Kajianberita.com
Beranda Headline Isu Perselingkuhan Dua Anggota Komisi Informasi Sumut Berbuntut Pelaporan ke Polisi  

Isu Perselingkuhan Dua Anggota Komisi Informasi Sumut Berbuntut Pelaporan ke Polisi  

LIma anggota Komisi Informasi Sumut, dua di antaranya dituduh berselingkuh

Kinerja Komisi Informasi Sumut sangat memprihatinkan. Bukannya bekerja menangani sengketa informasi di daerah ini, malah lembaga ini disibukkan dengan isu perselingkuhan dua komisionernya. Adalah Muhammad Syafii Sitorus dan Cut Alma Nurafla yang dituduh berselingkuh itu.

Sampai-sampai istri dari Syafii Sitorus Lia Anggia Nasution berkoar-koar di ruang public terkait perselingkuhan suaminya. Lia mengaku Keluarga kehidupan terancam berantakan. Bahkan Syafii sempat berencana untuk menceraikannya.

Tak terima dengan sikap istrinya itu, Syafii kemudian mengadu ke Polrestabes Medan. Yang diadukan adalah istrinya sendiri, Lia Anggia Nasution.

Laporan itu tertuang dalam Nomor : STTPL/1183/IV/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut Tanggal 11 April 2023.

Dari bukti lapor yang diperoleh wartawan Selasa (11/4/2023) disebutkan bahwa Syafii telah melaporkan dugaan Tindak Pidana Kejahatan Informasi dan Transaksi Elektronik UU No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat 3 yang terjadi di Jalan Alfalah No 22 Medan (Kantor KI Sumut) atas nama terlapor Lia Anggia Nasution.

Dengan adanya laporan polisi itu, berita tentang dugaan perselingkuhan itu kian marak dan berbuntut Panjang. Apalagi sebelumnya Kasus ini juga telah sampai ke kantor Gubernur. Bahkan Gubernur Edy Rahmayadi sempat berang dengan munculnya isu itu.

Ia mengancam, jika Kasus perselingkuhan itu benar, maka kedua anggota komisioner informasi itu layak dipecat.

“Memalukan. Kalau terbukti, pecat saja keduanya,” kata Edy Rahmayadi.

Isu perselingkuhan dua Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumut itu mencuat dalam sepekan terakhir ini setelah adanya laporan dari Lia Anggia Nasution ke Komisi Informasi Sumut. Tak terbantahkan lagi, curahan hati Lia itu langsung disebut di berbagai media dan politisi local.

Tentu saja kabar itu sangat menyudutkan Syafii Sitorus. Ia sendiri membantah adanya perselingkuhan itu. Oleh karena itu Syafii tidak terima  atas tudingan tersebut. Ia kemudian memutuskan mengadukan istri sendiri ke Polrestabes Medan dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Bukti pelaporan polisi yang disampaikan Syafii Sitorus terhadap istrinya sendiri

Dalam penelusuran wartawan bahwa Pasal 27 Ayat 3 UU ITE menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pelaku yang dijerat dengan pasal ini bakal dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Dengan adanya pengaduan Syafii terhadap istrinya itu,  maka bisa dipastikan kasus perselingkuhan ini bakal terus berlanjut. Mau tidak mau kinerja Komisi Informasi Sumut pasti akan terganggu. Warga pun tidak bisa berharap banyak dari lembaga ini dalam memperkuat semangat demokrasi di Sumut.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan