Kajianberita.com
Beranda Headline Tocan: Wakil Walikota Medan Rasis dan Tak Punya Wawasan Kebangsaan, Kasihan Dia..!

Tocan: Wakil Walikota Medan Rasis dan Tak Punya Wawasan Kebangsaan, Kasihan Dia..!

Wakil Bendahara DPD Demokrat Sumut, Tony Candra

Pernyataan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman yang meminta warga Medan mewaspadai gerak bisnis dan politik warga non-pribumi mengundang sorotan banyak orang. Tony Candra, Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Sumatera Utara termasuk yang mengecam pernyataan itu.

Politisi yang dikenal dengan panggilan Tocan ini menilai Aulia Rachman sama sekali tidak memiliki wawasan kebangsaan. Ia tidak memahami semangat toleransi sehingga tidak mampu menghargai keberagaman di negeri ini.

“Pernyataan Aulia itu sangat bodoh. Sama sekali tidak menunjukkan sikap pemimpin cerdas di wilayah yang multietnik seperti di Kota  Medan ini,” kata Tocan.

Seharusnya, tambah Tocan, Aulia jangan lagi menggunakan istilah pribumi dan non pribumi dalam memetakan masalah kerakyatan, sebab sudah ada undang-undang yang melarang hal itu, yakni  Undang-Undang itu adalah Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras Dan Etnis.

Selain itu, ada pula Instruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan.

“Dalam Inspres itu, penggunaan istilah pribumi dihentikan dalam semua kegiatan penyelenggaraan pemerintah. Semuanya harus menggunakan istilah warga negara Indonesia atau WNI,” kata Tocan. Termasuk warga etnis Tionghoa di Medan, semua adalah WNI yang haknya sama dengan warga etnis lainnya.

Hal ini yang membuat Tocan prihatin dengan pengetahuan Aulia Rahman yang terlihat tidak punya wawasan kebangsaan.  Pernyataan Aulia yang terkesan anti terhadap etnis Tionghoa berpotensi memunculkan konflik horizontal.

“Kita pantas kasihan dengan orang seperti ini. Dia tidak paham bagaimana menerapkan ke-Bhinnekaan dalam berbangsa,” tambah Tocan.

Untuk itu, Tocan meminta Aulia Rachman meminta maaf atas kekeliruannya itu. Selain meminta maaf, Tocan juga meminta Aulia Rachman hendaknya focus memperbaiki kinerjanya bersama walikota Bobby Nasution dalam membangun Kota Medan.  Sejauh ini, dalam pandangan Tocan, program pembangunan yang dijalankan Bobby dan Aulia masih berantakan.

“Janji-janji kampanyenya banyak yang tidak terealisasi,” ujar Tocan.

Misalnya saja, soal jalanan Kota Medan yang masih banyak lobang di sana sini. Belum lagi fasilitas berobat gratis yang tidak sesuai dengan janji. Demikian juga ancaman banjir yang setiap saat masih mengancam warga.

“Jangankan hal-hal mendasar seperti itu, masalah lampu jalan yang mereka bangun pun juga belum  beres. Semua orang heran untuk apa lampu jalan itu dibangun. Sungguh program yang tak ada manfaatnya dan hanya pemborosan belaka. Bahkan merusak wajah Kota Medan,” sebut Tocan.

Tidak heran jika politisi PDIP Kota Medan pun yang biasanya mendukung kepemimpinan Bobby dan Aulia turut mengkritik program lampu jalan yang sia-sia itu.

“Nah, dari pada Aulia mengeluarkan statement bodoh seperti itu, seharusnya ia focus  memperkuat program pembangunan kota,” ujar Tocan.

Pernyataan Aulia Rachman terkait warga non-pribumi mencuat tatkala ia menghadiri acara berbuka bersama dengan komunitas warga Asahan di Kota Medan pada Minggu (9/4/2023).

Saat itu  Aulia berpidato kalau dalam 20 tahun ke depan Kota Medan akan dikuasai  oleh warga non pribumi. Untuk itu Ia menghimbau agar warna Medan mewaspadai hal ini.

Aulia sepertinya tidak sadar bahwa saat ia maju pada Pilkada 2020 bersama Bobby Nasution, dukungan terbesar yang mereka peroleh adalah suara dari kawasan pusat kota yang mayoritas dari  etnis Tionghoa.  Tidak disangka, setelah menang pada Pilkada itu, Aulia justu menunjukkan sikap anti terhadap etnis Tionghoa.  (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan