Kajianberita.com
Beranda Headline Alamak, Mobil Mudik Gratis Pemko Medan Tak Sesuai Janji, Paksa Penumpang Turun di Jalan

Alamak, Mobil Mudik Gratis Pemko Medan Tak Sesuai Janji, Paksa Penumpang Turun di Jalan

Fasilitas bus mudik gratis Pemko Medan saat dilepas Walikota Bobby Nasution.

Janji manis layanan bus mudik gratis yang disediakan Pemerintah Kota Medan ternyata hanya ada di bibir saja. Faktanya, layananan bus itu tidak sesuai dengan yang disampaikan sebelumnya. Penumpang yang seharusnya diantar ke Padangsidempuan justru dipaksa turun sebelum sampai ke lokasi yang ditentukan.

Setidaknya ada puluhan  peserta mudik gratis Pemko Medan yang dipaksa turun di persimpangan Pal XI Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Alasan penurunan itu, karena bus harus mengantar Penumpang lain ke Padang Lawas Utara (Paluta).

Padahal janji semula, para Penumpang itu di antar ke kota tujuannya masing-masing.  Sayangnya, Penumpang yang menuju Kota Padangsidempuan ternyata diturunkan sebelum sampai ke kota itu. Akibatnya Penumpang itu harus mencari bus lain untuk menempus jarak 22 km yang tersisa.

“Kami kecewa karena kami diturunkan di persimpangan karena sebagian penumpang mau diantar ke Padang Lawas Utara (Paluta). Padahal alamat tujuan kami ke Padangsidempuan. Masih tersisa perjalan 22 km lagi dari tempat kami diturunkan di persimpangan Pal XI Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel),” ujar Nadya, salah peserta mudik gratis, Kamis (20/4/2023).

Akibat pemaksaan itu, Nadya bersama puluhan penumpang lainnya terpaksa harus menunggu angkutan yang lewat untuk melanjutkan perjalanan ke Padangsidempuan.

Ironisnya, tidak mudah bagi mereka untuk mendapatkan bus, sebab penurunan itu dilakukan pada Rabu dini hari pukul 2.45 WIB, di kala angkutan umum jarang melintas di jalur nasional itu. Kalaupun ada  bus yang lewat, umumnya sudah penuh dan tidak bisa mengangkut Penumpang tambahan.

Akibatnya para penumpang itu harus menunggu sampai pagi.  Ada yang malah terpaksa menelpon angkutan khusus dari Padangsidempuan untuk menjemput mereka di jalan.

Aksi sopir bus Pemko Medan itu tentu saja membuat para penumpang kesal. Mereka pun mempertanyakan komitmen layanan Pemko Medan yang tidak sesuai dengan yang disampaikan sebelumnya.

“Nyanya kami sempat ditelantarkan di tengah jalan. Lebih menyedihkan lagi, ada beberapa Penumpang yang diturunkan itu harus pulang kampung ke jalan lintas Sibolga di Sitinjak,”  kata Nadya.

Tidak jelas ada berapa bus yang melakukan tindakan tidak manusiawi itu. Nadya berharap Pemko Medan Segera melakukan evaluasi atas layanan yang buruk itu.

“kalau memang berjanji ya haruslah ditepati. Jangan menyengsarakan rakyat,” kata Syahrial, salah seorang penumpang lainnya.

Desa Pargarutan Pal XI, Kecamatan Angkola Timur adalah persimpangan tiga, yaitu Jalur Tarutung- Sipirok -Padang Sidempuan, Tarutung -Sipirok-Paluta, dan Paluta-Padang Sidempuan.

Semestinya panitia bus mudik mengatur dengan tepat pembagian penumpang itu, sehingga bus bisa searah. Contoh, penumpang menuju Padangsidempuan setidaknya disatukan dengan penumpang dengan penumpang Mandailing Natal (Madina) karena sudah pasti jalurnya sejalan.

Penumpang tujuan Padang Lawas dan Padangsidempuan tentu tidak layak disatukan, sebab ada persimpangan cukup jauh dari lokasi dituju yang memisahkan kedua wilayah itu. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan