Kajianberita.com
Beranda Sumut Pertemuan dengan Warga Muslim Toba, Bupati Sampaikan Pentingnya Memperkuat Semangat Toleransi

Pertemuan dengan Warga Muslim Toba, Bupati Sampaikan Pentingnya Memperkuat Semangat Toleransi

Bupati Toba Poltak Sitorus mengadakan pertemuan dengan warga muslim Toba di Masjid Al-Hadonah, Balige, Selasa (18/4/2023)

Bersama jajaran Pemerintahannya, Bupati Toba Ir. Poltak Sitorus melakukan Silaturahmi Ramadan dengan Masyarakat Muslim Kabupaten Toba yang diselenggarakan di Masjid Al-Hadonah Balige, Selasa jelang berbuka, 18 April 2023. Pertemuan itu dihadiri pengurus  MUI Toba, Ketua Pujakesuma Toba, Supriadi, Pengurus Badan Kenajiran Mesjid se-Toba serta sejumlah warga muslim di daerah itu.

Pada sambutannya, Bupati Poltak Sitorus mengatakan, Pemkab Toba bersyukur dapat bersilahturahmi dengan masyarakat muslim Kabupaten Toba saat Ramadan ini. Ia pun menyampaikan penghargaan sebab sejauh ini masyarakat muslim Toba tetap dapat menjaga kerukunan dengan warga lainnya penganut agama berbeda.

“ Hendaknya kerukunan yang terbina ini dapat terus dijaga agar selalu terjaga hubungan harmonis di daerah Toba ini,” kata Poltak Sitorus.

Pada kesempatan itu Bupati Toba secara simbolis menyerahkan paket zakat dari Baznas Provinsi kepada masyarakat yang layak menerimanya. Ia berharap dukungan Baznas dapat mendorong warga Toba bisa bangkit agar hidup lebih mandiri. Poltak Sitorus mengaku kagum dengan semangat berbagi yang ditampilkan para warga muslim Toba.

Muslim Toba merupakan warga minoritas yang jumlahnya tidak sampai 10 persen dari total masyarakat Kabupaten Toba  yang mencapai 185 ribu jiwa. Perkembangan agama Islam di kabupaten ini sebenarnya sudah ada sejak masa penjajahan Belanda yang dibawa oleh warga local yang datang Kembali setelah merantau dari wilayah tapanuli Tengah.

Bupati Poltak Sitorus bersama warga muslim Balige

Salah satu sosok ulama terkenal di Kabupaten Toba adalah  Djahoeat Napitupulu yang merupakan  warga asli dari Desa Napitupulu, Balige. Djahoeat Napitupulu yang sebelumnya menganut animisme Mengenal Islam setelah ia merantau ke Tapanuli tengah.

Setelah  belajar tentang Islam, pada 1910 Djahoeat Napitupulu Kembali ke kampun halamannya di Balige untuk mengembangkan Islam di daerah tersebut. Ia pun memiliki andil dalam mendirikan masjid Masjid Al-Hadonah pada 1916 yang sekarang menjadi symbol aktivitas Islam di Toba.

Sejak itu mulai banyak warga Toba yang memeluk Islam. Namun dibanding agama Kristen, jumlah warga  pemeluk Islam di daerah ini relative sedikit. Meski demikian kehidupan beragama di Toba sangat tentram. Semua pihak saling menghargai. Bahkan saat pendirian Masjid Al-Hadonah pada 1916, sejumlah warga Kristen juga turut membantu.

Sampai sekarang keberagaman itu tetap terjaga sehingga meski warga muslim tidak terlalu banyak di Toba, mereka tetap nyaman hidup Bersama tetangga yang beragama berbeda.

Bupati Toba  Poltak Sitorus berharap ketentraman dalam keberagama itu dapat terus terjaga sehingga Toba menjadi hunian yang aman dan menyejukkan bagi warganya. Kesejukan dan ketenangan ini akan menjadi modal penting bagi Kabupaten Toba untuk menyongsong misinya sebagai Kawasan wisata berkelas dunia. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan