Kajianberita.com
Beranda Headline Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjutak: Mukmin Mulyani akan Kita Tangkap..!

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjutak: Mukmin Mulyani akan Kita Tangkap..!

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak

Polda Sumut sudah menemukan sejumlah bukti tentang keterlibatan anggota DPRD Tanjungbalai Mukmin Mulyani  dalam bisnis narkoba. Sehubungan tersangka menolak dipanggil pada Kamis (13/4/2023), Kapolda  Irjen RZ Panca Putra Simanjutak lantas memerintahkan anggotanya menjemput Mukmin Mulyani.

“Anak-anak sudah turun ke sana dan kita harap yang bersangkutan segera menyerahkan diri dengan baik-baik.  Tindakan hukum dari mulai soft hingga hard akan kita lakukan,”kata Kapolda Sumut.

Dalam kasus ini Polda Sumut sebenarnya telah melayangkan surat panggilan pada kemarin, tapi tersangka mangkir, beralasan sakit.

Panca menyebut kasus ini ditangani langsung Direktur Reserse Narkiba Polda Sumut. Saat ini tim sudah turun langsung ke Tanjungbalai untuk menangkap Mukmin.

“Yang jelas informasi itu sudah ditindaklanjuti sama Dir Narkoba, sudah turun, tunggu saja!”

Sebelumnya, Polda Sumut menyatakan Mukmin Mulyadi, yang baru saja dilantik menjadi anggota DPRD Kota Tanjungbalai merupakan orang yang masuk ke daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Status DPO masih melekat ke Mukmin Mulyadi sejak Oktober 2020 lalu.

Dalam hal ini ia terjerat kasus narkotika 2.000 pil ekstasi yang menjerat beberapa orang lainnya.

Mukmin Mulyadi merupakan kader PKB dan baru dilantik sebagai anggota DPRD Tanjungbalai melalui proses pengganti antar waktu (PAW) pada 29 Maret lalu. Dia menggantikan temannya, Nariadi alias Nanang dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Namun pemilihan Mukmin menuai protes. Sejumlah warga yang sempat berunjukrasa di Polda Sumut bilang, Mukmin Mulyadi ini DPO (daftar pencarian orang) kasus narkoba di Polda Sumut.

Penetapan DPO Mukmin Mulyadi bermula 15 Oktober tahun 2020 lalu, dimana Polisi menangkap Ahmad Dhairobi dan Gimin Simatupang, dalam kasus 2.000 ekstasi.

Dikutip dari sipp.pn-medankota.go.id kasus ini bermula pada 15 Oktober 2020 lalu, dimana Polisi menyamar sebagai pembeli ekstasi dan menghubungi terdakwa Ahmad Dhairobi untuk membeli 1.000 butir ekstasi.

Kemudian Ahmad Dhairobi menghubungi Mukmin Mulyadi, menanyakan ketersediaan ekstasi. Lalu Mukmin bertanya balik, berapa ekstasi yang dibutuhkan dan dijawab Ahmad, butuh 2.000 ekstasi, dan uang dibayar tunai.

Selanjutnya Mukmin Mulyadi meminta Ahmad Dhairobi datang ke sebuah gudang di Jalan Sudirman, Tanjungbalai sekitar pukul 21:00 WIB.

Saat terdakwa bertemu dengan Mukmin Mulyadi, lalu terdakwa menanyakan ketersediaan barangnya.

Mukmin Mulyadi menjawab barangnya ada, tetapi milik Gimin Simatupang dan selanjutnya Mukmin menghubungi Gimin.

“Lalu Mukmin Mulyadi berkata om gimin ada barang itu lagi, mau ngambil banyak ini cas dua ribu butir,”dikutip dari sipp.pn-medankota.go.id. Kemudian Gimin Simatupang menjawab ekstasi nya ada tetapi harganya Rp 70 ribu perbutir.

Selanjutnya Gimin Simatupang menemui seseorang berinisial Boy di sebuah rumah yang terletak di Jalan Rambutan, Kecamatan Tanjung Balai Selatan mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna Hitam BK 5966 VAW. Lalu Boy menyerahkan bungkusan yang berisi 2.000 butir pil ekstasi ke Gimin.

Seterusnya Gimin Simatupang langsung menemui Mukmin Mulyadi di depan sebuah gudang yang terletak di Jalan Sudirman Tanjung Balai dan menyerahkan ekstasi tadi ke Mukmin.

Jumat 16 Oktober 2020 sekira pukul 10.30 WIB ketika Ahmad Dhairobi berada di rumah, polisi yang menyamar datang dan menyatakan uang sudah ada. Singkat cerita, Ahmad Dhairobi menemui Mukmin ke gudang dan menanyakan barang yang sejak awal diminta sambil menyatakan uang sudah ada.

Mukmin menelepon Gimin dan menyebut mereka menunggu depan sebuah SPBU di batu tujuh.

Lalu Ahmad menemui dua polisi yang menyamar tadi di depan SPBU di Jalan Batu Tujuh. Tak lama lMukmin Mulyadi menghubunginya dan berkata barangnya sudah ada dan menyuruh Ahmad ke ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seraya memintanya membawa uang.

Usai menerima telepon tadi, Ahmad membawa serta dua polisi yang menyamar tadi ke TPA yang disepakati. Setibanya di lokasi Ahmad bertemu dengan Mukmin dan Gimin Simatupang.

Setelah itu Mukmin Mulyadi mengajak Ahmad ke TPA dan mengambil sebuah bungkusan dari bawah pohon dan menyerahkan bungkusan tadi. Kemudian Ahmad pergi menemui dua polisi tadi di dalam mobil sedangkan Mukmin Mulyadi dan saksi Gimin Simatupang mengikuti dari belakang dengan mengendarai sepeda motor masing-masing.

Ketika Ahmad masuk ke dalam mobil dia langsung ditangkap. Sementara Mukmin dan Gimin berusaha melarikan diri. Namun Gimin Simatupang berhasil ditangkap sedangkan Mukmin Mulyadi menghilang.

Dan beberapa waktu lalu warga Tanjungbalai dikejutkan dengan dilantiknya Mukmin Mulyani sebagai anggota DPRD sebagai anggota Pengganti antar waktu (PAW) dari Partai PKB.

Hal ini yang memantik emosi warga, sehingga Mukmin pun diadukan Kembali ke Polda Sumut, hingga akhirnya Polda bergerak cepat menangkap anggota dewan itu. (tribun/faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan