Kajianberita.com
Beranda Headline Dipecat versi DPRD, Walikota Pematangsiantar Justru Sabet Penghargaan Terkait Program Pembangunan

Dipecat versi DPRD, Walikota Pematangsiantar Justru Sabet Penghargaan Terkait Program Pembangunan

Walikota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani saat menerima penghargaan dari Gubernur Edy Rahmayadi

Walikota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani menyabet dua penghargaan dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2024.

Dua penghargaan yang disabet orang nomor satu di Kota Pematangsiantar itu yaitu perolehan Dana Insentif Daerah Tahun 2022 dan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023 Terbaik III.

“Penghargaan ini bukan prestasi saya saja sebagai pemimpin, tetapi juga prestasi seluruh OPD dan stakeholder serta menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pematangsiantar,” kata Susanti Dewayani melalui keterangan tertulis, Rabu (12/4).

Penghargaan atas kinerja Pemerintah Kota Pematangsiantar itu diterima langsung Susanti Dewayani dari Gubernur Edy Rahmayadi. Sambutan meriah dari hadirin langsung diberikan kepada Susanti usai menerima penghargaan itu.

Kepemimpinan Susanti di Pematangsiantar sempat menjadi sorotan karena sikapnya yang tidak mau tunduk kepada Kepentingan DPRD setempat. Akibatnya DPRD Pematangsiantara memutuskan untuk memecat Susanti dari jabatan sebagai Walikota. Usulan pemecatan itu sedang dalam proses pengkajian di Mahkamah Agung.

Namun Susanti  tidak gentar dengan aksi DPRD tersebut. Lagipula, bukan sekali ini saja DPRD Pematangsiantar ingin memecat walikotanya. Pada periode sebelumnya, DPRD tersebut juga melakukan aksi yang sama, namun digagalkan MA.

Rencana pemecatan terhadap Susanti oleh DPRD kali ini juga diyakini akan gagal di MA. Apalagi Susanti justru menorehkan prestasi dalam penyusunan program pembangunan di Kota Pematangsiantar.

Tidak heran jika dukungan terus diberikan kepada walikota tersebut. Bahkan termasuk Gubernur Sumut berharap Susanti tetap menjalankan pemerintahan dengan baik.

“Apa mereka pikir semudah itu mau memecat kepala daerah,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi menanggapi keputusan DPRD Pematangsiantar itu.

Naik becak ke lokasi Musrenbang

Sebelum berlangsungnya Musrenbang Sumut Rabu kemarin, penampakan yang tidak biasa terjadi. Yakni tatkala  Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan rombongan kepala daerah terlihat menaiki becak bermotor (betor) menuju lokasi Musrenbang RKPD Sumatera Utara 2024.

Mereka serentak naik betor  dari Rumah Dinas Gubernur Sumut menuju lokasi Musrenbang di Hotel Santika, Medan.

Gubsu Edy mengatakan sengaja menaiki becak bermotor ke lokasi Musrenbang sebagai ajang promosi Sumut dan kendaraan khasnya.

“Ini merupakan bentuk promosi kita kepada dunia, mempromosikan Sumut dan kendaraan khasnya,” kata Edy Rahmayadi sebelum bergerak ke lokasi Musrenbang.

Mantan Pangkostrad ini berharap Musrenbang kali ini mampu menjawab tantangan pembangunan Sumut tahun 2024, yang terdiri atas 33 kabupaten/kota. Oleh karena, itu program serta kebijakan tahun 2024 sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

“Usulan program itu harus dari daerah ke provinsi, karena mereka yang tahu apa kebutuhannya, tetapi tentu harus sesuai RPJMD provinsi,” kata Edy Rahmayadi.

Musrenbang ini merupakan Musrenbang terakhir Gubernur Edy Rahmayadi dan Wagub Musa Rajekshah periode kepemimpinan 2018-2023 karena pada 5 September mendatang masa kepemimpinan mereka akan berakhir. Selanjutnya Sumut akan dipimpin oleh seorang Pj Gubernur yang ditunjuk oleh Mendagri dan ditetapkan oleh Presiden. (mar8/jpn)

 

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan