Kajianberita.com
Beranda Headline PPP Bersilaturrahmi dengan PKS Sore ini, Terkait Upaya Mendorong Sandiaga untuk Dampingi Anies?

PPP Bersilaturrahmi dengan PKS Sore ini, Terkait Upaya Mendorong Sandiaga untuk Dampingi Anies?

Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono saat menyatakan dukungan PPP untuk Ganjar

Pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar pertemuan silaturahmi di kantor DPP PPP, Jakarta. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek mengatakan pertemuan pimpinan partai tersebut hanya silaturahmi biasa.

“Agendanya silaturahmi biasa dan buka (puasa) bersama di Kantor DPP PPP,” kata Baidowi dikutip ANTARA, Rabu, 19 Aprill.

Namun, dia tidak menampik pertemuan tersebut akan membicarakan terkait kondisi politik nasional. Menurut Awieek, hal yang wajar apabila pertemuan pimpinan partai, lalu membahas terkait politik nasional.

“Namanya pertemuan partai politik (parpol) ya pasti menyrempet soal politik,” ujarnya.

Awiek mengatakan pimpinan PPP yang akan menyambut kehadiran DPP PKS antara lain Plt Ketua Umum PPP Mardiono, Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi, para Wakil Ketua Umum DPP PPP, dan para Ketua DPP PPP.

Meski tidak menyebutkan agenda politik yang dibahas, namun beredar kabar kalau PPP akan membicarakan soal kemungkinan untuk menduetkan Sandiaga Uno untuk mendampingi Anies Baswedan pada Pemilu Presiden Februari mendatang.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno hampir pasti akan berlabuh ke PPP setelah memutuskan keluar dari Gerindra beberapa pekan yang lalu. Peresmian Sandiaga sebagai politisi PPP akan dideklarasikan usai lebaran ini.

Sebelum deklarasi dilakukan, PPP mencoba bermanuver untuk menyorongkan Sandiaga untuk bisa berduet kembali dengan Anies sebagaimana duet keduanya pada Pilkada Jakarta 2018. PKS termasuk yang mendukung duet tersebut, sehingga tidak heran jika PPP terus melakukan pendekatan dengan partai itu.

Sandiaga Uno yang disebut-sebut dijagokan PPP

Berbeda dengan PKS, Demokrat dan Nasdem sejak awal berupaya menolak kehadiran Sandiaga Uno sebagai pendamping Anies. Alasannya, Sandiaga pernah meninggalkan Anies tatkala keduanya Bersama-sama memimpin Jakarta sebagai hasil Pilkada 2018.

Sandiaga juga bagian dari partai pendukung Pemerintahan Jokowi, sehingga tidak sejalan dengan semangat perbubahan yang dicanangkan Demokrat, Nasdem dan PKS di Koalisi Perubahan untuk Pembangunan.

Namun politik pasti selalu dinamis. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi ke depan dalam rangka memperbesar peluang merebut kekuasan pada Pemilu mendatang. Sejauh ini, dari Koalisi perubahan,  hanya PKS yang terkesan mengusung nama Sandiaga Uno setelah Mahfud MD tidak merespon ajakan untuk mau mendampingi Anies.

Apakah rencana ini berhasil? Kita lihat saja pertemuan PPP dan PKS sore ini. Kajianberita.com akan melaporkan up date berita dari pertemuan itu. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan