Kajianberita.com
Beranda Headline Respon Tuntutan Warga, Polda Sumut Segera Panggil Anggota DPRD Tanjungbalai Terkait Kasus Narkoba

Respon Tuntutan Warga, Polda Sumut Segera Panggil Anggota DPRD Tanjungbalai Terkait Kasus Narkoba

Anggota DPRD Tanjungbalai dari fraksi PKB Mukmin Mulyani

Aksi sekelompok masyarakat dari Tanjungbalai yang melakukan aksi di depan Markas Polda Sumut pada senin (10/4/2023) membawa hasil. Tuntutan mereka agar anggota DPRD Tanjungbalai Mukmin Mulyani segera diperiksa, langsung direspon Polda Sumut.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menyatakan akan segera memanggil Mukmin Mulyadi, anggota DPRD Kota Tanjungbalai yang baru dilantik melalui proses pengganti antar waktu (PAW), 29 Maret lalu. Pemanggilan itu terkait dengan tuduhan keterlibatan politisi PKB itu dalam Kasus narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Yemi Mandagi mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan ke Mukmin dan diminta hadir pada Kamis 13 April mendatang. Pemanggilan itu diakui berkaitan dengan status DPO nya yang terseret kasus 2.000 ekstasi.

“Jadi kita sudah melakukan panggilan, kemudian kita akan proses untuk hari Kamis ini, kalau dia datang. Untuk selanjutnya kita tunggu hasil pemeriksaan. Intinya masih DPO,”kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Yemi Mandagi, Selasa (11/4/2023).

Diketahui Mukmin Mulyadi, merupakan kader PKB dan baru dilantik sebagai anggota DPRD Tanjungbalai melalui proses pengganti antar waktu (PAW) pada 29 Maret lalu. Dia menggantikan temannya Nariadi alias Nanang dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Namun pemilihan Mukmin menuai protes. Sejumlah warga yang sempat berunjukrasa di Polda Sumut bilang, Mukmin Mulyadi ini DPO (daftar pencarian orang) kasus narkoba di Polda Sumut.

Belakangan Ditresnarkoba Polda Sumut membenarkan kalau Mukmin memang berstatus sebagai DPO kasus 2.000 ekstasi.

“Benar DPO, dan kita tetap proses pemeriksaan. Ditetapkan DPO sekitar Oktober 2020,”ucapnya.

Diketahui, penetapan DPO Mukmin Mulyadi bermula 15 Oktober tahun 2020 lalu, dimana Polisi menangkap Ahmad Dhairobi dan Gimin Simatupang, dalam kasus 2.000 ekstasi.

Dikutip dari sipp.pn-medankota.go.id kasus ini bermula pada 15 Oktober 2020 lalu, dimana Polisi menyamar sebagai pembeli ekstasi dan menghubungi terdakwa Ahmad Dhairobi untuk membeli 1.000 butir ekstasi. Kemudian Ahmad Dhairobi menghubungi Mukmin Mulyadi, menanyakan ketersediaan ekstasi.

Lalu Mukmin bertanya balik, berapa ekstasi yang dibutuhkan dan dijawab Ahmad, butuh 2.000 ekstasi, dan uang dibayar tunai. Selanjutnya Mukmin Mulyadi meminta Ahmad Dhairobi datang ke sebuah gudang di Jalan Sudirman, Tanjungbalai sekitar pukul 21:00 WIB.

Saat terdakwa bertemu dengan Mukmin Mulyadi, lalu terdakwa menanyakan ketersediaan barangnya.

Mukmin Mulyadi menjawab barangnya ada, tetapi milik Gimin Simatupang dan selanjutnya Mukmin menghubungi Gimin.

“Lalu Mukmin Mulyadi berkata om gimin ada barang itu lagi, mau ngambil banyak ini cas dua ribu butir,”dikutip dari sipp.pn-medankota.go.id.

Kemudian Gimin Simatupang menjawab ekstasi nya ada tetapi harganya Rp 70 ribu perbutir.

Selanjutnya Gimin Simatupang menemui seseorang berinisial Boy di sebuah rumah yang terletak di Jalan Rambutan, Kecamatan Tanjung Balai Selatan mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna Hitam BK 5966 VAW.

Lalu Boy menyerahkan bungkusan yang berisi 2.000 butir pil ekstasi ke Gimin.

Seterusnya Gimin Simatupang langsung menemui Mukmin Mulyadi di depan sebuah gudang yang terletak di Jalan Sudirman Tanjung Balai dan menyerahkan ekstasi tadi ke Mukmin.

Jumat tanggal 16 Oktober 2020 sekira pukul 10.30 WIB ketika Ahmad Dhairobi berada di rumah, polisi yang menyamar datang dan menyatakan uang sudah ada.

Singkat cerita, Ahmad Dhairobi menemui Mukmin Mulyadi ke gudang dan menanyakan barang yang sejak awal diminta sambil menyatakan uang sudah ada.

Mukmin menelepon Gimin dan menyebut mereka menunggu depan sebuah SPBU di batu tujuh.

Lalu Ahmad menemui dua polisi yang menyamar tadi di depan SPBU di Jalan Batu Tujuh. Tak lama lMukmin Mulyadi menghubunginya dan berkata barangnya sudah ada dan menyuruh Ahmad ke ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seraya memintanya membawa uang.

Seusai menerima telepon tadi, Ahmad membawa serta dua polisi yang menyamar tadi ke TPA yang disepakati. Setibanya di lokasi Ahmad bertemu dengan Mukmin dan Gimin Simatupang.

Setelah itu Mukmin Mulyadi mengajak Ahmad ke TPA dan mengambil sebuah bungkusan dari bawah pohon dan menyerahkan bungkusan tadi. Kemudian Ahmad pergi menemui dua polisi tadi di dalam mobil sedangkan Mukmin Mulyadi dan saksi Gimin Simatupang mengikuti dari belakang dengan mengendarai sepeda motor masing-masing.

Ketika Ahmad masuk ke dalam mobil dia langsung ditangkap. Sementara Mukmin dan Gimin berusaha melarikan diri. Namun Gimin Simatupang berhasil ditangkap sedangkan Mukmin Mulyadi berhasil melarikan diri.

Lama setelah dicari, tiba-tiba saja nama Mukmin Mulyani mencuat lagi tatkala ia dilantik sebagai anggota DPRD Tanjungbalai pengganti antar waktu (PAW). Hal ini yang membuat  masyarakat terkejut sehingga muncul tuntutan agar keterlibatan Mulyani dalam narkoba diusut Kembali.  (faz)

 

 

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan