Kajianberita.com
Beranda Headline Kepala BKD Sumut Heran dengan Munculnya Isu Suap Penempatan Plt Kadiskanla Sumut

Kepala BKD Sumut Heran dengan Munculnya Isu Suap Penempatan Plt Kadiskanla Sumut

Kepala Dinas Perindag-ESDM Sumut, Mulyadi Simatupang yang kini merangkap Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut

Mencuatnya kabar adanya aroma suap dalam penempatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadiskanla) Sumut mengundang keheranan Kepala Badan Kepegawaian Daerah  (BKD) Sumut, Syafruddin. Ia terkejut, sebab tuduhan penyuatan itu terkait untuk menaikkan figur Hasbir Batubara sebagai Plt Kadiskanla Sumut.

Padahal, kata Syafruddin, sejak awal nama Hasbir Batubara tidak pernah masuk dalam nominasi Plt yang dibahas oleh tim evaluasi kinerja di BKD Sumut.

“Makanya saya heran, kok tiba-tiba ada tuduhan upaya penyuapan di BKD agar nama Hasbir Batubara dimunculkan sebagai Plt Kadiskanla. Saya kira ini tuduhan yang tidak masuk akal,” katanya.

Anehnya lagi, kata Syafruddin, isu suap menyuap ini mencuat sepekan belakangan. Bahkan sampai-sampai Ketua DPRD juga berkomentar akan memanggil para pihak terkait untuk membahas isu suap ini.

Padahal, kata Syafruddin, posisi pejabat sementara (Plt) untuk Kadiskanla Sumut telah diangkat pada 2 April lalu dengan menunjuk Mulyadi Simatupang sebagai Plt.

Dengan demikian Mulyadi saat ini merangkap dua jabatan, selain jabatan utamanya sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Sumut.

Oleh karena itu, ketika Syafruddin dikonfirmasi awak media mengenai isu adanya suap di lingkup BKD Sumut dalam rangka meloloskan Hasbir sebagai Plt Kadiskanla, ia pun terheran-heran.

“Kalau tadi benar bahwa saudara Hasbir yang jadi Plt, mungkin bisa saya jelaskan. Tapi faktanya kan tidak dia yang ditunjuk.  Lalu logika suap menyuap itu di mana?” tanyanya.

Syafruddin berharap agar masyarakat sebaiknya tidak mudah termakan isu yang dimunculkan tanpa dasar yang kuat.

Sebagaimana kabar yang beredar, disebutkan ada upaya yang dilakukan Sekretaris Diskanla, Budiansyah dan Mantan Kadiskanla Sumut, Aspan Sofian untuk menyuap BKD Sumut agar menempatkan Hasbir Batubara sebagai Plt Kadiskanla Sumut. Sampai-sampai Budiansyah dan Aspan dituduh melakukan permufakatan jahat.

Hasbir Batubara saat ini merupakan salah satu pejabat eselon III di Kadiskanla Sumut. Adapun penempatan Plt Kadiskanla harus  dilakukan dalam rangka mengisi kekosongan jabatan karena Aspan Sofian memasuki masa pensiun pada penghujung Maret 2023.

Banyak pihak yang berkomentar panas soal isu penyuapan itu. Ketua DPRD Baskami Ginting misalnya, sempat menggertak akan memanggil pejabat terkait membahas isu suap menyuap itu.  Suara yang tidak kalah tajamnya muncul dari Kejaksaan Tinggi Sumut.

Anehnya, tuduhan suap menyuap itu memanas sejak pekan kedua April 2023. Sementara penunjukan Plt Kadiskanla telah dilakukan pada 2 April dengan memberikan kepercayaan kepada Mulyadi Simatupang. Di sinilah akal sehat masyarakat diuji.

Meski demikian, Syafruddin sebagai Kepala BKD Sumut tidak bisa menghambat apapun isu yang berkembang di luaran. Syafruddin sendiri mengaku mendapatkan kabar soal isu suap itu dari pemberitaan media. Sementara media itu tidak menyebut sumber yang jelas.

Kalaupun ada pemeriksaan atau pemanggilan terhadap dirinya terkait masalah suap itu, menurutnya tidak masalah.

“Semua akan mudah dijelaskan dengan logika dan akal sehat,” katanya seraya tersenyum. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan