Kajianberita.com
Beranda Headline Zakat ASN Pemprovsu Mencapai Rp 6.8 Miliar, Baznas Sampaikan Apresiasi kepada Edy Rahmayadi

Zakat ASN Pemprovsu Mencapai Rp 6.8 Miliar, Baznas Sampaikan Apresiasi kepada Edy Rahmayadi

Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan ijab kabul untuk penyerahan Zakatnya kepada Baznas Sumut, Kamis (13/4/2023). Total zakat dari ASN Pemprovsu mencapai Rp 6,8 miliar

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sejak beberapa tahun terakhir ini sangat aktif mendorong agar kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprovsu aktif membayarkan zakat harta untuk diserahkan kepada fakir miskin. Dorongan itu tidak sia-sia, dari tahun ke tahun zakat harta ASN di Pemprovsu terus meningkat.

Sepanjang tahun 2022 saja,  total zakat yang berhasil terkumpul dari ASN Pemprov Sumut sekitar Rp 6,8 miliar. Jumlah itu telah diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut pada Kamis (13/4/2024) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan.

Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut Mohammad Hatta memyampaikan apresiasi kepada Edy Rahmayadi tentang kepeduliannya terhadap zakat itu.

“Pak Gubernur sangat concern pada zakat, sehingga zakat ASN Pemprov tahun lalu peningkatannya signifikan, sampai Rp6,8 miliar, kemudian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Sumut Rp13,38 miliar dan Pam Tirtanadi ketiga,” kata Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut Mohammad Hatta, saat acara penyerahan zakat triwulan I 2023

Dia juga menjelaskan, pihaknya menargetkan tahun depan mengumpulkan Rp2,1 triliun zakat. Tanda-tanda peningkatan penerimaan zakat di Baznas, menurutnya sudah terlihat di awal tahun ini.

“Bersama Pak Gubernur kita targetkan Rp2,1 triliun dan di awal tahun ini peningkatannya signifikan 28% untuk triwulan I, mungkin karena Ramadan, tetapi kita harus terus seperti ini,” kata Mohammad Hatta.

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, potensi zakat Sumut mencapai Rp 8,1 triliun, namun saat ini masih di angka Rp22 miliar tahun lalu. Sebelumnya, malah zakat Sumut hanya berada di angka Rp3 miliar dan terus berangsur naik saat Edy Rahmayadi menjabat.

“Pertama saya jadi Gubernur hanya Rp 3 M, naik terus sampai sekarang, tetapi masih jauh dari Rp8 triliun, di mana semua muzaki Sumut?” kata Edy Rahmayadi.

Zakat ini, menurut Edy Rahmayadi harusnya bisa membantu perputaran uang di Provinsi Sumut, apalagi pascapandemi Covid-19. Dalam satu bulan perputaran uang di Sumut seharusnya Rp2,2 triliun, tetapi saat ini hanya mencapai Rp1,1 triliun.

“Banyak sekali selisihnya, makanya rakyat kita masih banyak yang kesulitan, dari zakat inilah harusnya kita bisa membantu defisitnya, tetapi saat ini belum bisa,” kata Edy Rahmayadi.

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi juga menyerahkan secara simbolis penyaluran zakat yang didapat dari di lingkup Pemprov Sumut kepada mustahik. Edy Rahmayadi juga menyerahkan zakat mal nya untuk triwulan II kepada Baznas, diikuti Kepala OPD Pemprov Sumut.**

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan