Kajianberita.com
Beranda Headline Ada Pengaduan Dua Anak Dibawah Umur Diperkosa Secara Bergantian oleh 12 Pria di Asahan

Ada Pengaduan Dua Anak Dibawah Umur Diperkosa Secara Bergantian oleh 12 Pria di Asahan

Dua orang perempuan yang masih berstatus pelajar dan masih dibawah umur, masing-masing berusia 12 tahun dan 17 tahun mengadu ke Polres Asahan  Rabu (19/4/2023) karena mengalami perkosaan secara brutal oleh 12 pria.

Kasus perkosaan itu terjadi di dua tempat, yakni di Sionggang, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, pada Jumat malam 14 April 2023 dan Sabtu 15 April 2023 di Tanjung Alam, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

Kanit UPPA Polres Asahan, Ipda Rospita Nainggolan membenarkan adanya pengaduan tersebut, namun belum mengetahui secara pasti apakah dilakukan secara beramai ramai atau tidak.

“Polisi menerima laporan adanya persetubuhan, korbannya ada dua orang wanita, satu korban dilakukan persetubuhan oleh enam palaku, masing masing enam orang,” kata Ipda Rospita Nainggolan. Kasus ini masih dalam penelusuran pihak Polres Asahan.

Pengaduan yang sama juga disampaikan pihak korban kepada Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Asahan.

“Benar, kita telah menenerima laporan ada tindakan pemerkosaan yang dilakukan 12 pria remaja kepada dua wanita dibawah umur dengan cara yang biadab. Diduga sebelum diperkosa, kedua anak itu  diberi minuman keras, sehingga keduanya mabuk dan tidak berdaya. Selanjutnya keduanyanya  diperkosa secara bergantian oleh pria itu,” ujar Suyono, Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Asahan kepada awal media Rabu (19/4/2023).

Pria yang akrab disapa Yon Ardin ini juga menjalaskan bahwa keduanya dirudapaksa di dua lokasi berbeda, pertama dilakukan di Sionggang, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, pada Jumat 14 April 2023, sekira pukul 22.00 WIB dan selanjutnya keesokan harinya aksi itu berlanjut lagi di sebuah rumah kos kosan di Tanjung Alam, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

“Pihak keluarga mendesak agar Polisi segera menagkap kedua belas pelaku yang melakukan pemerkosaan ala sum kuning itu, hingga saat ini pelaku masih berkeliaran bebas,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak Polres masih berupaya memeriksa korban dan sejumlah saksi.  Sejauh ini belum  ada yang ditahan, sebab Polres harus memastikan dulu kebenaran pengaduan itu. Jika pengaduan ini benar adanya, maka ini merupakan salah satu kasus perkosaan yang  amat memilukan. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan