Kajianberita.com
Beranda Headline Inilah profil Sri Wahyuni Batubara, Hakim asal Sumut yang Menyidangkan Kasus Agnes dan Mario

Inilah profil Sri Wahyuni Batubara, Hakim asal Sumut yang Menyidangkan Kasus Agnes dan Mario

Hakim Sri Wahyuni ( kiri) serta Mario dan Agnes yang menjadi terdakwa

Kasus penganiayaan Cristalino David Ozora (17) putra pengurus GP Ansor yang melibatkan anak pejabat Ditjen Pajak, Mario Dandy Satriyo (20) dan pacarnya Agnes (15)  sebagai pelakunya  terus mendapat sorotan public. Persidangan terhadap Kasus penganiayaan itu telah dimulai. Agnes yang menjalani sidang lebih awal akhirnya Dihukum 3,5 tahu penjara.

Tak lama lagi, giliran Mario yang akan menjalani siding tersebut. Mario adalah pelaku utama penganiayaan itu sehingga menyebabkan David mengalami sakit permanen.

Persidangan itu berlangsung di  Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dalam Kasus tersebut, Agnes didakwa melanggar Pasal 355 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Hakim menyatakan Agnes bersalah turut serta melakukan melakukan penganiayaan terhadap David Ozora. Ia dihukum pidana penjara selama 3,5 tahun di Lembaga Perlindungan Khusus Anak (LPKA).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu lalu. Sebelum nya Jaksa menuntut Agnes hukuman kurungan selama 4 tahun. Vonis dijatuhkan oleh ketua majelis hakim, Sri Wahyuni.

Baca juga: David Korban Penganiayaan Putra eks Pejabat Ditjen Pajak Mulai Berinteraksi setelah Alami Koma 38 Hari

Mengutip pn-jakartaselatan.go.id, berdasarkan Nomor Induk Pegawai (NIP), Sri Wahyuni Batubara merupakan hakim kelahiran 20 September 1969. Dirinya diketahui diangkat menjadi ASN pada tahun 1994.

Sri Wahyuni diketuai berasal dari Sumatera Utara. Ia bahkan lama berkarir sebagai hakim di PN Medan dan Pengadilan tinggi Sumut. Sebagai seorang hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dirinya kini memiliki jabatan dengan pangkat pembina Utama Madya (IV/d).

Tampilnya  Sri Wahyuni sebagai hakim dalam Kasus itu sebenarnya tidak terencana. Ia awalnya hanya menggantikan Ketua PN Jakarta Selatan, yakni Saut Maruli Tua Pasaribu sebagai hakim ketua karena kesibukan Saut yang cukup padat.

Pada jabatan hakim sebelumnya, Sri Wahyuni pernah menjadi hakim yang memediasi Kasus sengketa Tamara Bleszynski dan kakaknya, Ryszard Bleszynski dalam kasus perdata.

Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Mario Dandy Tersangka Penganiaya David Digelar Besok

Pejabat humas PN Jaksel, Djuyamto memastikan jika Sri sudah mempunyai sertifikat penanganan perkara anak dan dia juga berpengalaman dalam persidangan anak.

Sri Wahyuni juga direncanakan akan menjadi hakim kala menyidangkan tersangka utama Mario. Ia memastikan akan menjatuhkan hukuman sesuai kadar kejahatan yang dilakukan terdakwa. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan