Kajianberita.com
Beranda Headline Hancur Minah, Dua Ajudan Terlibat Pencurian Uang Milik Kapolres Senilai Rp 850 juta

Hancur Minah, Dua Ajudan Terlibat Pencurian Uang Milik Kapolres Senilai Rp 850 juta

Konferensi pers kasus dugaan kasus pencurian uang Kapolres Bangka Tengah yang dilakukan dua ajudannya sendiri. Kejadian unik dan sulit dipercaya

Di manapun itu, biasanya ajudan senantiasa patuh mengawal keamanan dan Kepentingan Kapolres. Namun yang terjadi kali ini sungguh di luar dugaan. Dua ajudan justru bekerjama untuk mencuri uang Kapores yang disimpan di dalam lemari. Keduanya berhasil menyikat uang pimpinan mereka Rp 850 juta.

Pencurian ini dialami Kapolres Bangka Tengah, Koba, Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung ( Babel). Kapolres Bangka Tengah AKBP Dwi Budi Murtiono mengaku kehilangan uang Rp 850 juta di rumah dinasnya sendiri. Belakangan ia berhasil membongkat kalau pencuri itu adalah dua ajudannya sendiri.

“Itu uang probadi saya yang mereka curi saat saya dan keluarga tidak di rumah,” kata Kapolres Bangka Tengah AKBP Dwi Budi.

Aksi pencurian itu baru diketahui pada 3 April 2023 sekitar pukul 17.30 WIB di kediaman dinasnya. Peristiwa itu diduga dilakukan oleh tersangka berinisial G dan berinisial S, keduanya adalah personal Polres Bangka Belitung yang merupakan ajudan kapolres.

Peristiwa itu dilakukan oleh G saat rumah dalam keadaan sepi. Bersama rekannya S, keduanya memasuki kamar yang ada di rumah dinas. Kemudian, G membuka kontainer warna hijau yang di dalamnya ada kotak berisi uang. Aksi itu mereka lakukan pada 27 Maret 2023.

G dan S yang merupakan seorang ajuan, memang mempunyai akses masuk ke rumah dinas dan membantu kegiatan sehari-hari  Kapolres dan keluarganya.

Dari peristiwa itu, disampaikan bahwa tersangka G diduga mengambil uang sebesar Rp370 juta dan S diduga mengambil sebanyak Rp480 juta, atau jika ditotal berjumlah Rp850 juta.

Konferensi pers Kasus dugaan pencurian uang Kapolres Bangka Tengah oleh ajudannya sendiri di Mapolres Bangka Tengah, Koba,  Jumat (14/4/2023). Hadir pada pertemuan pers itu, antara lain Kapolres sendiri didampingi Kasat Serse dan perwira lainnya.

“Selain dua orang tersangka utama yang menikmati hasil,  juga ada yang masih dalam lingkup kediaman kami sebagai  ajudan. Ada inisial D, A, D dan C, yang mendapatkan bagian yang diberikan oleh S,” jelasnya.

Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 362 KUHPidana yang berbunyi, bahwa barang siapa yang mengambil suatu barang, yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak, dihukum karena pencurian dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp900.  Kasus pencurian ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Bangka Tengah.

Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah, AKP Wawan Suryadinata, mengungkapkan bahwa tersangka melakukan aksinya saat rumah dinas Kapolres Bangka Tengah sedang sepi.

“Jadi ketika Bapak  Kapolres sedang di luar rumah,  ajudan ngambil (nyuri). Kemudian ketika ibu lagi ada kegiatan di luar rumah,  ajudan ibu ngambil,” jelas Wawan dalam konferensi pers pada Jumat (14/4/2023). Uang tersebut digunakan tersangka kemungkinan untuk memenuhi gaya hidupnya yang agak tinggi.

Beruntungnya,  uang yang dicuri sudah dikembalikan seluruhnya. Wawan menyebut, bahwa para tersangka memang senang berbagi uang dengan kawannya dengan alasan setia kawan.

Adapun uang sebanyak itu, menurut Kapolres berasal dari pinjaman keluarganya untuk keperluan operasi keponakannya yang berumur 9 tahun, yang hendak operasi transplantasi paru. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan