Kajianberita.com
Beranda Headline Sebagian Warga Aceh Pengikut Habib Muda Seunagan Rayakan Idul Fitri Hari ini

Sebagian Warga Aceh Pengikut Habib Muda Seunagan Rayakan Idul Fitri Hari ini

Pengikut tarekat Syattariah sedang melaksanakan salat Ied di Mesjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kamis 14 Juni 2018.

Ribuan warga Aceh pengikut Habib Muda Seunagan atau dikenal Abu Peuluekueng yang mayoritas tinggal di Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, hari ini Kamis (20/4/2023) telah melaksanakan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

Hal tersebut terlihat dengan digelarnya sholat Idul Fitri di Masjid Peuluekung Nagan Raya. Khatib sholat idul fitri, Teuku Raja Keumangan mengatakan, jatuh nya idul fitri pada hari ini sesuai dengan perhitungan hisab bilangan ke lima, sehingga di putuskanlah idul fitri jatuh pada hari ini.

“Alhamdulillah hari kami telah menyambut idul fitri, hal tersebut sesuai dengan perhitungan hisab bilangan ke 5, yang telah menjadi pegangan mereka sejak 200 tahun lalu,” kata Teuku Keumangan, Kamis (20/4/2023).

Menurut hitungan yang telah di ajarkan dan menjadi pegangan mereka selama ini, maka hari telah masuk syawal, sehingga tidak ada keraguan dan alasan untuk tidak melaksankan shalat idul fitri.

“Menurut hitungan hari ini tepat 1 Syawal, berarti tidak ada alasan bagi kami untuk tidak melaksanakan shalat id,” tegas Teuku Keumangan. Kata dia, hari ini sebagian besar warga Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat telah berlebaran, meski pun ada perbedaan namun tidak jadi masalah.

“Sebagian besar warga telah lebaran, walaupun berbeda tapi selama ini tidak ada masalah, hal ini telah berlangsung ratusan tahun lalu,” sebut Teuku Keumangan yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Teuku Raja Keumangan yang juga Ketua Raja Aceh berharap kepada jamaah yang telah merayakan idul fitri untuk tetap menghargai warga yang masih berpuasa.

“Meski kita sudah lebaran, namun saya minta kepada jamaah untuk tetap menghargai warga yang masih puasa,” harapnya.

Perbedaan dalam merayakan idul fitri merupakan hal biasa dalam ajaran islam sebab masing-masing kelompok punya dalil sendiri dalam menghitung hari. Perbedaan ini tetap harus dihargai karena semua landasan dalil yang digunakan cukup kuat.

Sementara itu, kelompok Muhammadiyah telah memastikan idul fitri akan jatuh pada Jujmat 21 April 2023. Sedangkan versi pemerintah kemungkinan akan berbeda. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan