Kajianberita.com
Beranda Headline Jika Diberi Sanksi Lagi oleh Gerindra, Bukan Tidak Mungkin Aulia Rachman Pindah ke Perindo

Jika Diberi Sanksi Lagi oleh Gerindra, Bukan Tidak Mungkin Aulia Rachman Pindah ke Perindo

Wakil Walikota Medan Aulia Rachman

Pernyataan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman yang  meminta agar masyakakat kota Medan mewaspadai kemungkinan bangkitnya peran politik non pribumi terus mengundan polemik.  Gerindra sebagai tempat Aulia Rachman berpolitik merespon keras pernyataan itu.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, H Gus Irawan Pasaribu menegaskan, pandangan yang diberikan Aulia Rachman itu dalam kapasitasnya sebagai pemerintah, penjabat wakil wali kota, dan tidak berkaitan dengan Partai Gerindra.

“Pernyataanya itu tidak mencerminkan sikap Partai Gerindra,” tegas Gus Irawan.

Secara terpisah, Sekretaris Gerindra Sumut Sugiat Santoso turut berkomentar dengan mengecam keras pernyataan Aulia Rachman itu. Sebab kata Sugiat, berdasarkan UUD 1945 bahwa setiap warga negara yang sudah memiliki status kewarganegaraan Indonesia tidak boleh lagi dibeda-bedakan, baik itu secara suku, agama, ras, dan golongan, semua warga negara posisinya sama hak dan kewajibannya.

“Semangat Partai Gerindra ya itu, partai nasionalis yang selalu menjaga keutuhan kebhinekaan NKRI dan Pancasila. Jadi bila ada pejabat yang mendikotomikan seperti itu berarti dia orangnya tidak bijak,” ujar Sugiat.

Baca Juga: Terkesan Anti China, Wawalikota Serukan agar Warga Medan Waspadai Warga Non Pribumi

Atas pernyataan Aulia itu, Gerindra mempertimbangkan untuk memberi peringatan kepadanya.

Aulia Rachman sebenarnya bukan sekali ini saja membuat kontrroversi di masyarakat. Sebelumnya ia pernah mendapat sorotan dari partainya ketika ia berfoto bersama dengan Anies Baswedan yang berkunjung ke Medan. Foto itu kemudian disebarkan di media social.

Gerindra kabarnya sangat tersinggung dengan foto itu, Mengingat Anies Baswedan adalah sosok yang menjadi competitor kuat bagi ketua umum Gerindra, Prabowo Subiyanto pada Pemilu Presiden 2024 mendatang.’

Baca juga: Tocan: Wakil Walikota Medan Rasis dan Tak Punya Wawasan Kebangsaan, Kasihan Dia..!

Tak pelak lagi, Aulia Rachman yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPD Gerindra Sumut langsung di depak dari jabatannya. Saat ini posisinya hanya sebatas kader biasa di partai itu.

Bagi seorang wakil walikota, tentu pemberian sanksi dari Gerindra itu amat memalukannya. Apalagi ia tidak lagi mendapat jabatan strategis di partainya.

Maka itu, beberapa waktu lalu Aulia Rachman ketahuan telah melakukan pertemuan dengan Ketua umum DPP Partai Persatuan indonesia (Perindo )  Hary Tanoesoedibjo di Jakarta. Pertemuan Aulia dan Hary Tanoe  diunggah dalam Instagram Perindo.

Aulia Rahman dan teman-temannya berfoto bersama dengan pendiri Perindo Hary Tanoesodibjio

Muncul dugaan kalau Aulia sedang menjajaki untuk bergabung dengan partai itu guna menghadapi Pemilu mendatang. Meski ia membantah dugaan tersebut. Tapi paling tidak Aulia telah menunjukkan kedekatanya dengan Perindo.

Maka itu, kalau saja Gerindra Kembali memberi sanksi kepada Aulia Rachman atas ucapannya soal warga non pribumi di Medan, bukan tidak mungkin ia bisa saja lompat pagar pindah ke Partai Perindo.

Menariknya, Perindo merupakan partai yang dirikan oleh Hary Tanoesoedibjo, pengusaha yang notabene merupakan etnis Tionghoa. Sementara Aulia sendiri telah memojokkan etnis itu sebagai warga non pribumi yang harus diwaspadai. Ada apa ini? (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan