Kajianberita.com
Beranda Sumut Pemprovsu Dukung Upaya Tiga Koperasi di Sumut Mendirikan Pabrik Minyak Makan Merah

Pemprovsu Dukung Upaya Tiga Koperasi di Sumut Mendirikan Pabrik Minyak Makan Merah

Rapat Anggota Tahunan Koperasi Petani Sawit Bukit Kijang di Asahan dalam rangka membahas penguatan lembaga dan ekspansi bisnis dalam memproduksi minyak sawit merah

Besarnya potensi kepala sawit di Sumatera Utara semestinya dapat dimanfaatkan untuk mrmproduksi produk yang bernilai tinggi. Salah satunya, produknya minyak makan merah. Tiga Koperasi di Sumut saat ini tengah Disiapkan untuk  mendirikan pabrik Minyak Makan Merah dalam rangka memanfaatkan potensi pasar yang begitu luas.

Ketiga koperasi itu adalah Koperasi Produsen Sawit Unggul Sejahtera di Langkat, Koperasi Petani Pujakesuma di Deli serdang dan Koperasi Produsen Petani Bukit Kijang di Asahan. Bahan dasar pembuatan minyak makan itu berasal dari kelapa sawit yang dihasilkan para anggotanya.

Pembangunan pabrik yang sedang dirancang tiga koperasi ini diharapkan bisa mendorong usaha koperasi di Sumut bangkit kembali dalam rangka mendukung  pemulihan ekonomi daerah.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut akan terus mendukung Setiap koperasi di daerah ini yang memiliki perencanaan bisnis dalam mengembangkan usahanya.

“Banyak sekali potensi usaha koperasi yang bisa kita gerakkan di Sumut. Kami berharap koperasi bisa memanfaatkan potensi sumber daya yang ada,” kata Kepala Dinas, Suherman.

Saat ini, Dinas Koperasi dan UKM Sumut bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/kota terus melakukan langkah sosialisasi guna membangkitkan aktivitas usaha koperasi di berbagai daerah.

Pada Kamis 10 April lalu misalnya, Tim Koperasi dan UKM Sumut menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT)  Koperasi Petani Sawit Bukit Kijang – salah satu koperasi binaan Provinsi Sumut di Asahan – guna membahas ekspansi bisnis yang dilakukan kelompok usaha itu.

Koperasi Petani Sawit Bukit Kijang berlokasi  di lintas kabupaten di Sumut dan memiliki anggota terdaftar lebih dari 300 orang. RAT itu tidak hanya membahas penguatan koperasi, tapi juga merancang program kerja dalam rangka pengelolaan Minyak Makan Merah yang akan mereka produksi.

Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Sumut,  Unggul sitanggang menegaskan, produk minyak makan merah yang akan diproduksi tidak boleh sembarangan. Ia harus memiliki kualitas Kesehatan yang sesuai standar nasional.

“Ia juga harus lolos proses penelitian dari  Badan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Indonesia di Medan, dan dilanjkutkan dengan rekomendasi dari Kemenkop UKM, sehingga produksi itu dipastikan  mengandung komposisi asam lemak yang seimbang dan fitonutrien seperti Provitamin A, Vitamin E, Squalene, Fitosterol, Ubiquinone dan Lycopene yang bermanfaat untuk Kesehatan,” katanya.

Untuk menjalankan usaha produksi Minyak Makan Merah itu, Unggul Sitanggang meminta agar tiga koperasi yang ditunjuk bisa menjalankan usahanya dengan teliti, sebab program yang dijalankan ini merupakan  piloting program Nasional di bawah pengawasan Kemenkop UKM RI.

“Ada lima koperasi sector rill yang menjadi pilot project kegiatan ini, tiga di antaranya di Sumut. Kita harus manfaatkan kesempatan ini untuk dapat mengoptimalkan Potensi daerah,” katanya.

Melihat pasar minyak makan yagn cukup luas saat ini, Unggul berharap tiga Koperasi yangn ditunjuk bisa bergerak cepat untuk segera berproduksi. Jika produknya telah memenhi standar kualitas hyang terbaik, bukan tidak mungkin minyak makan itu dapat diekspor ke luar negeri. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan