Kajianberita.com
Beranda Headline Baru saja Dilantik PAW, Warga Tanjungbalai Minta Polda Sumut Tangkap Anggota DPRD ini

Baru saja Dilantik PAW, Warga Tanjungbalai Minta Polda Sumut Tangkap Anggota DPRD ini

Demo mengatasnamakan warga Tanjungbalai di Polda Sumut menuntut agar anggota DPRD Mukmin Mulyadi segara ditangkap karena pernah terlibat kasus Narkoba

Politisi itu bernama Mukmin Mulyani. Ia belum lama dilantik melalui pergantian antar waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Tanjungbalai. Namun warga merasa keberatan  dengan pelantikan itu. Mereka berharap Mukmin Mulyani segera ditangkap karena ia masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus peredaran narkoba.

Tuduhan Mukmin sebagai bandar Narkoba itu muncul di pengadilan, khususnya  dalam dakwaan jaksa penuntut umum di perkara Nomor : 773/Pid.Sus/2021/PnMdn dan perkara Nomor : 774/Pid.Sus/2021/PnMdn atas nama terdakwa Ahmad Dhairobi alias Robi dan Gimin Simatupang. Dalam dakwaan tersebut  dijelaskan bahwa ada Sosok Mukmin Mulyadi yang memang masih DPO dalam Kasus narkoba.

Mukmin Mulyadi diduga terlibat dalam kasus kepemilikan 2.000 pil ekstasi pada tahun 2020 lalu, dimana polisi menangkap Ahmad Dhairobi dan Gimin Simatupang. Hanya saja Mukmin tidak bisa disidangkan kala itu, sebab ia melarikan diri.

Tapi tiba-tiba saja nama Mukmin muncul di masyarakat saat ia dilantik sebagai anggota DPRD Tanjungbalai. Tak heran, warga Tanjungbalai terkejut bukan kepalang.  Mereka tidak menyangka, orang yang dulu diburu dalam Kasus narkoba, tiba-tiba saja menjadi anggota dewan. Mukmin Mulyani adalah politisi PKB.

Melihat kabar itu, warga lantas mendesak agar Polda Sumut membuka kembali kasus yang diduga pernah menjerat Mukmin Mulyadi tersebut.

“Yang mana salah satu anggota DPRD Kota Tanjungbalai yang baru saja dilantik saat ini diduga sebagai salah satu kasus transaksi pil ekstasi 2.000 butir, yang melibatkan saudara AH dan SG dengan nomor perkara 773 dan 774. Tetapi kemarin dia dilantik menjadi anggota DPRD Kota Tanjungbalai,”kata Aldo, kordinator gerakan masyarakat bersatu Kota Tanjungbalai, Senin (10/4/2023).

Aldo menerangkan, berdasarkan informasi yang didapatnya, kediaman Mukmin Mulyadi pernah digeledah polisi. Namun saat itu dia berhasil melarikan diri. Bahkan, pascadigrebek, Mukmin Mulyadi pernah melarikan diri selama enam bulan.

Hal itu yang mendorong Aldo dan rekan-rekannya melakukan aksi di Polda Sumut.  Mereka berharap hukum segera bertindak, sebab nama Mukmin telah disebut di dalam pengadilan.

Selain demo di Mapolda Sumut, mereka juga telah berunjukrasa di depan kantor DPRD Kota Tanjungbalai. Mereka berjanji jika Polda Sumut tidak menerangkan status DPO Mukmin Mulyadi, maka mereka akan kembali berunjukrasa.

“Kami menuangkan darah dengan aksi pecah kepala dan tidak menutup kemungkinan ketika hal ini tidak diindahkan kami akan melakukan hal yang sama Mapolda Polda Sumut ini.

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Herwansyah belum mengetahui pasti status DPO Mukmin Mulyadi. Dia menyebut akan segera mengecek ke Direktorat Reserse Narkoba status anggota DPRD Kota Tanjungbalai itu

“Kita tindaklanjuti dan ini masalah DPO akan kita cek kembali ke Direktorat narkoba Polda Sumut,” kata AKBP Herwansyah.

Dilantik sebagai anggota DPRD Tanjungbalai

Mukmin Mulyadi, anggota DPRD Tanjungbalai dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang baru saja dilantik dalam proses pergantian antar waktu (PAW) ternyata DPO (daftar pencarian orang) kasus narkoba berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Nama Mukmin Mulyadi tertera jelas dalam dakwaan kasus kepemilikan ekstasi dengan terdakwa Ahmad Dhairabi.

Menurut situs sipp.pn-medankota.go.id, nama Mukmin Mulyadi masuk dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Novrika.

Dalam dakwaan itu, tertera Mukmin Mulyadi dan Ahmad Dhairabi sempat membicarakan 2.000 butir pil ekstasi.

“Terdakwa (Ahmad) menghubungi Mukmin Mulyadi (daftar pencarian orang) dan berkata, ‘bang, ada obat abang’ dan Mukmin Mulyadi jawab ‘mau berapa banyak. Lalu terdakwa jawab ‘mau dua ribu, kes uangnya’ dan Mukmin Mulyadi berkata ‘datanglah kau ke gudang malam ini. biar cerita kita’,” tulis dakwaan JPU yang dilihat Tribun-medan.com, Rabu (29/3/2023).

Mukmin Mulyani saat dilantik Pergantian Antar waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Tanjungbalai

Menurut informasi, kasus kepemilikan narkotika ini sudah diadili sejak Kamis (28/3/2021). Disebutkan pula, bahwa Mukmin Mulyadi ini kabarnya merupakan DPO narkoba Polda Sumut.

Namun, sejak kasusnya bergulir, Mukmin Mulyadi tak pernah ditangkap dan diproses Polda Sumut. Kuat dugaan, ada indikasi ‘main mata’ antara polisi dengan Mukmin Mulyadi.

Mukmin Mulyadi saat dikonfirmasi tak menampik bahwa dirinya kenal dengan Ahmad Dhairabi dan Gimin, orang yang diadili dalam kasus narkoba jenis ekstasi pada tahun 2021. Mukmin Mulyadi juga mengaku bahwa rumahnya pernah didatangi petugas Polda Sumut.

Namun, dia tak menjelaskan lebih rinci ada keperluan apa polisi mendatangi kediamannya. Apakah benar melakukan pengembangan kasus narkotika atau tidak.

Mukmin cuma menjawab, bahwa dia kenal dengan Ahmad Dhairabi, yang dalam dakwaan disebut sempat membahas bisnis ekstasi dengan anggota DPRD Tanjungbalai itu.

“Orang Tanjungbalai (Ahmad Dhairabi), kenal. Kalau mereka bilang begitu (saya terlibat narkoba), sah-sah saja. Namun, sepucuk surat pun tidak ada saya terima (soal DPO),” katanya, Rabu kemarin.

Mukmin mengakui, saat rumahnya didatangi dan digeledah polisi, dia tidak ada di tempat.

Namun, Mukmin mengakui dirinya tidak terlibat dalam bisnis narkoba meski namanya sempat masuk dalam DPO.

“Itu sudah tiga tahun lalu. Artinya, saya tidak merasa bahwa saya ini DPO, dan sampai hari ini surat DPO tersebut tidak ada. Kalau DPO, ya DPO, jangan ada kata diduga,” kata Mukmin.

Ia mengatakan, sampai saat ini dirinya tidak tahu mengenai fakta persidangan terdakwa Ahmad Nhairobi. Karena itu ia merasa tidak terlibat Kasus narkoba itu.

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan