Kajianberita.com
Beranda Headline Sering Ajak Warga Patuh Hukum, Faktanya Politisi PDIP Paling Tidak Patuh soal Laporan Harta Kakayaan

Sering Ajak Warga Patuh Hukum, Faktanya Politisi PDIP Paling Tidak Patuh soal Laporan Harta Kakayaan

Anggota Fraksi PDIP Arteria Dahlan, salah satu yang tidak patuh aturan LHKPN

Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil kajian kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara pada pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI periode 2019-2024. Hasilnya, ICW menemukan, kader PDI-P menjuarai klasemen pimpinan AKD DPR RI yang tidak patuh melaporkan harta kekayaan, yakni sebanyak 11 kader.  Jumlah itu sama dengan politisi Partai Golkar.

“Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan DPR yang paling banyak tidak patuh melaporkan LHKPN berasal dari PDI-P dan Golkar,” ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana, dalam keterangan pers pada Minggu (9/4/2023).

PDI-P dan Golkar merupakan 2 partai politik dengan jumlah kursi terbanyak di Senayan. PDI-P beroleh 128 kursi sedangkan Golkar beroleh 85 kursi dari hasil Pileg 2019.

“Seharusnya sebagai partai besar dan pemegang kursi terbanyak, dua partai ini bisa memberikan contoh bagi kader partai lain untuk taat dalam melaporkan LHKPN,” kata Kurnia.

ICW juga menyoroti bahwa PDI-P merupakan satu-satunya partai politik yang memasukkan pengaturan laporan harta kekayaan ke dalam AD/ART partai politik. Namun, data ICW justru membuktikan bahwa aturan itu tidak dijalankan dengan baik.

“Harusnya, setiap partai politik membuat regulasi khusus untuk penjatuhan sanksi bagi kadernya yang melanggar hukum, salah satunya ketidakpatuhan dalam melaporkan LHKPN,” kata Kurnia.

ICW menemukan, bukan hanya PDI-P dan Golkar, melainkan seluruh partai politik penghuni Senayan mempunyai kader yang notabene pimpinan AKD DPR RI yang tak patuh melaporkan harta kekayaan.

Ketidakpatuhan ini bisa berupa tak tepat waktu/melampaui tenggat 31 Maret, tak berkala setiap tahun, tidak tepat waktu sekaligus tidak berkala, dan juga sama sekali tidak pernah melaporkan harta kekayaan sejak dilantik pada 2019.

“Artinya, seluruh partai politik yang mengirimkan kadernya untuk menjadi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan tidak menjalankan fungsi supervisi terhadap kepatuhan LHKPN,” jelas Kurnia.

Total, 55 dari 86 pimpinan AKD DPR RI tidak patuh melaporkan LHKPN, berdasarkan riset ICW yang dilakukan pada 2019-2021. Selain PDI-P dan Golkar, terdapat kader PKB (10), Gerindra (6), Nasdem (5), PAN (5), Demokrat (3), PPP (2), dan PKS (2) yang tidak patuh melaporkan LHKPN selama 2019-20224.

Fakta ini menunjukkan kalau para anggota DPR RI dari partai politik itu tidak layak untuk menjadi teladan.  Salah satu anggota DPR RI yang tidak patuh melaporkan harta Kekayaan itu adalah Arteria Dahlan, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP.

Lebih mengejutkan lagi, politisi yang mengaku patuh hukum ini Ternyata sudah tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya selama tiga tahun. Padahal melaporkan harta Kekayaan merupakan hal yang wajib bagi pejabat public.

Arteria terakhir melaporkan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2019 silam. Dalam laporannya itu, terungkap jika Arteria Dahlan ternyata memiliki utang miliaran.

Warga yang cerdas tentu tidak akan percaya kepada politisi dari partai yang tidak patuh hukum. Oleh karena itu jangan pilih mereka pada Pemilu 2024..! (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan