Kajianberita.com
Beranda Headline Demokrat dan Nasdem Sepakat Tolak Duetkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2024

Demokrat dan Nasdem Sepakat Tolak Duetkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2024

Sandiaga Uno dan Anies Baswedan kala berduet pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2018

Demokrat sudah berbulat hati untuk tidak menerima Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan pada Pemilu mendatang.  Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (Bappilu) Andi Arief mengungkapkan beberapa alasan menolak opsi Sandiaga Uno masuk sebagai calon wakil presiden.

Menurut Andi, Sandiaga bukan bagian dari perubahan. Dia juga menyebut banyak pihak yang sudah menjadi korban pengkhianatan Sandi. Namun, Andi tak menjelaskan pengkhianatan yang dimaksud.

“Bagi kita, Sandi Uno bukan masuk kubu perubahan. Sudahlah coret saja, tidak lagi dilibatkan dalam pembicaraan cawapres partai Demokrat. Kan banyak yang sudah dikhianati,” kata Andi, Jumat (14/4).

Menurut Andi, kecuali nama Sandiaga, Demokrat terbuka dengan berbagai opsi usulan cawapres untuk Anies. Baik itu dari PKS, NasDem, maupun tokoh lain seperti Jusuf Kalla.

“Semua bisa dibahas kecuali Sandi Uno. Itu aja kita nggak mau bahas dia. Karena udah lain. Dia bukan kubu perubahan,” kata dia.

Pernyataan Andi sekaligus menjawab peluang nama Menko Polhukam Mahfud MD masuk dalam bursa cawapres Anies. Dia mengaku terbuka dengan usulan nama Mahfud.

Adapun nama Mahfud diusulkan Ketua DPP Partai NasDem, Sugeng Suparwoto. Dia menyebut nama Mahfud masuk dalam radar Demokrat untuk disandingkan dengan Anies.

“Kalau yang lain silakan, kan nanti akan dibahas oleh partai dan dibahas dan diputuskan oleh Pak Anies. Apakah AHY, apakah usulan Pak JK, apakah usulan yang lain kita tunggu aja,” ucapnya.

Nama Sandiaga sempat masuk dalam bursa cawapres Anies usai menghadiri acara PKS pada pekan lalu. Beberapa kader PKS juga sempat mengusulkan nama Sandi.

Merespons itu, Sandi yang kini diisukan bakal gabung ke PPP itu mengaku menyerahkan sepenuhnya soal pencalonan presiden dan wakil presiden kepada para ketua umum partai politik, termasuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya harus memastikan Pak Prabowo Subianto legowo dan pimpinan di pemerintahan memberikan restu. Itu yang penting,” kata Sandi.

Senada dengan suara Demokrat, suara Partai Nasdem juga menyampaikan penolakan untuk mendusetkan Sandiaga dan Anies Baswedan. Lebih spesifik lagi,  Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan pihaknya menilai ada itikad tidak baik dari Sandiaga Uno saat mengungkit surat utang Anies Baswedan sebesar Rp50 miliar saat di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Dia mengaku tidak mau jika nantinya Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno, maka hal-hal tersebut bakal terulang kembali saat duet tersebut terjadi di Pilpres 2024.

“Mengusung Anies bagi NasDem ini tentunya harus orang yang betul-betul memiliki pikiran, perasaan, tanggung jawab yang sama. Kita tidak mau nanti di belakang hari muncul hal-hal yang seperti di DKI kemarin. Tiba-tiba muncul surat utang dan lain-lain. Bagi saya melihat hal itu sebagai suatu hal yang kemudian kita hindari,” ujar Ali saat dikonfirmasi Kajianberita, Kamis (13/4/2023).

Selain itu, Ali pun mengungkit pernyataan Sandiaga Uno yang menyatakan telah berada di pemerintahan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu merupakan sinyal bahwa Menparekraf RI itu tak mau berpasangan dengan Anies.

Lebih lanjut, Ali menambahkan pertimbangan lainnya NasDem tak setuju Sandiaga Uno menjadi cawapres karena dia tak bertanggung jawab menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu.

“Anies ini dengan Sandi kan mereka pernah bersama-sama kemudian ya berjalan dan itu tidak selesai di perjalanannya terus karena dia maju sebagai calon wakil presiden dan tentunya itu yang menjadi catatan karena masalah tanggung jawab,” tukasnya.

Nama Sandiaga Uno belakangan ini mencuat kembali setelah ia keluar dari Gerindra untuk bergabung ke PPP.  Disinyalir keluarganya Sandiaga terkait dengan impiannya maju sebagai calon wakil presiden.(fas)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan