota Geng Motor yang kini tak berdaya setelah ditangkap polisi. Wajah pucat pasi seperti babi

Saat bersama-sama melakukan aksinya, para anggota geng motor ini pernah membuat Heboh warga  Jalan Marelan I, Pasar IV Barat, Lingkungan VIII, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Mereka merasa begitu hebat sehingga seenaknya menganiaya warga dan merusak warung-warung di pinggir jalan, seakan mereka adalah penguasaha di wilayah itu.

Sampai-sampai ada sepasang suami istri yang mereka aniaya. Pasangan suami itu itu, udha (40) dan Cici (41) nyaris tak berdaya ketika mereka aniaya tanpa kemanusiaan. Geng motor ingin merebut motor mereka, tapi sang suami bersikeras menolak. Akhirnya motor itu dicincang dengan parang hingga rusak parah.

Ada banyak lagi kekerasan yang mereka lakukan di jalanan sekitar Kawasan Belawan dan Marelan. Mereka beraksi pada malam hari hingga dini hari.

Polres Belawan sudah menerima banyak pengaduan terkait aksi geng motor ini hingga akhirnya pencarian terhadap kelompok ini mulai digencarkan. Mereka umumnya adalah  anak-anak muda pecandu narkoba, pengangguran dan penakut kalau lagi sendirian. Mereka hanya merasa jagoan kalau lagi bersama-sama.

Polres Belawan telah mendata nama kelompok tersebut melalui penyelidikan melalui rekaman CCTV dan pengaduan masyarakat. Namun tidak mudah mencari mereka,  sebab ketika tahu polisi sudah memburu mereka, para anggota geng motor itu berlarian ke luar kota.

Namun pencarian terhadap anak-anak bodoh itu terus berlanjut hingga akhirnya satu persatu dari mereka berhasil ditangkap di luar kota.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon, Minggu (9/4/2023) alkhirnya  mengumumkan kalau mereka telah berhasil menangkap sejumlah anggota geng motor itu di beberapa tempat.

Total ada tujuh orang anggota geng motor yang diringkus. Mereka adalah MD, MA, FR, MS, AW, RA dan D. Ketujuh pelaku inilah yang sempat menjalankan aksinya secara brutal, bahkan nyaris mencincang pasangan suami istri bernama Yudha (40) dan Cici (41).

“Otak pelaku penerangan warnet adalah RA. Tersangka kami amankan di tempat persembunyiannya yang berada di Muara Bungo, Provinsi Jambi,” kata AKBP Josua Tampubolon, Minggu (9/4/2023).

Josua mengatakan, untuk tersangka D, ditangkap di Kota Pekanbaru. Sisanya, kata Josua, ada yang menyerahkan diri lantaran diduga takut ditindak tegas. Dari para pelaku, disita barang bukti senjata tajam yang dipakai untuk menyerang warnet dan pasangan suami istri.

“Sejumlah senjata tajam, stik golf, dan pakaian yang digunakan mereka sudah kami amankan juga,” kata Josua.

Para anggota geng motor itu saat ini mendekam di sel Polres Belawan.  Saat ditampilkan di depan public pada minggu (9/4/2023), mereka terlihat pucat pasi.

Wajahnya hanya bisa tertunduk seakan menunjukkan ketakutan yang amat besar. Tampilan mereka tak ubah babi putih yang hanya berani melihat ke arah bawah saja.

Para anggota geng Motor yang pernah beraksi di Marelan, Belawan

Walau sudah menangkap tujuh orang, Polres Belawan masih terus mengejar anggota geng motor lainnya. Kapolda Sumut juga telah menginstruksikan seluruh jajarannnya lebih aktif dalam memberantas aksi para geng motor di wilayah Sumut.

Kapolda Sumut irjan Pol Putra Panca Simanjuntak  menyebutkan kalau pihaknya telah menempatkan beberapa personel di tempat yang dianggap rawan kejahatan, dengan bantuan kerja sama pemerintah setempat. Penjagaan tersebut pun dilakukan pada jam-jam yang dianggap rawan dari tindak kejahatan geng motor maupun begal.

“Kami sudah buat patroli dengan nama Naga Perak, kita juga tempatkan beberapa personel di daerah rawan dan kita juga bekerjasama dengan kepling dan lurah setempat,” pungkasnya.

Selama Ramadan  dan menjelang lebaran ini, operasi pengaman yang dilakukan Polda Sumut akan lebih ditingkatkan sebab diperkirakan masih banyak anggota geng motor yang berkeliaran di masyarakat. Pengaduan kasus kekerasan para anggota geng motor juga masih banyak disampaikan ke jajaran kepolisikan Polda Sumut.

Diketahui, ada beberapa kasus yang mengendap tak kunjung diungkap.  Kasus pertama yakni perampokan seorang nenek penjaga warung sembako di Jalan Marelan III, Lingkungan X Pasar IV Barat, Kelurahan Rengah Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Sejak peristiwa terjadi pada Rabu (1/3/2023) lalu, pelaku yang sempat menganiaya korban dengan balok masih berkeliaran dan belum tertangkap. Tidak jelas bagaimana perkembangan kasus ini ditangani Polsek Medan Labuhan.

Kemudian, kasus kedua adalah upaya perampokan segerombolan pemuda di Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Kampung Salam, Lingkungan XXI, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.

Aksi upaya perampokan yang terjadi pada Minggu (19/3/2033) sekira pukul 03:00 WIB itu juga dibiarkan begitu saja, tanpa ditangkap para pelakunya. Padahal, para pelaku jelas-jelas terekam kamera CCTV.

Lalu, kasus lain, yang terjadi di hari yang sama, yakni perampokan yang dilakukan kelompok geng motor di Jalan Platina Raya, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

Kasus ini juga terkesan mengendap, dan tak satupun pelaku yang terekam kamera CCTV bisa ditangkap polisi. Padahal, Kapolres Pelabuhan Belawan selalu menyebut ada dua tim yang bergerak di lapangan, yaki Tim Pemburu Preman dan Tim Naga Perak.

Kedua tim ini juga tak mampu menangkap para begal dan geng motor tersebut.

Kemudian, kasus pembacokan yang dilakukan kelompok geng motor terhadap pengguna Jalan Veteran, Desa Manunggal Pasar VI, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang pada MInggu (23/3/2023) lalu.

Polda Sumut menyebutkan akan memberi tindakan tegas kepada para anggota geng motor ini. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan